
Keesokan harinya.
Disthi menatap ke arah luar jendela, menunggu seseorang yanh selama lima bulan belakang ini selalu datang menemuinya.
"Kau sedang menunggu Junior?" tanya Mom Mey sambil berdiri tepat di samping anaknya.
"Iya Mom."
"Tunggulah sebentar lagi pasti dia akan datang."
"Tapi ini sudah lewat dari dua puluh menit Mom, biasanya Junior tidak pernah telat sama sekali."
"Apa kau takut jika Junior tidak datang?" tanya Mom Mey, dan Disthi menganggukkan kepalanya.
"Mom, apa kita tidak terlalu kejam pada Junior? Sudah lima bulan Junior berusaha memperbaiki keadaan tapi ..." Ucapan Disthi terpotong kala Mom Aurel tiba-tiba datang menghampiri.
"Tidak sayang. Itu tidak seberapa, di banding dengan Dad mertuamu dulu."
"Maksud Momy?"
Mom Mey dan Mom Aurel sesaat saling pandang dan tersenyum mengingat kejadian beberapa tahun silam, dimana Dad Dewa mendapatkan pelajaran yang sama. Dan akhrinya Mom Aurel dan di bantu Mom Mey menceritakan semuanya kepada Disthi, ada tawa dan tangis saat kedua nya bercerita mengingat masa lalu.
"Mom.." Lirih Disthi sambil memeluk kedua wanita yang selalu ada untuknya.
__ADS_1
"Pantas saja, Junior seperti itu, ternyata itu turunan dari Dady mertua." Disthi tertawa kecil mencair kan suasana agar Mom Mey dan Mom Aurel tidak bersedih lagi
"Yah kau benar, maka dari itu Mom bilang ini beluk seberapa."
Tak terasa mereka terus bercerita hingga sejam, Disthi sadar, terasa ada yang berbeda hari ini.
"Kau kenapa sayang?" tanya Mom Mey memperhatikan anaknya.
"Mom sudah jam 1, tapi Junior belum juga datang." Disthi terlihat sedih.
"Mungkin dia lagi banyak kerjaan."Ucap Mom Aurel.
"Yah mungkin saja." Timpal Mom Mey.
"Tapi kenapa perasaan aku ngak enak Mom? dan kenapa juga Junior tidak mengirimi ku pesan, tidak seperti biasanya."
"Iya sayang, berpikir positif lah, mungkin saja saat ini Junior memang sangat sibuk, jadi sabar lah."
"Baiklah Mom."
Hingga seminggu berlalu, tak ada kabar sama sekali dari Junior, Disthi mulai gelisah. Ia mencoba menghubungi no ponsel Junior namun sayang no ponsel junior berada di luar jangkauan. Lalu Disthi mencoba menghubungi Rey, tapi apa yang Disthi dapat, Rey justru tidak tahu di mana Junior saat ini.
Hingga tak terasa karna lelah akhirnya Disthi tertidur, dan beberapa saat Disthi bangun, dan mengecek ponselnya, ia melihat ada notif pesan dari Junior.
__ADS_1
Dengan senyum mengembang Disthi membaca pesang tersebut. Yang berisi,
...Aku tunggu di cafe tempat pertama kali kita bertemu, saat kita akan di jodohkan....
"Apa yang akan Junior katakan? kenapa haris bertemu di cafe?" gumam Disthi.
...🍃🍃🍃🍃🍃...
Di cafe.
Junior duduk menunggu kedatangan wanita yang begitu sangat ia cintai, yang begitu sangat ia rindukan, namun tak bisa ia raih. Saat Disthi masuk ke dalam cafe, Juniot tersenyum melihat ke arah Disthi sambil melambaikan tangan nya.
Disthi menaikkan satu alisnya menatap ke arah Junior, saat melihat penampilan Junior, badanya terlihat lebih kurus dari sebelum nya. Namun Disthi tetap terus berjalan mendekat ke arah Junior.
"Duduklah" Ucap Junior mempersilahkan Distbi duduk sambil menarik kursi.
Disthi tersenyum ramah.
"Kau baik-baik saja?" tanya Junior saat ia sudah kembali pada posisinya duduk tepat di hadapan Disthi.
"Ya, dan kau sendiri? apa kau baik-baik saja?" tanya balik Disthi.
"Seperti yang kau lihat." jawab Junior. "Disthi, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu."
__ADS_1
"Apa itu?"
Maaf autor gantung dulu yah🤭🤭🤭