Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
11


__ADS_3

Hari berganti minggu lalu berganti dengan bulan. Tak terasa kini 2 bulan telah lewat.. Hubungan Junior dan Disthi sama sekali tidak ada kemajuan.. Mereka sama sama saling membalas menjahili satu sama lain nya sehingga membuat Rey pusing di buat Junior yang harus mengerjakan hal hal yang aneh..


Dan dua bulan ini, Putra tak henti hentinya mengejar cinta Disthi, berusaha agar bagaimana bisa supaya Disthi bisa jatuh cinta padanya.. Tapi, yah begitulah, tak ada balasan atas cinta Putra dari Disthi..Tapi Putra tidak pernah menyerah, iya tetap terus berusaha, menyakin kan Disthi akan cinta tulus yang Putra miliki untuk nya..


••••••••


Di kediaman utama kini Anzel dan Dewa di dampingi oleh sitri mereka masing masing, kini telah melakukan pertemuan, membahas tentang acara pernikahan, yah bukan lagi pertunangan, melainkan pernikahan lah yang akan Disthi dan Junior lakukan..


"Bagaimana, apa kalian setuju jika pertunangan ini kita jadi kan pernikahan saja??" Usul Mey..


"Iya kau benar, sebaiknya mereka kita nikah kan saja.. Mereka kan sudah saling kenal, jadi tidak ada masalah." Timpal Aurel.


Anzel dan Dewa hanya diam tidak memberi jawaban atas apa yang istri mereka bahas.. Toh apa pun yang menjadi keputusan istri mereka, maka tidak bisa di ganggu gugat lagi..


"Bagaimana?? Kalian setuju?" Tanya Aurel dan Mey secara bersamaan..


Anzel dan Dewa serempak menoleh melihat wajah istri mereka..

__ADS_1


"Apapun keputusan mu sayang, aku akan turuti." Jawab Anzel..


"Semua keputusan ada padamu sayang." Timpal Dewa..


"Good." Ucap Aurel dan Mey serentak..


...🍃🍃🍃🍃...


Sehari sebelum hari H.. Junior mengamuk, tidak terima akan pernikahan yang secara mendadak ini.. Iya tidak terima jika harus di nikahkan dengan Dishti padahal jelas sekali tidak ada perasaan cinta untuk Disthi..


Berbeda pula dengan Disthi... Iya terlihat santai dengan keputusan orang tua nya.. Walaupun terkesan wanita bar bar. Tapi Disthi tipe anak yang penurut dan sayang kepada kedua orang tuanya.. Disthi mengikuti apa pun yang mom dan dad nya katakan.. Bagi Disthi kebahagian kedua orang tuanya ada lah kebahagian Disthi juga. Dan jika orang tua nya bahagia dengan pertunangan ini, maka Disthi pun ikut bahagia..


"Apa kau bahagia sayang??" Tanya Anzel sambil duduk tepat di samping sang anak..


"Bahagia??" Katanya mengulang ucapan dad nya..


"Iya sayang?"

__ADS_1


"Dad, kebahagiaan ku adalah kebahagian kalian.. Jika kalian bahagia maka aku lebih lebih sangat bahagia.." Jawab Disthi sambil tersenyum lembut.


Anzel meraih tubuh anaknya lalu di peluknya.. "Dad sangat bangga dan bahagia memiliki putri seperti dirimu sayang, Dad sangat sangat bahagia." Ucap Anzel terharu sambil menitihkan air matanya..


Disthi melepas pelukan nya.. Lalu melihat wajah Dad nya.. Jemari Disthi dengan sigap menghapus air mata yang membahasi pipi Dady nya.. "Dad, jangan menangis.. Kalau kau seperti ini, bagaimana bisa aku bahagia." Lirih Disthi yang mulai ikut menitihkan air matanya..


"Besok, anak dad akan menjadi istri dari seorang pria yang bernama Junior, itu artinya besok kau akan mengikuti suami mu dan tidak tinggal lagi bersama dengan dad dan mom." Jelas Anzel


"Dad......" Lirih Disthi lalu kembali memeluk dady nya. Air matanya kini mengalir lebih deras lagi..


"Jangan lupakan dady mu ini sayang, jika kamu sudah bersama dengan suami mu."


"Hikssss, hikkkks, hikkkkks,... " Tangis Disthi semakin menjadi jadi.. "Dad adalah cinta pertaman ku, dad adalah laki laki pertama yang akan aku ingat sampai kapan pun dan di mana pun,.. Aku tidak akan mungkin melupakanmu dad.. Dad segala galanya bagiku."


Anzel tidak dapat berkata kata lagi.. Hanya suara tangis yang terdengar di setiap sudut dinding ruang kamar Disthi.. Mey yang melihat dan mendengar di dekat pintu kamar, juga ikut menangis melihat kedua orang yang iya sayangi saling berpelukan karna tidak ingin terpisahkan..


"Sepertinya baru kemarin mom melahirkan mu, tapi kenapa sekarang kau sudah sangat dewasa dan besok kau juga sudah akan menikah?" Gumam Mey sambil menghapus air mata yang ada di pipinya..

__ADS_1


__ADS_2