
Makan malam pun selesai, tapi entah kenapa Disthi merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya. Gerah, panas, inilah yang saat ini Disthi rasakan. Ia mulai gelisah, menggeliatkan tubuhnya sehingga membuat Junior yang melihat Disthi seperti itu langsung membuka suara. "Ada apa? kenapa seperti itu?"
"Panas" jawab Disthi singkat
"Panas?" ulang Junior. "Disini adalah tempat terbuka harus nya dingin bukan panas" ucap nya kemudian.
"Entahlah, tapi aku merasakan panas." ucap nya kembali sambil membuka satu kancing bajunya yang berada paling atas. Junior yang melihat langsung menahan tangan Disthi agar tidak meneruskan membuka kancing banu berikutnya.
"Apa yang kau lakukan, di sini banyak orang"
"Panas." jawabnya lagi
"Tunggu, apa jangan - jangan Rey ...?" pikir Junior lalu segera menarik tubuh Disthi.
"Junior panas, aku sudah tidak tahan. Aku ingin membuka baju ku, dan mandi."
"Tidak, jangan buka baju di sini." jawab nya sambil terus menarik tangan Disthi.
Seketika Disthi memeluk tubuh Junior lalu mencium leher Junior, membuat Junior kaget dan yakin jika Rey mencampur sesuatu di minuman Disthi.
"Disthi!!" tegur Junior sambil menjauhkan kepalanya agar terhindar dari wajah Disthi.
"Panas." hanya kata itu yang terus Disthi ucapkan.
Dan Junior langsung menggedong tubuh Disthi afar tidak bertingkah aneh lagi. Di dalam dekapan Junior Disthi ters menaik turunkan kepalanya di dada bidang Junior.
__ADS_1
"Stop Disthi, kau bisa membuat sesuatu bangun."
Tapi Disthi tak menggubris.
"Jika aku bawa pulang Disthi dalam keadaan seperti ini yang ada di jalan dia akan membuka bajunya." gumam Junior. "Lebih baik aku bawa dia kehotel itu."
Untung saja dekat dari pantai ada hotel mewah, dan ini memang sudah bagian dari rencana orang tua mereka membuat makan malam romabtis di dekat hotel
"Tos." ucap Mom Mey sambil menaikkan tangan nya untuk tos dengan Mom Aurel.
"Tos." jawab mom Aurel.
Para suami hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istri-istri mereka.
"Demi seorang cucu, kita rela seperti ini." Gumam Dewa yang masih dapat di dengar Anzel.
"Ayo, kita masuk. Kita harus mengikuti mereka." Ajak mom Mey, yang selalu lebih unggul jika soal ide.
Dan serempak mereka berjalan menuju hotel.
...🍃🍃🍃🍃...
Beberapa saat kemudian.
"Selamat malam tuan Junior." Sapa resepsionis hotel saat Junior telah tiba.
__ADS_1
"Aku ingin meme ..." ucapan Junior terpotong kala resepsionis berkata
"Ini kunci kamar tuan."
Dan tanpa pikir panjang lagi, Junior langsung meraihnya dan segerah membawa Disthi menuju kamar.
"Bagaimana? apa kau sudah memberi kunci kamarnya?" tanya mom Mey pada resepsionis.
"Sudah nyonya."
"Oke baiklah, makasih yah."
Setelah itu mom Mey kembali berjalan menuju kamar Junior dan Disthi. Dan saat mereka tiba di depan pintu kamar, Mom Mey tersenyum saat kuping nya bersandar di daun pintu.
"Sekalian saja kau masuk." Ucap Dewa sambil menggeleng kepala melihat tingkah sahabat istrinya itu.
'Bukkhhh' satu pukulan mendarat di lengan Dewa.
"Jangan ribut, jangan mengganggu konsentrasi Mey, dia sedang mendengar apa yang anak kita lakukan di dalam." ucap Mom Aurel
"Kenapa cuman mendengar sayang, mending kalian masuk, dan langsung menyaksikan nya."
'Bukkkhhh' satu pukulan kembali mendarat di tubuh Dewa.
"Kau ingin melihat proses cucu mu di buat?" tanya Mom aurel.
__ADS_1
Dan Dewa hanya tersenyum sambil menggeleng kan kepalanya.