
Setelah mendengar percakapan dari kedua sahabatnya, Rey langsung meraih ponselnya yang berada di saku celana.. Dengan segerah Rey menghubungi seorang wanita, yang tak lain adalah Mey, momy nya Disthi..
"Halo, nyonya." Sapa Rey saat panggilan terhubung..
"Iya Rey, ada info apa hari ini?" Tanya Mey di seberang sana..
"Hahahaahahahah," Rey tertawa dahulu, sebelum menceritakan apa yang iya dengar tadi.
"Kau kenapa? kenapa tertawa?" Tanya Mey kembali..
"Semalam nyonya." Ucap Rey lalu kembali tertawa..
"Iya, semalam kenapa? Kalau ngomong jangan sepotong-sepotong dong Rey." Mey sudah semakin penasaran dan menaikkan nada suaranya.. Karna bagi Mey, saat ini Rey menjengkelkan..
"Semalam, Disthi dan Junior gagal membuat cucu untuk nyonya." Jelas Rey, membuat Disthi menghela nafasnya di sana..
"Huffffffff, sudah aku duga.." Ucap nya pelan, namun masih dapat Rey dengar..
"Tapi, nyonya tidak perlu khawatir. Karna menurutku sebentar lagi cucu nyonya akan ada.."
"Maksud kamu?" Tanya Mey penasaran..
"Saat ini, Disthi sedang membawakan bekal ubtuk Junior, dan aku rasa mereka berdua mulai sama sama memiliki rasa.."
"Rasa apa? strowberyy, anggur atau apa?"
Rey menepuk jidat nya, mendengar ucapan mom Mey di seberang sana.. "Andai bukan karan doubel gaji, mana mungkin aku menelpon mu tante." Batin nya..
"Ayo Rey katakan. Ada rasa apa?"
"Ada rasa cinta, nyonya." Ucap Rey, sedikit kesal karna bisa bisa nya Mey menyebut rasa buah pada sepasang suami istri..
"Wahhhh, berita bagus.. Terus awasi kedua nya dan jangan lupa kabari setiap perkembangan nya."
"Itu gampang nyonya.. Asal... Uhhuukkk." Rey terbatuk sesaat."
"Aku tau maksud mu batuk.." Ucap Mey yang jelas tahu, jika Rey meminta bayaran.."Berikan setiap info, dan kau akan mendapatkan bayaran nya."
__ADS_1
"Yes..." Senang Rey mendengar ucapan mom Mey.. "Kalau begini, urusan akan lancar, selancar air sungai yang mengalir."
Mey yang mendengar ucapan Rey, langsung mematikan ponsel nya.. "Tidak bapak, tidak anak. Mereka sama." Ucap Mey..
"Ada apa sayang?" Tanya Anzel yang sedari tadi memperhatikan istrinya yang sibuk menelpon..
"Itu, sih Rey.. Persis banget dengan Roy."
"Jelas lah sayang, mereka kan ayah dan anak."
"Iya juga sih, tapi kan.."
"Kau juga sama dengan Disthi. Tak ada beda nya."
Mey berjalan menghampiri sang suami yang sedang duduk di sofa.. "Tapi kamu cinta kan?" Goda nya saat Mey sudah berhasil duduk di samping sang suami..
"Enggak, siapa bilang aku cinta." Elak Anzel..
"Lalu???" Disthi mulai kesal dan mengepal kedua tangan nya..
"Aku itu sayang sama kamu.. Sayang banget......" Jawab Anzel, membuat Mey terharu..
Anzel menepuk jidat nya.. "Astaga ke salon lagi?" Batin nya..
...🍃🍃🍃🍃...
"Aku ingin ke rumah momy." Pinta Disthi saat Junior sedang melahap bekal yang iya bawa..
"Momy siapa?"
"Momy ku lah, emang ada momy lain lagi?"
"Kamu ngak anggap momy ku momy mu juga?" Tanya Junior sambil berhenti mengunyah dan menatap wajah Disthi..
"Ehhh, itu.. Eh iya aku lupa kalau sekarang aku punya dua momy." Jawab Disthi sambil memamerkan deretan giginya yang tersusun rapi..
"Yah sudah pergilah."
__ADS_1
"Tapi aku mau sama kamu."
"Kok aku sih? Aku kan lagi sibuk bekerja."
"Selesai bekerja. kamu bisa kesana menyusulku."
"Aku ngak janji." Ucap Junior cuek..
"Mom meminta kita menginap di sana."
Junior diam sesaat mendengar ucapan Disthi..
"Bagaimana? Kamu mau?" Tanya Disthi lagi.
"Jika aku menginap di sana dengan wajah dan cara jalan ku seperti ini, yang ada aku akan jadi bahan ejekan mom Mey." Batin Junior. "Ahh, aku tidak ingin harga diriku, terinjak injak di depan mertuaku." Batinya kembali berbicara..
Entah sadar atau tidak, Junior menyebut mom Mey sebagai mertua..
"Hey.." Teriak Disthi sambil menggebrak meja, membuat Junior tersadar dari lamunan nya.. "Kok kamu melamun sih? Bagaimana mau ke rumah momy apa ngak?" Tanya Disthi kembali .
"Maaf, aku ngak bisa. Pekerjaan ku sedang banyak.." Tolak Junior.
"Oke, nanti akan aku sampaikan pada momy, jika kau sibuk.."
"Okey.."
"Ayo habiskan bekal mu, aku ingin segera ke rumah momy ku."
"Baiklah."
"Nanti, akan aku sampaikan salam mu pada momy."
"Okey."
Tanpa sadar Junior terus saja mengikuti ucapan Disthi membuat Disthi tersenyum melihat Junior..
"Good Job.. Jadi suami harus gitu dong, nurut ucapan istri." Ucapnya sambil tertawa...
__ADS_1
Junior yang baru sadar langsung teriak.. "Dusthaaaaa......."