
Di dalam perjalanan, Junior terus menghubungin no ponsel Disthi namun hasilnya tetap sama, Disthi tidak menjawab sama sekali panggilan Junior, sehingga membuat Junior memukul stir mobilnya. "Ahhh, kamu kemana?" Tanya nya pada diri sendiri.
Lalu setelah itu Junior kembali menghubungi no ponsel Disthi, namun sayang kali ini no disthi sudah tidak aktif lagi, sehingga membuat Junior gelisah panik secara bersamaan..
"Putra, yah pasti saat ini Disthi sedang bersama dengan Putra." Gumam nya sambil membanting stir mobilnya berlawanan arah, berniat menuju ke perusahaan adik nya.
Tak butuh waktu lama, kini mobil yang Junior kendarai telah tiba di perusahaan milik adiknya. Dengan segera Junior turun dari mobil dan berlari pelan masuk ke dalam. Para karyawan yang sudah kenal dengan Junior hanya bisa membukku badan melihat Junior yang berlari.
"Putra." Sapa Junior saat membuka pintu ruangan kerja Putra. "Dimana istriku?" Tanya nya tanpa basa - basi..
Istri, kata yang baru pertama kali Junior sebutkan sejak menikah dengan Disthi. Kata yang entah sadar atau tidak di ucapkan oleh Junior, dan membuat Putra menatap heran pada sang kakak yang kini ada di hadapan nya. "Istri?" Ulang Putra.
__ADS_1
"Yah, dimana kau sembunyikan istriku." Tanya Junior kembali sambil mengelilingi ruangan Putra mencari keberadaan Disthi.
"Hey, kau gila atau apa? Istri siapa yang kau maksud? dan untuk apa aku menyembunyikan istri orang." Heran Putra melihat sang kakak yang kini mencari seseorang yang ia sebut sebagai istri. Sesaat Putra tersadar.. "Tunggu, kau mencari Disthi?" Tanya nya sehingga membuat Junior berhenti mencari lalu menatap Putra
"Kau pikir aku mempunyai berapa istri, haa? Jelas lah aku cari Disthi, masa iya aku nyari orang lain." Ucap nya.
"Hahahaahah." Putra tertawa mendengar ucapan sang kakak yang menyebut Disthi sebagai istri.
"Sejak kapan, haa??" Ucap Putra lalu berjalan memghampiri kakak nya.. "Sejak kapan kau menyebut Disthi sebagi istrimu? Bukan kah Distji hanya sebatas barang untuk mu, yang kamu jadikan taruhan dengan ku? Atau jangan - jangan...." Ucapan Putra terpotong kala Junior menyelah.
"Stop, saat ini aku malas berdebat dengan mu. Aku ke sini mencari Disthi, jika tidak ada di sini katakan tidak ada. Tidak usah berbelit -belit seperti itu." Jelas Junior yang merasa terpojok dengan kata - kata Putra tadi.
__ADS_1
"Aku tidak memyembunyikan Disthi. Karna nanti jika waktu nya tiba aku akan datang dan menjemputnya dan tinggal bersama ku." Jelas Putra dengan senyum di bibirnya dan membuat Junior terdiam.
"Sudah lah aku malas berdebat dengan mu." Ucap nya lalu berjalan keluar dari ruangan Putra.
Baru kehilangan Disthi belum cukuo sejam membuat Junior merasa hampa, sedih dan tentunya merasa bersalah karna tindakan yang ia lakukan tadi. Mengusir Disthi walaupun itu tidak sengaja. Lalu bagaimana nanyi nasib Junior saat Disthi tahu yang sebenarnya, tentang taruhan itu. Apakah Junior sanggup kehilangan Disthi? Dengan berjalan gontai keluar dari perusahaan milik sang adik, Junior di rundung rasa takut, takut akan kehilangan Disthi jika sudah waktunya tiba.
Takut, perasaan ini yang kerap Junior rasakan kala sang adit Putra yang terus saja mengingat kan tentang taruhan yang ia buat sendiri.. "Mampukah aku?" Batin nya dengan mata yang mulai berkaca - kaca.
NEXT
jangan lupa like yah😉🤗
__ADS_1