
Pagi hari menjelang.. Disthi menggeliat kan tubuhnya, dan seketika sadar saat ia rasa ada tangan yang sedang memeluk tubuh nya. Secara perlahan Disthi membuka matanya, di tatap nya wajah tampan di hadapan nya.. "Cakep" Batin Disthi, lalu secara perlahan mengulur tangan nya membelai lembut pipi Junior.
"Aku masih tidak menyangka jika aku bisa menjadi istrimu. Mengingat dirimu dulu yang terus saja menolak perjodohan ini." Batin Disthi sambil terus mengusap wajah Junior..
Seketika Junior membuka matanya membuat Disthi kaget..
"Apa kau sudah puas memandangi wajah tampan ku ini?" Tanya nya sambil senyum penuh kemenangan..
"Dih, tampan dari mana? ogah!!" Elak Disthi.
Junior meraih tangan Disthi yang masih berada di atas pipi Junior.. "Apa tangan ini sudah puas menyentuh pipiku yang halus ini?" Tanya Junior kembali dengan senyum mengembang di wajah nya..
Dengan cepat Disthi menarik tangan nya. Namun usahanya sia - sia. Junior Justru menarik lebih keras sehingga membuat Disthi lebih mendekat dan dengan segera Junior memeluk tubuh Disthi.
Disthi yang di peluk, langsung melawat menggerakkan tubuhnya agar bisa terlepas dari pelukan Junior.. "Lepaskan!!" Pintanya.
"Diamlah sebentar saja." Ucap Junior sambil membelai rambut Disthi dengan lembut. Seketika Disthi terdiam, menikmati sentuhan lembut yang baru pertama kali Disthi rasakan..
Ada ketenangan saat Junior membelai rambutnya dengan lembut..
"Dustha." Panggil Junior.
"Hhmm."
"Apa kau mencintaiku?" Tanya nha tanpa menoleh sedikit pun ke arah Disthi..
"Kau sedang bermimpi Junior?"
__ADS_1
"Aku ulang sekali lagi, apa kau sudah mencintaiku?" Tanya nya kembali, tanpa menjawab pertanyaan Disthi tadi..
"Hahahaha." Disthi tertawa di dalam pelukan Junior.. "Sepertinya otak ku sudah mulai geser." Ejeknya..
"Apa kau sudah mencintaiku?"
Disthi menganggkat wajahnya menatap wajah Junior yang terlihat sangat serius, namun masih bisa Disthi lihat ada senyum sedikit terukir di wajah Junior.. "Kau sakit?" Tanya Disthi.
Dan tanpa menjawab pertanyaan Disthi, Junior malah mengecup kening Disthi, membuat Disthi spontat membulat kan matanya..
"Selamat pagi wanita bar - bar.." Ucap Junior saat setelah mengecup kening Disthi..
Disthi yang masih terdiam, sambil menganga tidak menyangka sama sekali akan mendapatkan ciuman pagi..
"Jangan menghayala saja. Ayo cepat bangun, buatkan aku sarapan." Pinta Junior lalu bergegas bangun dari tidurnya, dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi..
...🍃🍃🍃🍃...
Putra berjalan masuk kedalam ruangan kerja Junior, membuat Rey yang berada di ruangan nya menjadi penasaran dan mulai berjalan mendekati Putra..
"Putra. Kau sedang apa?" Tanya Rey.
"Apa kakak ku ada di dalam?" Jawab Putra dengan sebuah pertanyaan..
"Iya ada. Junior berada di dalam. Emang ada apa?" Tanya nya kembali, namun Putra tak menjawab, justru meninggalkan Rey..
'Ceklek' bunyi suara pintu yang terbuka..
__ADS_1
"Ada apa Rey?" Tanya Junior tanpa menoleh sama sekali, karna sibuk memperhatikan berkas - berkas yang ada di hadapan nya.."
"Aku hanya datang berkunjung, aku rindu padamu kak." Jawab Putra lalu duduk di sofa..
"Putra." Ucap Junior sambil melihat ke arah Putra, dan dengan segerah Junior berdiri dari kursi kerajaan nya dan berjalan mendekat ke arah Putra.
"Tumben kau mampir, apa ada hal yang penting, yang ingin kau katakan?" Kini Junior duduk di sofa tepat di hadapan Putra.
"Aku hanya rindu padamu kak."
"Ouh benarkah? Tumben!"
Putra tersenyum mendengar ucapan kakaknya.. "Dan tentunya aku datang mengingatkan mu tentang taruhan yang kau buat."
Seketika Junior terdiam mendengar ucapan dari mulut sang adik..
"Kau tidak lupa bukan?" Tanya nya.
"Tidak!" Jawab Junior tegas.
"Baguslah kak, kalau kau tidak lupa. Aku jadi tidak sabar menunggu hari itu."
"Putra, apa kau siap kehilangan semua milik mu dan lebih memilih Disthi?"
"Siap." Jawab Putra tegas.. "Bukan kah kita hidup, memang harus siap memilih?"
"Iya aku tahi, tapi......
__ADS_1
"Tapi ini sudah menjadi pilihan ku, dan tidak akan aku ganti lagi." Ucapnya lalu berdiri dari duduknya.. "Aku pamit kak, aku ingin menemui Disthi dulu."