"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
cinta bukanlah hanya sekedar menunggu tapi mmeperjuangkan


__ADS_3

di sana wiliam mengingat masa kecilnya


"hhuuff" diapun menghela nafasnya


memikirkan semuanya


Fatimah yg melihat itu hanya diam diapun


duduk dan membelakangi wiliam


Fatimah tidak terlihat karena ada tanaman yg menghalangi tubuhnya


di sana dia memasanga headnsetnya


mendengarkan musik


"hhuuff" dia menghela nafasnya


*kau makin parah wiliam


kau egois kau bertindak tanpa mengetahui siapa dalang di balik semuanya


kau egois karna emosimu kau bertindak begitu saja"*


*kau tau Aska itu tidak bersalah kenapa kau membuatnya seperti ini


dia kasihan aku memang tidak perduli terhadapnya tapi aku kesal denganmu* batin Fatimah


"okeh kan ku biarkan kau bersama orang lain aku tak peduli lagi" ucap wiliam dingin diapun langsung melompat


bbruukk


Fatimah kaget diapun menengok ke belakang wiliam sudah tidak ada


"dia bunuh diri jatoh atau apa" ucap Fatimah lalu Fatimahpun mengintip sebentar di dan tidak ada apa apa


"hhuuff" Fatimahpun menghela nafas diapun akhirnya pergi


diapun akhirnya menetap di tempat wiliam


mendengarkan musik


________


setelah berdiam beberapa lama di sana


"hhuuff


masa ke kamar ya hhuuff aku gk mau sih tidur sama cowok tapi di sini juga gk enak kok dia keliatannya enak banget ya" ucap Fatimah


dia bingung harus pilih ke kamar atau tetap menetap di sini


"ngapain di sini?"


"astagfirulah!" ucap Fatimah yg terkejut dia ingin jatuh tapi untungnya tidak jadi dan ternyata adalah memelia


"hhuuff kirain siapa" ucap Fatimah yg lega kalau itu bukan hantu melainkan memelia


"kau sedang apa di sini??" ucap memelia


"tidak ngapa ngapain hanya cari angin segar saja biar pikiran ini tenang"


"di sini memang dingin


hidup ini memang susah ya" ucap memelia menatap langit


"hem" Fatimahpun menatap memelia dan diapun tersenyum kecut


"heh sepertinya kau mengalaminya juga"


"tentu saja kita ini sesama manusia pasti susah kau tidak tahu hidupku itu bagaikan serigala yg sudah menemukan majikannya"


"memang apa nasibmu


apa masih membahas tentang lelaki yg dijodohkan denganmu itu"


"ya iya kau tidak tahu


aku mendadak di jodohkan oleh lelaki yg tidak aku kenal yg sikapnya kaya es batu dingin datar kaya tembok eh pokoknya ngeselin deh" ucap memelia


"heh sabar ya


tapi kalo udah lama nanti juga saling cinta kok"


"cinta? sama dia ih najis

__ADS_1


dia mah orangnya begitu aku ngelakuin ini ini ini selalu aja gk di bolehin ngancem mulu bisanya"


"heheh jangan bilang kaya gitu nanti beneran cinta loh cinta itu terkadang berawal dari benci"


"ihh ya tau sih lagian juga kita gk bakal kepisah"


"iya nanti juga punya anak"


"hhihhhhhh


aduh amit amit dah punya anak dari bapak yg dingin kaya gitu nanti anaknya ketularan lagi"


"amit amit apa imut imut" canda Fatimah


"apaan sih amit amit lah imut dari mana"


"heheh"


merekapun akhirnya bercanda bercanda di atas sana ketawa tawa menceritakan beberapa cerita yg mereka miliki untuk menjadi bahan lawak


sementara itu


wiliam dengan muka dingin dan datarnya kembali ke penginapan di sana dia melihat laila yg sudah terlelap di kasur


wiliam berhenti sejenak diapun berfikir dan akhirnya dia pergi ke laila


"kalau ini alurnya akan ku ikuti" ucap wiliam dia melihat wajah laila yg cantik yg sedang tertidur


lalu iapun mencium kening laila


keesokan harinya...


di pagi hari Fatimah begadang di atap rumah entah apa yg dia lakukan hanya merenung di jam 04.45 Fatimah memutuskan untuk kekamar mau sholat subuh


di sana dia menemukan Aska yg sedang


memainkan komputarnya


lalu Askapun menengok ketika Fatimah membuka pintu


"kau habis kemana saja" ucap Aska sambil memainkan komputernya


"gk kemana mana cuman ngobrol ngbrol aja lagian kepo banget" ucap Fatimah dingin


mendengar itu Aska pun diam


Aska menyadari semuanya di cermin tapi dia diam dan sibuk memainkan komputernya


Fatimah yg melihat itupun


akhirnya sholat


di saat itu Aska melihat komputernya yg berisi suatu gambar dia berhenti mengetik lalu memperhatikan gambar tersebut


terlihat di gambar itu


rumah yg terlihat seperti jaman dulu di negri yg kecil dan banyak penduduk


di sana dia memperhatikan suatu rumah


"daindong" guman Aska diapun memperhatikan rumah ya itu adalah rumah yg di tempati oleh wiliam dan juga Fatimah di daindong


*siapa yg menculiknya?* batin Aska


sehabis sholat Fatimah melihat ke arah Aska dia tau ada gambar tempat tinggalnya dulu di sana


Fatimahpun pergi ke arah Aska


"kau sedang apa?" tanya Fatimah dingin


"hhuuff..


kau di culik kira kira bulan apa dan tanggal berapa?" ucap Aska


"aku di culik"


Fatimahpun mencoba mengingat ingat


"kalau sekarang sudah tanggal 5 agustus


berarti di saat itu aku di culik pada tanggal 5 mei aku lupa hari apa"


"memang kenapa?"


"tidak aku hanya ingin menyelidikinya

__ADS_1


aku heran bagaimana bisa kau selamat dari binatang buas yg ada di hutan itu"


"aku juga tidak tahu"


"tapi di sana aku hanya menemukan beberapa hewan waktu itu aku menemukan macan putih tapi dia hanya lewat dan tidak menyerang juga aku sempat melawan ular


hanya itu saja tak ada hewan hewan buas yg besar yg memangsaku saat itu"


"kau bertahan hidup dengan apa?"


"sudahku bilang dengan doa


di sana juga ada buah buahan yg terdapat di pohon untuk menjanggal perutku"


"ciri ciri penculiknya?"


"haiisyy"


Fatimah memutar bola matanya malas


"ngapain di cariin penculiknya sudahlah mungkin dia berfikir aku sudah mati di hutan itu"


"penculik itu bisa saja masih mencarimu


kau tau seberapa ahli penculik itu?"


"sepertinya


dia cukup handal memakai soplen agar katanya tidak terlihat tapi dia hanya menculikku saja membiarkanku hidup"


flack back onn


di saat itu Fatimah sedang di sekap di sebuah tempat


dia melihat sekeliling kepalanya terasa pusing bekas biusan kemarin


tangannya diikat kakinya diikat untuknya mulutnya tidak di perban


lalu tiba tiba datang seorang pria memakai


celana hitam, sepatu hitam, jaket hitam, memakai masket hitam, topi hitam dan rambut biru tua kehiaju hijauan


di sana Fatimah memandanginya dengan dingin


"kenapa kau menculikku?"


"hhuuff"


penculik itupun menghela nafas


"kau akan tau nanti kenapa aku menculikmu" ucap dingin penculik itu


Fatimah memperhatikan bola matanya yg berwarna hijau dia tau itu memakai soplen gitu


"apa gunanya menculikku?


aku ini hanya orang biasa"


"kau memang orang biasa


tapi menurutku kau seseorang yg luar biasa"


"heh apa maumu?"


"aku mau kau menjadi budakku"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2