Wanita Taruhan CEO Season 2

Wanita Taruhan CEO Season 2
46


__ADS_3

Pagi hari, secara perlahan Disthi membuka matanya dari tidurnya, dan merasa sulit untuk bergerak, karan tangan kekar sedang memeluk tubuhnya dengan erat.


"Tangan siapa ini?" batin Disthi lalu secara perlahan menyingkirkan tangan tersebut, saat sudah berhasil lepas dari tubuhnya, Disthi lalu menoleh dan melihat wajah Junior yang sedang tertidur pulas. Sesaat Disthi tersenyum, lalu beberapa saat ia kaget melihat dada bisang milik Junior yang tak memakai baju.


"Ehh, apa yang terjadi?" ia bertanya kembali pada dirinya. Lalu menatap tubuhnya, dan betapa kaget nya Disthi melihat tubuhnya yang sudah polos yang hanya di tutup oleh selimut.


"Auuhhh" rintih Disthi merasakan perih di daerah bawah.


Lalu dengan perlahan Disthi turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Astaga apa ini?" lagi-lagi ia bertanya pada dirinya sendiri saat melihat banyak bekas merah yang berada di tubuhnya..


"Tunggu ..? apa semalam aku dan Junior melakukan hal itu?" Disthi mengingat kejadian semalam, namun ingatan nya hanya sampai saat mereka ingin pulang.


'aahhhh' teriak Disthi. "Kenapa aku bisa sampai lupa dengan kejadian semalam" Ucap nya di kamar mandi.


Dan beberapa saat Junior mulai bangun, dengan senyum mengembang di wajahnya mengingat kejadian panas yang ia lakukan semalam bersama dengan Disthi sang istri. "Ini pasti ulah Rey." ucapnya.

__ADS_1


Junior turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. 'tok, tok, tok,' suara pintu yang di ketuk oleh Junior dari luar. "Disthi ..." Panggilnya,


Disthi yang berada di kamar mandi sontak kaget mendengar Junior memanggilya. "Astaga, apa yang harus aku lakukan? sungguh aku malu bertemu dengan Junior. Kenapa juga sih aku ngak ingat kejadian semalam" Ucapnya lalu mondar mandir di dalam kamar mandi, bingung ingin melakukan apa.


"Disthi .." Panggil Junior lagi " Ayo buka pintu nya, aku ingin mencuci wajah ku."


Disthi tidak menyahut ucapan Junior sehingga membuat Junior di depan pintu bertanya - tanya, apa yang Disthi lakukan di dalam sana.


"Disthi, are you okey?" tanya sambil mengetuk pintu. "Jika kau tidak membuka nya dalam hitungan ke tiga, maka pintu akan aku dobrak" Teriak Junior membuat Disthi yang berada di dalam menjadi semakin panik.


"Apa yang harus aku lakukan? Astaga, kenapa harus ada situasi seperti ini?"


'ceklek' pintu terbuka, dan Junior langsung tersenyum memandang Disthi, namun berbeda dengan Disthi ia malah marah melihat wajah Junior


'Bukkhhh' Satu pukulan mendarat di perut Junior. "Katakan! apa yang kau lakukan padaku semalam, haa?" Tanya nya sambil terus memukul tubuh Junior.


Junior menangkap kedua tangan Disthi sehingga Disthi tidak bisa lagi memukul tubuhnya. "Stop!!" Pintanya. "Apa kau tidak ingat? semalam kau menggoda ku dan meminta aku untuk melayani mu." Jelas Junior.

__ADS_1


"Tidak .. Tidak mungkin."


"Mungkin lah, kan sudah terjadi." Ucap Junior dengan senyum jahil nya berniat menjahili Disthi.


"Apa yang terjadi?" tanya Disthi dengan polosnya.


"Mau tau apa yang terjadi?" jawab Junior dengan sebuah pertanyaan.


"I-iya memang apa yang terjadi?"


Junior langsung menggendong tubuh Disthi dan membawa nya menuju tempat tidur.. "Junior lepaskan." Pinta Disthi namun Junior tidak menggubris.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Disthi saat tubuhnya sudah berbaring dan Junior berada di atas nya dengan senyum mengembang.


"Ingin melakukan hal yang terjadi semalam, agar kau tahu apa yang terjadi." Ucapnya lalu mencoba mencium bibir mungil Disthi yang sudah menjadi candunya sejak semalam.


Namun Disthi menahan dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Junior ..."


"Aku ingin meminta hak ku." Jawab Junior membuat Disthi menelan saliva nya secara kasar.


__ADS_2