"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
masa lalu yg masih terpendam


__ADS_3

angan lupa like, shere, comen, vote and tambah ke favorit oke semua👌👌👌 tansk ya😊😊👍


...__SELAMAT MEMBACA___...


Alex mengambil pena dan mencelupkannya ke tinta


diapun menggambar sesuatu dan berbicara


"di mulai dari usiaku 17 thun


aku sudah menjadi mafia karena orang tua yg jahat lalu aku kaya dan berfikiran ingin membangun istana milikku sendiri


lalu membangunnya di tengah tengah hutan agar para polisi tidak mengetahui diriku sampe akhirnya aku mengenal sandra dan tertarik tapi keluargaku menjodohkanku dengan amila


karna keluarga amila kaya mereka tidak tahu aku juga kaya" ucap Alex sambil menggambar


wiliam masih mendengarkan


"sampe akhirnya aku terpaksa menikah dengannya aku berjanji ketika menikah dengannya aku akan membuatnya tersiksa seperti di neraka"


"karna dia


sandra jadi perbaling dan tak mau jadi pelacor lalu aku perlahan membuatnya tersakiti dan membunuhnya secara perlahan lahan dengan hal yg tidak akan terlupakan" ucap Alex


"kenapa ayah menghamili ibu dengan terlahirnya aku dan juga kakak Aska" ucap wiliam dingin


"aku membuat ibumu hamil dan melahirkan anakku yaitu kalian karena agar kalian menjaadi pembunuh seperti ayah tapi kau!! tidak mau dan malah membela ibumu terpaksa aku membuangmu dan menyiksamu dengan ibumu"


"tujuanku hanya membuat kalian mati perlahan lahan tapi aku akan mengabulkan keinginan wanita malang itu dan membiarkanmu hidup jadi bersyukurlah" ucap Alex


wiliam sudah mengepalkan tangannya


Alex pun menaikan kertas itu dan membaliknya menaruhnya lagi menunjukkan kepada wiliam


wiliam melihat gambarnya


gambar wanita yg terbakar


...__________...


bbrrakkk


wiliam membuka pintunya dengan kencang lalu berjalan dengan cepat keluar dari sana


tiba tiba langkahnya terhenti karena ada perempuan di depannya yg menghentikan langkahnya


wiliampun menatapnya dengan dingin


"heh hhuuff


kurasa kakak ketiga kesal mendengar perkataan ayah" ucap memelia ya itu adalah memelia


"heh" guman wiliam


"di istana ini memang tidak indah kita juga tersiksa bukan hanya kamu aku tau masa lalumu buruk tapi ingatlah" ucap memelia menatap wilian


"kedudukanmu lebih rendah dari pada ayah


kau tidak bisa balas dendam begitu saja" lanjut memelia


"itu urusanku bukan urusanmu" ucap wiliam dingin diapun berjalan pergi


"heh memang berurusan dengan lelaki susah selalu saja mengikuti egonya heh" guamn memelia diapun pergi meninggalkan tempat itu


...__________...


"heyy kakak kau harus ajari aku memanah" ucap hiroo


"kenapa tiba tiba kau mau diajarai" ucap natan


"aku hanya ingin menjadi hebat saja


lihatlah kalian semua pandai memanah dan juga memakai pedang sementara aku hanya memegang pistol" ucap hiroo


pintu terbuka mereapun langsung melihat dan itu adalah wiliam dia dengan kesal berjalan dengan cepat dan duduk diantara mereka


"hhuufff


wiliam juga tidak bisa memanah dan belum ahli" ucap vero agak dingin


"apa kakak ketiga belum bisa memanah kenapa bukankah yg lain pada hebat" ucap hiroo

__ADS_1


"dia itu di kirim ke sebuah tempat oleh ayah dan hanya diajari cara membaca menaiki kuda dan lain lain tidak handal dalam pedang dan memanah" ucap natan


"heh tentu saja sudah ku bilang dia itu tidak sebanding dengamu kau bisa memainkan pistol sementara dia tak pernah memegang pistol" ucap aska dingin


"ohhhhh"


ucap hiroo mengangguk angguk


wiliam mendengarkan semuanya dan terdiam


diapun bangun dari duduknya dan ingin pergi


"kau mau kemana


apa kau tersendir dengan kata kata itu" ucap aska diapun melihat wiliam


wiliam berhenti mendengar kata kata itu


"aku tau kakak lebih hebat dariku sekalipun adik terakhir dia lebih hebat dariku


maaf aku ada urusan" ucap wiliam dingin tanpa menengok diapun keluar dari sana


"apakah kakak ketiga ngambek" ucap hiroo


pllakk


"aaa...." ucap hiroo kesakitan karena di geplak menggunakan buku oelh natan


"kau pikir kakak ketiga sama sepertimu heh diamlah" ucap natan


"iya iya aduhh salahku apa" ucap hiroo sambil menggosok gosok jidatnya


wiliam berjalan dengan cepat tapi langkahnya terhenti karena ada seseorang


"kau ingin kemana" ucap sandra ya itu adalah sandra


wiliam melihat sandra


"salam ibundah"


ucap wiliam memberi hormat sandra tersenyum


"ya sepertinya hubungan kita mulai baik


"lupakan ibu kandungmu" ucap sandra


tanpa sadar air mata wiliam jatuh


"bagimana bisa aku melupakan ibuku sementara dia dibunuh oleh suaminya di depan mataku" ucap wiliam


"hhuuff


ingat ibumu itu bagikan bunga yg sudah layu" ucap sandra sambil berjalan lalu memandangi pemandangan


"seberapapun kau merawatnya


dia tidak akan mekar lagi dengan sempurna" ucap sandra lagi


"aku tahu yg sudah tidak ada tidak bisa kembali lagi


aku hanya trouma heempp maaf kan aku ibundah" ucap wiliam tersenyum


sandra melihatnya


"kau mau pergi kemana


bukankah kau tidak mengenal jalan luar" ucap sandra


"aku sedikit tahu


di tempat yg ayah kirimkan di sana aku pernah berjalan jalan untuk latihan jadi aku ingin pergi ke tempat yg tenang" ucap wiliam


"baiklah kamu boleh pergi" ucap sandra wiliampun memberi hormat lalu pergi


di balik semua itu sandra tersenyum licik


"kau tidak akan membalaskan dendammu dengan mudah karna semuanya tidak seperti yg kau harapkan wiliam" guman sandra


..._________...


"hhuufff....."

__ADS_1


di taman yg damai dan sepi sambil memandangi danau wiliam melihat pemandangan indah


warna hijau dan juga danau yg sejuk sambil mendengarkan lantunan musik yg sedih sambil mengenang semua kenangan yg ada


yg lalu


flack back onn


"hhuuffff...."


"ibu kenapa ibu menghela nafas"


"hemp tidak sayang ibu hanya pengen keluar dari sini"


"pahit ya ibu wiliam juga


tapi kenapa wiliam harus menutupi kepala wiliam" ucap wiliam kecil ibunya pun tersenyum


dan memegang wajah anaknya


"suatu hari nanti kau akan tahu sayang" ucap amila ibu wiliam


"emang kau tidak suka" ucap amila


"tidak aku menyukainya dan mungkin sampe besar aku akan terus memakainya" ucap wiliam


"kenapa"


"nanti ibu juga akan tahu pas aku besar"


"hhuuff wiliam maaf ya karna ibu tak bisa membawamu keluar dari sini dan tak bisa membuatmu bahagia" ucap amila


"tidak apa apa yg penting ibu tidak membeciku" ucap wiliam


"hah kenapa ibu harus membencimu"


"aku ini lahir karena seorang pria yg ibu benci


aku mungkin berfikir ibu akan membenciku karna itu" ucap wiliam


"hemmpp tidak akan walaupun begitu kau juga anak ibu jadi jangan berfikir gitu oke" ucap amila diapun tersenyum dan memeluk anaknya


flack back off


sambil mengingat kenangan yg ada sambil emndengarkan musik dan juga memandangi pemandangan yg indah


terasa sakit di dadanya rasanya sangat sakit mengingat semuanya


sementara wiliam hanya dengan tatapan datarnya


"heyy memang kejamya"


ucap seaeorang tiba tiba saja datang


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


beramabung.....

__ADS_1


...***TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA***...


__ADS_2