Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
43


__ADS_3

Disthi di buat takjub akan keindahan tempat ia akan makan malam bersama dengan Junior, di pinggir pantai di hiasi dengan lampu dan bunga - bunga di susun sedemikian rupa di tambah dengan kain berwarna pink muda dan putih. Meja yang di hiasi lilin, menambah suasana menjadi romantis Dan di sana sudah ada Junior berdiri sambil tersenyum memandang ke arah Disthi.


Grogi, gugup ahh entahlah perasaan apa yang saat ini Disthi rasakan yang jelas ini adalah malam terindah untuk nya. Malam di mana yang sangat ia nanti - nanti, berduaan dengan Junior menikmati makan malam romantis. Dan dengan perlahan Disthi berjalan menghampiri Junior, begitupun dengan sebaliknya Junior juga berjalan menghampiri Disthi. Mereka bertemu tepat di tegah, di mana kelopak bunga di tabur menampar suasana menjadi sangat romantis.


"Cantik" ucap Junior sambil mengulurkan tangan nya ke hadapan Disthi.


Disthi tersenyum menyambut uluran tangan Junior. Dan mereka saling bergandeng tangan menuju meja makan, tak ada perbincangan selama berjalan, mereka sibuk mengatur ritme jantung mereka masing-masing yang berdetak lebih cepat dari biasanya.


"Ayolah, jangan berdetak terlalu kencang, nanti Disthi bisa mendengar nya" Batin Junior saat sudah duduk di kursi dan berhadapan dengan Disthi.


"Astaga, ada apa dengan jantungku? kenapa bisa seperti ini? sepertinya besok aku harus periksa ke dokter jantung" batin Disthi.


Hening terjadi di antara kedua nya. Mereka sibuk dengan pemikiran mereka sendiri. Hingga pelanyan datang membawa menu makan malam mereka.


Disthi yang merasa kehausan langsung meneguk segelas wine hingga gelas itu kosong tak tersisa.

__ADS_1


"Pelan - pelan saja." ucap Junior sambil meraih tisu dan mengelap sisa wine yang berada dibawa bibir Disthi.


Wajah Disthi seketika merona seperti sebuah strowbery yang matang. Sunggu saat ini Disthi seperti bukan dirinya lagi.


"Ayo di makan." ucap Junior sambil menyerahkan piring yang berisi stik yang sudah ia potong terlebuh dahulu ke hadapan Disthi.


"Makasih." balas Disthi dan tanpa menunggu lagi ia segerah makan karna memang sudah sedari tadi ia sangat lapar.


"Bagaimana kau suka?" tanya Junior


Junior hanya bisa tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya.


"Wah aku baru tahu kalau seorang Junior bisa seromantis ini juga." Entah ini ledekan atau pujian yang jelas memang baru saat ini Junior bisa bertingkah seperti ini.


Lagi - lagi Junior hanya menganggkat kedua bahunya, sehingga Mom Mey yang melihat dari arah jauh, dibuat kesal.

__ADS_1


"Anak kamu itu robot atau manusia sih? heran deh, ada yah orang di tanya hanya mengangkat bahu saja." Omel Mom Mey kepada Mom Aurel.


"Entahlah aku juga bigung dengan nya."


"Sepertinya anak kamu kudu di rendam air kembang tujuh rupa biar dia sadar, kalau dia sepetti itu terus yang ada anak ku justru bakalan ngak betah dengan sikap nya."


"Hey, kok di rendam air kembang sih, harusnya di tenggelemin di laut biar sadar." Ucap Mom Aurel sambil tertawa.


'hahahahah' dan kedua sahabat ini sama - sama tertawa, membuat suami mereka yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala.


"Lihat lah istrimu, hanya karna seorang cucu, dia tega membuat kita main kucing-kucingan dengan anak kita sendiri." Ucap Dad Dewa.


"Biarkan saja, asal istriku bahagia akupun ikut bahagia juga." Jawab Anzel dengan lembut nya membuat Dewa melihat Anzel dengan mata yang melotot.


"Kau yah, kau cinta atau takut dengan istrimu. Selalu saja kau membuat aku geli dengan kata- kata bucin mu"

__ADS_1


Doain semoga autor khilaf biar bisa lanjut bab nya lagi🤭🤭..


__ADS_2