
Mom Aurel berjalan menghampiri Disthi sambil menitihkan air matanya. Yah sesaat di cafe, Disthi langsung merasa kanget dengan Mom Aurel dan ingin sekali memakan cake cokelat buatan Mom Aurel, itulah sebab nya Disthi mengaja kedua orang tua nya datang ke rumah Mom Aurel dan yang paling pasti alasan utama, yaitu Disthi tidak ingin persahabatan orang tua nya hancur karena dirinya dan juga ulah Junior.
"Maafkan Mommy sayang." Lirih Mom Aurel sambil memeluk tubuh Disthi. Disthi hanya tersenyum, meski Mom Aurel tidak melihat nya.
Mom Mey dan Dan Anzel hanya diam, melihat Mom Aurel memeluk anak nya.
Beberapa saat kemudian Dad Anzel berhadem, membuat Mom Aurel melepas pelukan nya dari tubuh Disthi. Dan langsung menoleh ke arah Anzel dan juga Mey secara bergantian. Mom Aurel langsung mendekat ke arah Mom Mey dan memeluk tubuh sahabat nya. "Maafkan aku," ucapnya dengan tangis.
"Untuk apa? kau tidak salah, kenapa harus minta maaf." Kata Mom Mey sambil menepuk pindak belakang Mom Aurel. "Sudahlah tidak usah menangis, lebih baik kau siapkan cake cokelat untuk cucu mu."
"Cucu?" ulang Mom Aurel saat melepas pelukan nya. "Cucu? maksud kamu Mey?" tanya nya lagi sambil menyeka air mata di pipi mulusnya.
Mom Mey hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan sahabat nya, lalu berjalan menuju dapur. "Ouh yah di mana Dewa?" tanya Mom Mey.
__ADS_1
"Jawab dulu pertanyaan ku yang tadi?" Susul Mom Aurel dari belakang Mom Mey.
Dan Anzel hanya tersenyum melihat istri dan sahabat nya. Ia pun jelas tahu persahatan yang mereka bangun selama ini tidak boleh terpisahkan karna ada nya kesalahan yang di buat oleh Junior dan juga Putra.
"Pertanyaan yang mana?" tanya balik Mom Mey
"Cucu apa yang kau maksud?" Tanya balik Mom Aurel
"Wahh berita yang sungguh luar biasa." Ucap Rey yang memperhatikan dari luar rumah orang tua Junior. "Sepertinya dugaan ku sangat benar. Tapi kenapa orang tua Disthi tidak ingin menemui Junior?" Rey bertanya pada dirinya sendiri.
Sesaat ponsel Rey berdering, tertera nama Junior di sana. Dengan segerah Rey menggeser icon hijau yang berada di layar ponselnya.
"Kau dimana?" tanya Junior dengan suara yang keras, membuat Rey menjauhkan ponsel dari kuping nya dan mengusap kuping nya yang terasa panas akibat teriakan Junior.
__ADS_1
"Rey." Panggil Junior kembali.
"Kau itu kenapa? kenapa sih teriak-teriak? aku ngak tuli yah." Kesal Rey.
"Okey, sekarang katakan kamu di mana? barusan aku sampai di depan rumah Disthi tapi mobil mu tidak ada. Bukan kah tadi kamu akan menemaniku menunggu pintu pagar terbuka?"
"Yang pergi siapa?" tanya Rey kembali. Membuat Junior terdiam. "Siapa suruh kau pergi terburu-buru tanpa pamit, yah aku pergi juga lah. Masa ia aku harus menunggu sendiri." Jelas Rey sambil tersenyum penuh arti.
"Yah tapi setidaknya bantu aku ..." Ucapan Junuor terputus kala Rey memutuskan sambungan nya. "Sial" Umpat Junior. "Berani sekali kau Rey."
"Sory Junior, tapi ada hal yang harus aku selidiki biar rekening ku semakin menggunung" Gumam nya sambil tersenyum, mengingat Junior akan memberikan uang padanya dengan memberika informasi tentang Disthi.
"Sekarang aku harus ke apartemen Putra, aku harus bisa mencari info dari Putra, biar semuanya bisa sempurnah." Ucapnya, dan berlalu dari rumah orang tua Disthi
__ADS_1