Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
08


__ADS_3

"Hahahahahahaha.." Rey terus saja tertawa di sepanjang perjalanan, saat menyetir mobil..


"Diam!!!" Bentak Junior yang duduk di kursi belakang..


"Tidak bisa. " Ucap Rey sambil terus tertawa...


Junior lebih memilih diam tidaj memedulikan lagi Rey yang kini menertawakan nya abis-abisan.. Tadi beberapa menit setelah Disthi pergi, Junior bangun dari tidur nya. Di bangun kan oleh salah satu penjaga salon.. Dan saat Junior bangun, Junior panik mencari keberadaan Disthi yang sudaj tidak ada di dalam lokasi salon.. Akhirnya Junior memutuskan untuk menghubungi Rey..


"Lihat saja nanti pembalasan ku Dustha." Gumam Junior yang masih dapat di dengar oleh Rey..


"Pembalasan?" Ulang Rey. "Kau yakin akan balas dendam dengan Disthi?"


"Iya." Jawab nya singkat..


"Hahahahah." Rey kembali tertawa mendengar perkataan Junior, lalu terdiam sejenak.. "Disthi bukan wanita biasa, dia wanita yang sangat luar biasa, aku yakin kau tidak akan mampu melawan nya."


"Jangan sebut nama ku Junior jika aku tidak mampu balas dendam."


"Aku jadi takut dengan mu Junior? Aku takut kau akan jatuh cinta nantinya pada Disthi.."


"Hahahahah." Junior akhirnya tertawa saat Rey bilang kata cinta.. "Cinta kau bilang? Bukan kah sidah ku katakan, tidak ada kata cinta untukku ke Disthi. Bagiku Disthi hanya wanita bar bar yang tidak layak mendapatkan cinta daris seorang Junior ."Jawab nya dengan bangga..


"Kita lihat saja nanti.. Aku takut jika hari itu datang, saat kau sudah jatuh cinta tapi Disthi malah tidak mencintai mu, sama seperti Jasmin yang hanya menganggapu sebagai kakak tidak lebih."


"Okey, lihat saja nanti Rey.. Aku Junior tidak akan pernahenaruh hati dan mencintai seorang wanita yang bernama Disthi. Dengar itu janji ku."


"Aku pengang janjimu."


"Okey, dan pantang bagi seorang Junior melanggar janjinya." Ucap nya dengan bangga..

__ADS_1


"Akhirnya saingan ku berkurang." Ucap Rey. membuat Junior menatap Rey dengan tatapan pertanyaan..


"Kau......" Belum sempat Junior berbicara, Rey sudah memotong ucapan nya..


"Yah.... Aku menyukai Disthi., Dan aku akan berusaha membuat Disthi agar bisa menjadi milik ku "


"Hahahahahha." Junior kembali tertawa mendengar ucapan Rey.. "Apa aku tidak salah dengar? Kau menyukai gadis bar bar? Rey sungguh selerah mu sangat aneh? Ejek Junior..


...🍃🍃🍃🍃...


"Disthi, kau sudah lama menunggu ku?" tanya Putra sambil menarik kursi yang ada di hadapan Disthi dan duduk tepat di depan Disthi..


"Tidak, aku juga baru sampe kok." Jawab Disthi.. "Ouh iya ada apa Put?" Tanya Disthi balik..


"Disthi. Tanpa sengaja aku mendengar ucapan mom ku.. Apa kau menerima perjodohan mu dan Junior?"


"Iya.. Mom bilang jika kau dan Junior telah di jodohkan sejak kalian masih kecil.." Jelasnya, lalu tangan Putra bergerak menggenggam jari jemari Disthi yang berada di atas meja.. "Kau tahu kan Disthi, bahwa dari dulu aku sangat mencintaimu.. Aku harap kau tidak menerima perjodohan ini. Aku harap kau bisa mengerti dengan maksud ku."


Disthi menarik tangan nya... "Maaf Putra."


"Apa maksud mu? Kau menerima perjodohan ini???"


"Menerima?? Sepertinya aku belum memberikan jawaban ku., Tapi......."


"Tapi apa?? Ayo katakan Disthi."


"Tapi apapun yang sudah menjadi keputusan orang tua ku, maka aku anak mengikutinya.."


"Tidak Disthi, tidak, jangan.." Ucap Pitra sambil menggelengkan kepalanya..

__ADS_1


"Tapi aku harap mom dan dad ku berubah pikiran,." Ucap Disthi dan membuat Putra tersenyum..


Putra tersenyum mendengar ucapan Disthi, yang artinya masih ada harapan untuk dirinya mendekati Disthi.. "Semoga saja mom dan dad mu tidak ingin melanjutkan nya." Ucap Putra, merasa sedikit lebih lega..


Sepulang bertemu dengan Disthi.. Putra memutuskan untuk singgah di rumah mom nya menemui Junior, untuk membicarakan seputar Disthi.. Di perjalanan, Putra terus memikirkan cara apa dan harus seperti apa, agar Junior tidak ingin menerima perjodohan meski mom dan dad nya memaksa.. Dan setelah lama berpikir akhinya Putra mendapatkan ide. Ide yang gila yang mungkin jika Disthi tahu, Disthi akan marah padanya..


Beberapa saat kemudian mobil yang Putra kendarai telah sampe di rumah mom nya, dan dengan segerah Putra turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam rumah..


"Mom, yuhuuu.... Aku datang, tapi tidak merindukan mu mom." Teriaknya..


Dan inilah dia Putra sangat memiliki sifat yang jauh berbeda dengan Junior. Jika Junior memiliki sifat pendiam maka Putra sebaliknya.. Intinya mereka kebalikan satu sama lain nya. Namun keduanya saling menyanyagi dan menghormati antara adik kakak..


"Untuk apa kau datang jika kau tidak rindu" Ucap Mom Aurel..


"Mom..." Panggil Putra lalu memeluk tubub mom nya..


"Lepaskan!! Katanya kau tidak rindu dengan mom."


"Ayolah mom, kau wanita pertama yang membuat hatiku berdetak lebih cepat, dan kau wanita pertama yang membuat ku jatuh cinta.. Jadi mana bisa aku tidak merindukan mu." Ucapnya lalu melepas pelukan nya dan mencium kening mom nya.. "I love you mom."


"Dasar anak nakal.." Ucap mom Aurel sambil memukul dada Putra..


"Junior ada?" Tanya Putra..


"Hhmm, ada di kamarnya.."


"Kalau begitu, aku ke atas dulu mom.. Ada yang ingin aku katakan pada Junior."


"Okey.."

__ADS_1


__ADS_2