Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
39


__ADS_3

Disthi terus saja tersenyum sambil menggelengkan kepala mengingat tadi Junior meminta maaf sambil memberikan nya bunga kamboja. "Ada - ada saja, mau jadi romantis tapi jadinya aneh," gumam Disthi yang saat ini sedang berada di dalam kamar nya.


Sedangkan Junior tiba - tiba pusing, karna niat nya ingin meminta maaf jadi batal karna ulah Rey, yang menyuruhnya untuk membeli bunga kamboja untuk Disthi. "Rey, ini semua karna mu. Lihat saja besok apa yang akan aku lakukan padamu." Ucap nya sambil memijat kepalanya. "Sekarang apa yang harus aku lakukan? agar Disthi memaafkan ku dan bisa kembali seperti dulu lagi?"


Junior berjalan keluar dari kamar nya lalu menuju ke kamar Dishti. Sesampai nya di depan pintu kamar, Junior menarik nafas lalu membuka pintu kamar, dan inilah Disthi selalu saja lupa mengunci pintu kamarnya. Saat Junior berhasil masuk, ia lalu mengunci pintu dan menyimpan kunci nya di saku celana nya.


"Dimana Disthi." tanya nya pada diri sendiri karna tidak melihat Disthi di kamar, lalu Junior memutuskan duduk di sofa yang berada di kamar Disthi. Terdengar suara percikan air dari dalam kamar mandi. "Ouh Disthi sedang mandi."


Dan dengan setia Junior menunggu, hingga 30menit lebih berlalu, Disthi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilitkan di tubuhnya.. "Junior ...." Teriak Disthi saat melihat Junior terbaring di sofa.


"Ada apa, haa?" tanya Junior sambil membuka mata. Dan Disthi kembali berlari masuk ke dalam kamar mandi, dan membuka pintu sedikit. "Junior keluar sekarang juga, aku ingin berpakaian."


"Tidak mau." jawab Junior tegas.

__ADS_1


"Junior .." Teriak nya lagi


"Tidak!! sekali aku bilang tidak yah tidak." Bantah Junior pada Disthi


"Huuffftt, percuma berdebat dengan nya karna ia pasti tidak akan mau mengalah sama sekali." Batin Disthi. "Kalau begitu ambilkan baju ku di dalam lemari." Disthi menyuruh Junior.


"Dimana?" Dan Junior pun mengikuti ucapan Disthi. "Demi mendapatkan maaf." Bantin nya.


"Okey baiklah." Jawab Junior sambil berjalan ke arah lemari.


Setelah mengambil semua keperluan Disthi, Junior mendekat ke arah Disthi lalu memberikan keperluan Disthi. "Semuanya sudah lengkap," Ucap Junior sambil tersenyum.


"Lengkap?" Ulang Disthi lalu melihat baju yang Junior berikan dan memang benar semuanya lengkap mulai dari dalaman hingga luaran. Pipi Disthi tiba - tiba merona menahan malu, karna baru saja junior memberikan nya dalaman. "Astaga, kenapa tadi aku tidak kepikiran yah." Ucapnya saat pintu sudah tertutup.

__ADS_1


Beberapa saat setelah itu Disthi keluar dari kamar mandi dan menghampiri Junior yang masih setia duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya.


"Ada apa? kenapa masuk ke kamar orang tanpa permisi?" tanya Disthi ketus sambil duduk di samping Junior.


"Salah yah?"


Disthi menoleh ke arah Junior dengan tatapan sinis lalu berkata. "Jelas salah dong, ini kan kamar ku, dan kamar mu ada di sebelah."


"Salah jika seorang suami masuk ke dalam kamar istrinya?" Tanya Junior kembali sambil memajukan wajahnya mendekat ke wajah Disthi.


'dag dig dug' jantung ke dua nya berdetak tak karuan kala mereka saling memandang satu sama lain nya.


"Cup" Satu kecupan singkat mendarat di bibir Disthi.

__ADS_1


__ADS_2