Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
13


__ADS_3

Semuanya duduk serentak di ruang tamu rumah Anzel dan Mey..


"Jadi bagaimana, apa keputusan Disthi?" Tanya Aurel menatap Mey dan Anzel secara bergantian..


Mey terdiam sesaat, dan menatap masing masing wajah yang ada di hadapan nya...


"Pastinya Disthi memilih anak ku Rey " Timpal Roy memecah keheningan..


Semua menoleh ke arah Roy..


"Kenapa kalaian melihat ku seperti ini?"Tanya Roy, sambil tersenyum.. "Dari pada kalian pusing ingin menjodohkan Disthi dengan siapa, mending sama Rey saja." Timpalnya kemudian.


Anzel menepuk jidatnya. Membayangkan bagaimana jadi nya jika mempunyai besan seperti Roy, sudah somplak, matre pula..


"Roy diam!!!" Bentak Mey dan Aurel bersamaan..


"Kau bisa diam tidak??" Timpal Dewa, yang masih terlihat santai..


"Uppss maaf. Mulut ini sangat sulit untuk di ajak kompromi, kecuali........" Ucapan Roy terpotong


"Kecuali ada uang?" Tanya Mey, dan Roy tersenyum sambil menganggukkan kepalanya...


"Ada ada saja." Ucap Mey menggelengkan kepala.


"Jadi bagaimana ini? Besok pernikahan telah di siapkan, dan siapa yang akan menikahi Disthi besok? Apakah pernikahan ini harus dibatalkan?" Dewa membuka suara..


Sedangkan Junior, Putra dan Rey hanya duduk diam sambil mendengar orang tua mereka berbicara.. Berbeda dengan Disthi, saat ini dia sedang berada di dalam kamar.. Menunggu dengan harap harap cemas..


"Aku sudah berbicara pada putriku tadi.. Dan Disthi........


"Memilih anak ku, Iya kan?" Sela Roy.


"Ayah."


"Om."


Ucap Rey, Putra dan Junior serentak..


"Maaf, maaf."


"Jadi apa keputusan Disthi?" Tanya Aurel penasaran..

__ADS_1


"Disthi memilih perjodohan berjalan seperti semula.." Jawab Anzel.


"Dan itu artinya Disthi ingin menikah bersama dengan Junior." Timpal Mey.


"Tidak bisa." Sahut Junior dan Putra serentak..


"Bukan kah mom sudah katakan, keputusan apa pun yang Disthi ambil, kalian harus menerima." Jelas Aurel..


"Besok akan pernikahan tetap berlanjut," Ucap Anzel..


Putra dan Junior yang masih belum menerima kenyataan ini, serentak berdiri dan melangkah keluar dari rumah Anzel tanpa sepatah kata pun. Mereka berjalan beriringan tanpa satu kata terucap, karna sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.. Putra memikirkan kenapa harus Junior yang Disthi pilih? Kenapa bukan dirinya yang jelas-jelas sangat mencintai Disthi.. Dan Junior juga memikirkan, ada apa dengan Disthi, apakah Disthi mencintai nya sampai Disthi mau memilih dirinya dan menikah dengan dirinya.. Itu lah pemikiran mereka masing masing..


Hingga kedua nya sampai tepat di depan mobil mereka.. Junior menoleh ke arah adiknya.


"Aku tidak akan memberikan apartemen dan rumah ku, karna aku sama sekali tidak mencintai Disthi." Ucap Junior menatap Putra..


"Aku tidak butuh semua hartamu, yang aku butuhkan hanya Disthi.." Ucap Putra yang juga menatap ke arah Junior..


"Tenang saja, aku akan memberikan Disthi padamu, tapi tidak sekarang, tunggu setahu lagi.."


"Apa maksud mu?" Tanya Putra tidak mengerti dengan pemikiran Junior..


Putra terdiam mendengar ucapan sang kakak..


"Jadi siap siaplah berikan rumah dan juga apartemen mu." Timpal Juniot kembali..


"Besok, aku akan kekantor mu.. Setelah kau menikah besok, aku akan menemui mu dan memberikan apa yang kau minta. Asal penuhi janjimu, setelah setahun lepaskan Disthi biarkan Disthi bersama ku."


"Okey,. Aku tunggu. Aku tidak sabar dengan adik ku ini yang rela melepas semuanya demi seorang gadis bar bar."


"Stop Junior, Disthi wanita baik. Tidak seperti yang kau pikirkan."


"Kau di butakan cinta, jadi kau berpikir seperti itu.." Ucap Junior lalu membuka pintu mobilnya..Dan masuk ke dalam mobil..


Saat mobil Junior telah menghilang di hadapan Putra, Rey datang menghampiri..


"Sabar, kau harus iklas terima keputusan Disthi." Ucap Rey sambil menepuk pundak Putra.


"Sabar? Tentu aku akan sabar menunggu Disthi." Jawab Putra tersenyum membayangkan setahun lagi dia akan bisa hidup dengan wanita yang iya cintai..


Rey menggaruk kepalanya yang tidak gatal.. Menerka ucapan Putra barusan yang akam sabar menunggu Disthi.. "Apa aku melewatkan berita terbaru antara Junior dan Putra?" Batin Rey..

__ADS_1


"Kamu yakin? Akan sabar menunggu? Bukan kah Disthi dan Junior besok akan menikah? Lalu kebapa kau mau sabar menunggu?" Banyak sekali pertanyaan yang Rey tanyakan pada Putra..


"Kepo...." Balas Putra lalu masuk ke dalam mobil..


"Sepertinya ada yang mereka sembunyikan dariku" Gumam Rey.. "Aku harus mencari tahu apa itu."


Flash back


Saat mendapatkan telepon dari Aurel jika Aurel dan kedua anaknya akan datang ke rumah membicarakan hal penting tentang siapa yang akan menikah besok.. Mey langsung membicarakan hal ini pada Anzel sang suami..


Tanpa menunggu waktu lagi, Anzel langsung masuk ke dalam kamar sang putri membicarakan ini dari hati ke hati..


Setelah lama berbincang dengan sang anak, Anzel langsung kembali bertanya.. "Jadi apa keputusan mu sayang?"


"Dad...." Ucap Disthi.


"Jika kau tidak ingin menikah dengan kedua nya, maka dad akan membatalkan pernikahan untuk besok."


Disthi menatap wajah dad nya melihat masuk ke dalam mata dad nya secara mendalam.. Disthi menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan..


"Bismillah,." Ucap Disthi dengan tenang.. "Aku tetap pada keputusan awal yang dad dan mom rencanakan." Jawab Disthi.


"Junior? Kau memilih Junior?" Dad Anzel memperjelas kembali..


"Iya dad. Aku pilih Junior." Jawab Disthi..


"Baiklah jika itu sudah menjadi pilihan mu sayang, dad akan menurutinya.."


Entah apa yang ada di pikiran Disthi, kenapa iya harus memilih Junior yang jelas jelas tidak mencintai nya sama sekali.. Padahal jika Disthi memilih Putra, Disthi pasti bisa bahagia karna Putra mencintai Disthi sudah sejak lama..


Cinta sunggu sangat rumit😊


_Jika kalian di suruh memilih mencintai atau di cintai maka apa yang akan kalian pilih??? Dan apa alasan nya???


Tolong di jawab yah🤭🤭


Autor juga akan menjawab di bab berikutnya dan akan menjelaskan alasan nya..


Jangan lupa like dan komen.


salam sayang dari autor untuk kalian semua🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2