"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
Menjadi pembunuh atau menyesal selama lamanya


__ADS_3

Di saat dia sedang bersedih atas kepergian Aska tiba tiba "uuekk... Uuekk  ueekk" rasanya pengen muntah laila pun langsung pergi ke kamar mandi perutnya sangat mual dan lailapununtah muntah di kamar mandi kurang lebih 3 menitan


Lailapun balik ke kamarnya


"Kenapa akhir akhir ini muntah muntah terus sih biasanya masuk angin juga gk begini ahhh gk enak banget" ucap laila dia berbaring di kasurnya


Sudah dari kemarin dia minta muntah perutnya sangat tidak enak apalagi momen sedihnya sudah dihancurkan karena mual mual author juga berfikir pasti pembaca nih ada yg berfikir aneh aneh okeh skip di saat itu mata laila langsung terbelo diapun segera bangund ari tempat tidurnya


Di saat itu dia mengingat testpack yg sudah ia beli takut ada apa apa akhirnya dengan berani laila pun mengunci pintu kamarnya lalu masuk ke kamar mandi ya tentus aja untuk mengecek dia hamil atau tidak setelah itu


Dia menunggu beberapa menit setelah beberapa menit diapun langsung melihat testpack itu dan benar saja laila positif hamil itu membuat dias angat terkejut lalu laila pun kembali mengeceknya dari dekat kali aja dia salah lihat tetapi benar dia tidak salah lihat


Tangannya langsung menjatuhkan testpack itu dia tidak percaya akan mengandung anak dari seorang yg dia paling benci yaitu wiliam karena memang dia sangat terkejut apalagi kan di baru melakukannya satu kali tidak mungkin hamil


"Gk gk mungkin... Gk mungkin aku mengandung anaknya kan enggak kenapa!!?? " ucapl aila dia langsung terjatuh tak percaya itu dan sudah ada niat jahat untuk menghancurkan bayi itu "enggak aku harus gugurin bayi ini harus" ucap laila tanpa basa basi dan berfikir terlebih dahulu


Karena dia tahu ini sebuah resiko lagi pula dia belum siap punya anak ini semua terpaksa dia masih ingin sekolah "aku harus gugurin pake apa!? Hah aborsi? " niat jahat kembali menghantuinya "baiklah aku tidak peduli mau apapun itu aku hari gugurin bayi ini" ucap laila


Seketika dia menangis dia menangis setelah menyadari dirinya begitu kejam ingin membunuh bayi yg ada di dalam kandungannya itu "hhiiskk.... Apa yg harus aku lakuinn? Baiklah begini saja aku akanc OB cek ke dokter kalau benar aku hamil aku akan aborsi tapi kalau tidak syukurlah" ucap laila


Lalu diapun berusaha menenagkan dirinya tetapi beberapa menit kemudian dia kembali teringat dengan berapa jahatnya dirinya "hhiiskk kenapa aku begitu jahat mengapa? Anak ini tidak bersalah laila kenapa harus kau bunuh? "


"Heh tapi aku harus membunuhnya aku tidak bisa membiarkan orang sepertinya ada di dunia ini aku tidak mau melahirkan keturunannya tidak dia tidak boleh ada" ucap laila

__ADS_1


Sampai akhirnya keesokan harinya....


Dengan berpakaian seperti biasa agar tidak ketahuan oleh Fatimah laila pun berjalan ke luar Fatimah yg melihatnya tentu saja bertanya "laila kau ingin kemana? " tanya Fatimah laila langsung berbalik dan dengan ekting nya yg mantap diapun menjawab "ahh Fatimah aku sangat bosan di rumah aku pergi sebentar ya"


"Untuk apa? Tidak! Kau tidakb oleh pergi nanti terjadi apa apa kepadamu" ucap Fatimah "ah tidak akan lagian aku mau beli emm... Pembalut ya pembalut" ucap laila masih terus mencari kesempatan? En dengar itu Fatimah agak terdiam sejenak "ahh tidak usahlah aku saja yg beli"


"Ahh Fatimah ayolah aku juga mau keluar sudah lama aku tidak keluar" "ahh baiklah tetapia da batasnya 1 jam kau harus sudah sampai ke sini okeh" "okeh" ucap laila dia senang akhirnya Fatimah mengizinkannya setelah itu laila pun buru buru pergi


Dan seperti tempat tujuannya adalah rumah sakit dia pergi ke dokter untuk mengecek kandungan dan akhirnya hasilnya keluar dan benar saja laila positif hamil membuat laila tambah shok bisa bisanya dia hamil "gk salah dok" ucap laila "iya mba memangnya kenapa? Kenapa mbak malah terkehut O iya selamat ya mbak" ucap dokter itu


"Aahhh yaudah makasih ya dok" ucap laila mukanya jadi murung setelah mendapati kabar yg tidak ingin dia dengar lalu dia pergi dari sana seperti tidak ada jalan hidup lagi diapun menaiki taksi dan bersedih sambil bilang di hatinya *maafkan aku Aska aku akan menjadi seorang pembunuh juga* ucap laila dalam hati


Dia sangat sangat bingung dan bersedih menyadari dirinya bahwa dia juga akan menjadi seorang pembunuh


Tanpa di sangka sangka Fatimah yg licik dari awal sudah mengikuti laila sedari tadi dia tentu sajat idak akan membiarkan laila sendirian apalagi sedari tadi dia merasa curug "laila seharusnya ektingmu lebih bagus seperti Aska agar aku bisa di bohongi..... Hhuuff.. Aku juga tidak tahu apa yg harus aku lakukan bila menjadi dirimu tapi jangan jadi pembunuh" guman Fatimah


Dia tau apa yg laila rasakan dan yg ingin laila lakukan karena dia sudah berpengalaman maksudnya dia sudah membaca banyak cerita yg seperti itu gitu jadi jangan berfikir bahwa Fatimah pernah mengalami seperti laila okeh baiklah kita lanjut


Setelah itu laila sampai dan Fatimah sudah sampai duluan dia berekting seperti tidak ada apa apa ketika kedatangan laila itulah Fatimah mungkin dia adalah pembohong sedunia karena memang Fatimah benar benar jago ekting


Dia sedang menyajikan masakan dan melihat laila yg baru pulang dengan membawa kantong kresek "laila bersihkanlah dirimu sehabis itu kita makan" ucap Fatimah "baiklah" ucap laila agak murung lalu diapun pergi ke kamar


Di kamar dia langsung mengunci pintu

__ADS_1


Dan bersandar di pintu "hhiiskk... Kenapa ini harus terjadi kepadaku hah kenapa?? Hhiiskk hhiiskk" "aku gk mau mengandung anaknya aku takut dia akan seperti wiliam tapi aku juga tidak mau menjadi seorang pembunuh hhiiskk bagaimana ini....? "


Di sana laila menangis dia tak tahu apa ygh arus dia lakukan


"Hhuuff... Baiklah tak ada cara lain aku harus mengugurkan bayi ini besok" ucap laila tanpa dia sadari Fatimah menguping di luar dia mendengar laila yg ingin menggugurkan bayinya


Dia juga bingung karena kalau bayinya lahir kashianl aila tidak bisa meneruskan sekolahnya dan kasihan anak itu tidak memiliki seorang anak ataupun apakah anak itu tidak akan tidak kecewa bila mengetahui bahwa ayah dari anak itu adalah seorang pembunuh


Tetapi kalau bayinya di gugurkan itu akan lebih baik tetapi dia jugat idak ingin laila menjadi pembunuh seperti yg lainnya Fatimah terdiam berfikir dia tidak tahu lagi apa yg harus dia lakukan dan kasihan bayinya juga di akherat akan di siksa menurut keyakinannya


Dan padaa khirnya Fatimah pun hanya bisa diam


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2