
"Cup" Satu kecupan singkat mendarat di bibir Disthi.
Sesaat Disthi terdiam mematung, entah apa yang ada dalam benak nya. Kemudian saat Junior hendak mencium nya kembali, Disthi lalu mendorong tubuh Junior agar menjauh. "Apa yang kau lakukan?" tanya nya.
"Mencium mu." Jawab junior santai.
"Kau!!" pukul Disthi pada Junior setelah mengelap bibinya dengan tangan nya. "Kenapa memcium ku, kamu tahu itu ciuman pertama ku. Dan kamu mengambilnya tanpa permisi."
Senang, yah itu lah yang saat ini Junior rasakan ternyata ini hal yang pertama bagi Disthi dan juga hal yang pertama bagi nya. Tapi begitulah ego nya lebih tinggi, tetap tidak mau terlihat kalah dari Disthi.
"Kau seharusnya bersyukur karna di cium dariku. Dari pria yang tampan." Jawab Junior sambil tersenyum lalu berdiri dari duduknya dan melangkah menuju tempat tidur.
"Mau apa di situ?" tanya Disthi yang melihat Junior berbaring di tempat tidur nya.
"Mau tidurlah, masa iya mau mandi." Jawab nya santai lalu memejam kan matanya, tapi terlihat jelas senyum di wajah nya.
"Aneh!! apa dia sedang kesambet. Tumben dia ingin tidur di kamar ku." Gumam Disthi lalu berjalan mendekati Junior. "Jangan tidur di sini, ini kamar ku, kamar mu ada di sebelah." Tarik Disthi pada tangan Junior lalu Disthi kehilangan keseimbangan hingga membuat tubuhnya jatuh tepat di atas dada bidang sang suami.
__ADS_1
Terdiam, saling menatap sama sekali. Dan Junior juga memeluk tubuh Disthi dengan erat sehingga membuat Disthi tidak bisa bergerak menjauh.
"Maafkan aku." Ucap Junior membuat Disthi tersadar dari lamunan nya.
"Junior lepaskan."
"Tidak akan sebelum kau memaafkan ku."
"Junior!!" teriak nya, namun Junior malah menggerakkan tubuhnya dan membuat posisi Disthi tidur di atas ranjang, lalu dengan gerakan cepat Junior memeluk tubuh Disthi dengan erat sehingga membuat Disthi susah untuk terlepas.
"Junior lepaskan."
"Maksud kamu?"
"Sudah diam lah, jika kau tidak ingin hal - hal yang aneh terjadi." Pinta Junior.
"Junior, apa sih mau mu?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin kita memelai semuanya dari awal. Aku ingin menjadi suamimu, dan aku ingin kau menjadi istriku"
"Bukan kah kita memang pasangan suami istri?"
"Yah, dan aku ingin kita menjadi pasang suami istri seperti mom dan dad kita."
"Tapi Junior ..."
"Stop berbicara, kalau kau ingin tidur nyenyak " Jawab Junior.
Disthi tak lagi berbicara, ia sibuk dengan pemikiran nya sendiri. Ia berpikir apakah mungkin Junior sudah mulai mencintai dirinya dan menerima dirinya menjadi istrinya. Mungkin kah nama Disthi sudah ada di dalam hati Junior, atau mungkin kah Junior hanya mempermainkan dirinya. Hal itu terus saja terlintas di benak Disthi hingga membuatnya lelah berpikir dan tertidur di dalam pelukan Junior.
Junior yang memang belum tidur sedari tadi, langsung membuka matanya kala mendengar nafas halus dari Disthi yang menandakan bahwa Disthi telah tertidur. Di belai rambut Disthi dengan lembut dan memerhatukan wajah Disthi yang tertidur pulas. "Maafkan aku, aku janji padamu. Akan selalu setia untuk mu." Ucap Junior lalu mengecup lembut kening Disthi.
"Kau sungguh wanita yang unik. Ceria mu membuat ku selalu memikirkan mu. Kau perempuan yang tidak pernah mengeluh sedikitpun, kau juga wanita yang sangat kuat. Sungguh aku beruntung menikahimu."
Junior terus saja memandang wajah sang istri yang tertidur lelap. "Aku harap, kau bisa mencintaiku sama seperti aku mencintaimu. Dan aku harap jika suatu saat kau tahu tentang taruhan itu, kau masih bisa memaafkan ku. Kau wanita yang aku pilih, dan aku ingin hidup hingga menua bersama mu."
__ADS_1
Lagi - lagi Junior mengecup lembut wajah Disthi. Entah berapa kali ia lakukan, namun Disthi masih tetap memejam kan matanya. Masih berada di alam mimpi.