Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
30


__ADS_3

"Kok sepi?" Tanya Disthi pada dirinya sendiri saat sudah sampai di rumah nya.. "Di mana Junior? biasanya dia akan menyambutku dengan berbagai pertanyaan kalau aku sudah pulang." Gumam Disthi sambil mencari keberadaan Junior..


"Bi.." Panggil Disthi.


"Iya nyonya."


"Junior kapan balik nya?" Tanya nya sambil meraih gelas yang berada di atas meja, dan menuang air minum ke dalam gelas, secara perlahan Disthi meminum air itu hingga habis.


"Dari tadi nyonya. Mungkin sekita 2jam yang lalu."


"Apa dia mencariku bi?"


"Tidak nyonya, tuan langsung masuk ke dalam kamar dan tidak pernah keluar hingga sekarang." Jelas bibi, membuat Disthi bertanya tanya, apa yang telah terjadi pada Junior.


"Tidak seperti biasanya." Gumam Disthi lalu berjalan menuju kamar nya..


Malam hari, saat waktu makan malam pun Junior tak menampakkan batang hidung nya sama sekali. Dishti yang mulai lelah menunggu di meja makan, akhirnya memutuskan untuk segerah menemui Junior di kamarnya.


Beruntung saja pintu kamar Junior tak di kunci sama sekali, sehingga membuat Disthi dengan leluasa masuk ke dalam.. Disthi menolehkan kepalanya mencari - cari keberadaan Junior. "Tidak ada, lalu di mana dia?" Tanya nya..


"Ouh mungkin di balkon." Gumam Disthi, lalu berjalan menuju balkon. Dan benar saja di sana Junior tengah duduk sambil menantap pemandangan malam..


"Kau disini? Kau tidak lapar? Dari tadi aku menunggu mu di bawah.." Ucap Disthi lalu mengambil posisi duduk tepat di samping Junior..


Junior menarik nafas dalam - dalam, lalu menghempaskan nya secara perlahan..

__ADS_1


"Kenapa hanya diam? Kamu sakit?". Disthi kembali membuka suara, dan lagi - lagi Junior hanya terdiam..


"Kamu ada masalah?" Ucap Disthi sambil memegang kepalan tangan Junior.


"Lepaskan!!" Ucap Junior sambil menyentakkan tangan nya agar terlepas dari genggaman Disthi.


"Auhh sakit." Keluh Disthi saat Junior menyentakkan tangan nya..


"Mana yang sakit?" Junior dengan panik nya langsung menoleh ke arah Disthi dan memengang tangan Disthi..


"Ini." Tunjuk Disthi pada tangan nya sambil tersenyum.


"Astaga, kenapa aku panik seperti ini padanya? Harusnya aku marah karna Dustha telah bermain di belakang ku." Batin Junior berbicara. "Manja!!" Ucap Junior lalu kembali menghempaskan tangan Disthi..


"Auuhh sakit." Keluh Disthi lagi..


Disthi tersenyum, lalu memegang dada nya. "Hatiku yang sakit." Ucap nya sambil tersenyum..


"Aneh!!" Jawab Putra lalu berdiri dari duduk nya dan masuk ke dalam kamar..


"Hatiku sakit, karna kau tak sedikit pun tahu jika aku mencintai mu." Batin Disthi.. "Kau tak sekali pun melirik ku yang selalu ada di sini."


Lalu Disthi berdiri dan mengikuti Junior dari belakang..


"Apa lagi?" Tanya Junior saat menyadari Disthi mengikutinya..

__ADS_1


"Aku lapar, aku ingin makan."


"Yah sudah makan sana."


"Tapi aku ingin makan bersama mu." Jawab Disthi.


"Tidak! aku tidak lapar."


"Yah sudah aku juga tidak akan makan."


Junior kesal melihat tingkah Disthi yang menurutnya sangat kekanak - kanakan..


"Terserah kamu." Jawab Junior lalu keluar dari kamar dan menuju ruang kerja nya..


"Perut, kamu yang sabar yah. Pasangan kita belum makan. Jadi kamu sabar dulu, nunggu pasangan kita ngajakin makan." Ucap nya sambil mengusap perutnya.


...🍃🍃🍃🍃...


Di tempat lain, dua sahabat yang kini sudah menjadi besan, saling telponan. Membicara kan tentang pernikahan dan tentang kehadiran cucu yang ingin sekali mereka timang..


"Jadi kita harus melakukan apa, biar mereka membuatkan kita cucu?" Tanya Aurel..


"Aku juga pusing Rel, otak aku ngak bisa mikir sekarang."


"Tumben, padahal kamu itu aslinya jago banget buat strategi."

__ADS_1


"Hahahaahah." Mey tertawa mendengar ucapan Aurel. "Itu dulu pas aku masih muda, sekarang kan sudah tua. Jadi pikiran dan kepintaran sedikit berkurang."


"Akhirnya kau mengaku tua juga." Ucap Aurel di ikuti dengan tawa. "Hahahahah."


__ADS_2