"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
"emang wiliam doang aku juga bisa keles"


__ADS_3

okeh skip keesokan harinya


pergi pergi pun di mulai


semuanya sudah ada di bus dan membawa rancle untuk pakaian karna di sana mereka akan menginap


mereka semua sudah kumpul di bus


begitupun dengan kevin, erlan, brain, veroo dan juga Aska mereka juga naik di bus


"siapa yg belum datang?" tanya pk guru ke muridnya mereka mengengok nengok


"Fatimah pak" ucap memelia dia duduk di samping kakaknya veroo karna laila duduk bersama Aska


"kemana Fatimah kenapa dia belum datang?" ucap pak guru


merekapun tidak tahu tapi tidak lama


"maaf pak saya telat" ucap Fatimah


"yasudah duduk kita akan berangkat" ucap pak guru Fatimah pun mengangguk diapun akhirnya duduk di sebelah Aska


di samping mereka terdapat wiliam dan juga laila lalu di samping wiliam terdapat veroo dan memelia di belakang Fatimah terdapat kevin dan erlan sementara brain ada di paling depan di samping gurunya


bus pun akhirnya jalan di perjalanan wiliam hanya bermuka dingin


sementara laila malas dengan perlakuan wiliam begitupun dengan yg lain mereka bermuka datar


wiliam meliajt ke arah Fatimah lalu memalingkan wajahnya lagi dia terlihat kesal dan mengepalkan tangannya


laila mengetahui gerak gerik wiliam dia bingung


*ada apa sih sebenarnya?* batin laila


sementara Fatimah dan juga Aska terlihat diam saja


sesampainya mereka di seperti pedesaan itu merekapun turun


"okeh anak anak kumpul dulu ya" ucap pak guru yg memakai speker agamar mereka semua kedengeran


mereka semuapun mengumpul dan berbaris


"SELAMAT DATANG DI PEDESAAN"


"okeh anak anak ayo ikuti bapak jalan ke sini"


merekapun akhirnya berjalan jalan


"ih kenapa sih ini jalannya sempit banget"


"iya ih sempit banget eh sonoan dong"


"lu ciwi ciwi ribet banget lagian udah tau ke sini pake sepatu hak lagi"


"eh tar serah kita lah"


merekapun pada ribut ribu karna mereka melewati gang gitu lah


akhirnya merekapun sampai di rumah


yg cukup besar berwarna putih


"okeh anak anak kita akan tinggal di sini untuk beberapa hari di sana ada persawahan nanti kita akan belajar menanam berbagai tumbuhan"


"okeh sekarang anak anak sekalian bapak minta kalian siap siap kalian berekan barang barang kalian tempat lelaki ada di sebelah kanan dan tempat perempuan ada di sebelah kiri ayo ayo bersiap siap" ucap pak guru


merekapun pada bubar ketempatnya masing masing sementara di sana tinggal pak guru para kakak kelas wiliam, memelia, Fatimah dan juga laila


"ihh wiliam lepasin" ucap laila yg ingin pergi tapi tangannya tidak mau di lepas oleh wiliam wiliam hanya diam


"ayo laila wiliam kalian ke kamar maisng masing" ucap pak guru


"saya akan sekamar bersama laila" ucap wiliam dingin semuanya menatapnya

__ADS_1


"tapi kalian tidak boleh sekamar wiliam" ucap pak guru mendengar itu wiliam melihat ke arah Aska


"biarkan mereka sekamar" ucap dingin Aska


"ahh yasudah baiklah kalian akan sekamar kalian akan bersama dengan kakak kelas lainnya" ucap pak guru yg tidak bisa membantah perkataan Aska


"saya juga sekamar dengan Aska" ucap Fatimah dia merasa tidak adil tapi mereka yg mendengar perkataan Fatimah langsung bingung


"what?" ucap kevin


Aska langsung menatap Fatimah begitu juga dengan wiliam dia langsung menatap tajam Fatimah


Fatimah tidak perduli


"apa kau yakin Fatimah" ucap pak guru meyakinkan dia juga ikut terkejut


"gila banget" ucap memelia yg tau


"iya pak ya kan Aska" ucap Fatimah mencoab mempercayai Aska dan memegang bajunya


"kalian belum menikah tidak boleh sekamar" ucap veroo lantang


"iya jika ada kejadian apa apa bapak tidak mau tanggung jawab" ucap pak guru


"tidak apa apa kok pak" ucap Fatimah diapun menarik jaket yg Aska gunakan


Aska dengan muak dinginnyapun berkata


"ya dia akan tidur bersamaku jadi dia sekamar denganku jangan membantah" ucap Aska mereka yg mendnegar itu terkejut apalagi laila


*Aska apa yg terjadi


sebenarnya apa yg terjadi?* batin laila bertanya tanya


"apa yg dia lakukan?" ucap kevin


"sepertinya rencanya berhasil" jawab brain


rencana apa?" ucap kevin


"kau nanti akan tau aku juga tidak tahu tapi pasti ini rencananya" bisik brain


kevin erlan dan juga veroo yg ada di dekat brain pun mengerti sementara mereka masih bertanya tanya


*Fatimah kau sudah berubah


sepertinya kau sudah tertarik kepadanya


apa yg ingin kalian lakukan?* batin wiliam dia snagat marah tapi dia berusaha menyembunyikan rasa marahnya itu


"yasudah kalau begitu sudah memelia kamu bersiap siaplah" ucap pak guru


"ah pak saya tidur sama kak veroo pak" ucap memelia tak mau kalah


"hahhh kamu ini


gk ada gk ada" ucap pak guru yg sudah puyeng


"ahh kak veroo" rayu memelia dengan manja ke veroo


"sudah sekarang kamu ke kamar ya" ucap veroo


"ahh kak veroo begitu yaudahlah aku ngambek"


"ehh eh iya dah tidur bareng


udah gede juga"


"biarin" bales memelia tidak peduli


"kita yg jomblo diam" ucap brain


laila dna memelia yg mendnegar itu ketawa

__ADS_1


"nasip jadi jomblo" ucap kevin


"ah cewek gua kagak di bawa lagi" ucap erlan


"sudah ayo pergi" ucap dingin Aska


"iya iya kita siap siap" ucap pak guru merekapun akhirnya bubar


merekapun akhirnya pergi ke kamar masing masing


"et dah kenapa sih kita harus sekamar di kerajaan aja kita tidur pisah" ucap laila kesal


"diam!


ini perintahku kau sudah menandatangani kontraknya" ucap wiliam dingin


"ah ngancem mulu"


"sudahlah berekan barang barangmu kita keluar"


merekapun akhirnya memberekan barang barang mereka


di sana terdapat beberapa kamar untuk berdua wiliam bersama laila, Aska bersama Fatimah, veroo bersama memelia, brain bersama kedua temannya sementara pak guru sendiri


dan anak murid yg lain mereka tidur barengan yg tapi satu kasur satu orang sementara kakak kelas yg lain satu kamar bisa dua dan tiga orang


sementara di sisi lain


"kenapa kau mengambil tindakkan yg ekstrim" ucap Aska


"sudahlah ini lebik baik


lagian wiliam aja yg pengen sekamar dengan laila agar kau cemburu aku juga bisa keles" ucap Fatimah yg merasa kesal


"tapi apa kau tidak keberatan?"


"itu nanti kita pikirkan sekarang mah gampang kalau dia mau bermain main denganmu ayo kita juga ikut main kita lihat siapa yg kalah" ucap Fatimah mendengar itu Aska hanya geleng geleng kepala


*hhuuff ku harap kau cemburu laila


iti berrati kau masih sayang kepadaku itu akan membuatku senang* batin Aska


merekapun akhirnya membereskan barang barang mereka


anak anak murid yg lainnya pun sudah selesai membereskan barang barang mereka merekapun berkumpul di tempat yg tadi


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2