Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
62


__ADS_3

"Kau baik-baik saja?" tanya Rey sambil menatap Putra dari ujung kaki hingga kepala, saat Putra keluar dari rumah Disthi.


"Seperti yang kau lihat." Jawab Putra.


"Tunggu" Rey mendekat ke arah Putra lalu memutari tubuh Putra, memperhatikan setiap tubuh Putra. "Tidak ada yang luka." Ucap nya, "Apa yang Dad Anzel katakan padamu?" tanya Rey penasaran.


"Tidak ada" Putra berjalan menuju mobilny, namun langkah nya terhenti kala Rey menahan tangan nya.


"Katakan apa yang terjadi? kenapa kau bisa keliar dengan baik-baik saja. Setidaknya harus ada lebam di wajah mu bekas pukulan, lah ini kok tidak ada sama sekali?" Rey semakin penasaran dengan apa yang terjadi di dalam sana.


"Kepo!" satu kata yang terlontar dari bibir Putra yang membuat Rey menaikkan satu alisnya.


"Ayo katakan." Pinta Rey


Namun Putra tak menggubrisnya, ia berlalu dan masuk ke dalam mobil, Rey tak mau kalah ia juga langsung masuk ke dalam mobil Putra dan duduk tepat di samping kursi Putra. 'Hhuuuuffff' Putra menghela nafas lalu menghembuskan secara perlahan. Ia tahu betul jika Rey tak akan berhenti jika belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya.


"Kenapa masuk ke mobilku? bukan nya kamu punya mobil sendiri?"


"Aku tidak akan turun sebelum kau cerita."


"Tidak ada yang perlu aku ceritakan Rey."


"Tidak mungkin."

__ADS_1


"Terserah kamu saja, mau percaya atau tidak. Yang jelas tidak ada hal yang terjadi."


"Aku tidak percaya. Aku tahu betul siapa Mom Mey dan siapa Dad Anzel. Mereka pasti akan melalukan apa saja kepada orang yang telah membuat Disthi menangis. Dan kau termaksud salah satunya."


"Tapi kau bisa lihat sendiri kan, aku baik-baik saja."


"Ya, maka dari itu aku penasaran. Kenapa kau baik-baik saja. Dan kenapa kau bisa di izinkan masuk sedangkan Junior tidak. Padahal kalian berdua sama-sama bersalah."


"Entahlah" jawab Putra santai sambil mengangkat kedua bahunya . "Kau masih mau di sini, atau ikut pulang bersamaku?" Tanya Putra.


"Aku?" ulang Rey sambil memikir. "Tunggu, kau ingin pulang?" tanya Rey dan di anggukan kepala oleh Putra. "Tapi bagaimana dengan Junior?"


"Nanti pasti dia akan datang." Jawab nya. "Kalau begitu aku balik dulu, kalau kau mau tunggu Junuor silahkan."


"Junior." Gumam Rey.


"Dimana Putra?" tanya Junior karna tidakel8hat keberadaan sang adik.


"Baru saja pulang."


"Pulang?"


"Ya, katanya dia kebelet jadi pulang dulu." Bohong Rey yang tidak ingin memperkeru masalah.

__ADS_1


...🍃🍃🍃🍃...


"Sayang, apa ini keputusan yang sudah tepat?" tanya Mom Mey kepada sang suami.


"Ya." Jawab Dad Anzel singkat.


"Baiklah apa pun keputusanmu aku ikut dengan mu. Yang penting ini yang terbaik untuk putri kita dan .." Ucapan Mom Mey terpotong kala Disthi memanggil


"Mom.."


"Ya sayang."


"Aku ingin makan ayam."


"Baiklah sayang, mom akan siapkan."


"No mom, aku ingin langsung makan di resto nya."


"Tapi sayang .." Ucap Mom Mey yang tahu betul jika di luar sana ada Junior yang sedang menunggu Disthi.


"Aku hanya ingin makan itu mom."


"Baiklah Dad akan mengantarmu." Dad Anzel berdiri dari duduk nya. "Ayo bersiaplah." Berjalan menghampiri Disthi. "Dan ingat jika kita bertemu dengan nya, jangan berikan dia kesempatan."

__ADS_1


"Tentu dad."


__ADS_2