
BBRRUKKKK
tiba tiba saja pintu itu di dobrak
dan terlihatlah Aska di sana dengan beberapa anak buahnya diapun masuk dan menghajar anak buah wiliam lalu menyerahkannya kepada anak buahnya
akhirnya anak buah wiliam dan Aska pun bertarung
Aska pergi menghampiri wiliam dia melihat kondisinya sangat kacau kriss diikat, shiren diikat dengan keadaan pingsan, laila sudah ada di ambang ambang kematian dan Fatimah hanya bisa terdiam di belakang wiliam
"hhuuufff apa maumu?" ucap Aska
"heh tentu saja membawanya pergi kalau kau tidak membiarkanku pergi aku akan membuat dia meninggal" ucap wiliam yg sudah bersiap siap menarik pelatuknya
laila sangat takut tapi dia berusah untuk tenang Aska melihat laila yg ketakutan
"kau akan apakan dia?" ucap Aska masih tenang
"kau akan tau nanti tapi kalau kau ingin aku tidak membunuh mereka dia yg harus ku bawa" ucap wiliam
tiba tiba saja banyak leser yg menyinari muka Aska ya!! anak buah wiliam berhasil mengalahkan semua anak buah Aska
wiliiam tak sembarangan mencari anak buahnya sehingga Aska sekarang sudah di todong banyak tembakkan
kriss terlihat lemah diapun hanya bisa pasrah dan menungggu jawaban Aska
"Aska biarkan saja aku akan baik baik saja" ucap laila berusaha meyakinkan
kriss tau Aska pernah berpacaran dengan anaknya laila terlihat menjatuhkan air mata
kriss teringat masa lalunya kenangan yg sedih pahit dia pernah berada di posisi Aska
*ternyata orang yg ku anggap jahat sama nasipnya denganku tapi sekarang kau tak bisa berbuat apa apa lagi* batin kriss dia ikut menjatuhkan air mata
Aska diam banyak senjata yg dia bergerak sedikit nyawanya akan melayang
Fatimahmelihat keadaan ini mengerti apa yg dirasakan oleh Aska
tapi dia sekarang tak bisa berbuat apa apa dan hanya bisa diam
keadaan hening dengan Aska yg masuh berfikir
"PERJUANGKAN DIA!!!" teriak kriss
dia tidak mau orang lain merasakan apa yg dia rasakan sangat pahit
"hhuufff..." Aska pun menghela nafas panjang
"silakan kau bawa dia" ucap Aska
semua terkejut termasuk Fatimah wiliam pun tersenyum licik lalu membawa pergi laila
sementara Aska hanya diam pasrah
Fatimah agak kesal dengan apa yg di lakukan wiliam
"kenapa kau menyia nyiakannya hah!!?" ucap Fatimah tak ada respon dari Aska
wiliam, Mj dan anak buahnya pun pergi
Aska menjatuhkan dirinya
"heh hisskk hhissk
AAAAAAaaaa!!!!!
AAKKHHHhhhhhh!!!!
hhiiskk hhiiskk hhiskkk" teriak Aska menangis sesedih sedihnya emngacak acak rambutnya prustasi dengan kedihupannya
"hhhuuff" melihat semua itu Fatimah hanya menghela nafas
diapun akhirnya membantu membuka ikatan kriss shiren bangun dia terkejut apa yg terjadi semuanya sudah seperti ini
"apa yg terjadi?" ucap shiren Fatimah pun membantu membuka ikatannya
"tante yg sabar ya" ucap Fatimah
"AAAAKKHHHH!!!!!!!!!
__ADS_1
hhiiskk hhiskk
AAAaaaaa!!!" sementara Aska menangis sekencang kencangnya
kriss pun menghampiri Aska
"KENAPA KAU MEMBIARKANNYA PERGI HAH?
PERJUANGKAN!! sudah ku bilang percuangkan kenapa kau..." ucap kriss terhenti karna Aska menyelak pembicaraannya
"KENAPA HAH KENAPA?
bukankah kau duluan yg menjauhkan aku dari laila aku tau kejadian ini pasti akan terjadi tapi apa tapi APA HAH!!!!??
kau malah menjauhkanku dengan laila" teriak Aska sudah kesal dan muak dengan kejadiannya dan melampiaskannya
kriss yg mendengar itu diam membeku memang semuanya ini juga karnanya
orang yg ingin melindungi anaknya malah dia mmebiarkan menjauh
"ada apa kriss?" ucap shiren yg tidak mengerti
"laila di tangkap oleh wiliam
anak dari amila" ucap kriss
"apa!!?"
bbuukkk
tiba tiba saja bogem mentah datang memukul Aska sehingga dia jatuh
"Kau!!! apa yg kau lakukan hah!!?" ucap Lian yg datang dengan baju dan wajah yg berantakkan
Aska tak memperdulikannya
kriss yg meliaht itu tambah bersalah Fatimah menjatuhkan air matanya melihat keadaan semuanya Aska terus saja di tuduh padahal dia tidak berbuat jahat
lian ingin menghajar Aska tapi
"hentikan!!" ucap kriss
lian pun berhenti
"ini bukan salahnya ini salahku
semuanya salahku andai saja waktu itu aku tidak melakukannya pasti semua ini tidak akan terjadi"
"apa maksud ayah?"
mereka semua tak bisa berkata apa apa lagi dadanya terasa sesak untuk berbicara dan mereka semua pun menangis sejadi jadinya
...________...
satu jam berlalu sekarang keadaanya mulai membaik merekapun sudah di ceritakan apa yg sebenarnya terjadi
sementara Fatimah hanya bisa diam memperhatikan keluarga yg berantakkan ini
Fatimah pun melihhat ke Aska yg sangat hancur diapun duduk di sebelah Aska yg berusaha tidak menangis walau itu menyakitkan
"hhuuff memang semua ini sulit" ucap Fatimah Aska yg mendengar itu melihat ke arah Fatimah
"bagaimana bisa kau tau?" ucap Aska
"aku akan menjelaskannya nanti"
mendnegar itu Aska yg lagi galau tak memperdulikan dan bangun dari duduknya
diapun menghadap ke orang tua laial dan juga lian
"kalian tenang saja aku akan menjaganya
kalian bisa dalam bahaya jika Alex sudah beraksi" ucap Aska
"bagaimana kami bisa tenang!!?" ucap lian
"hhuufff...
wiliam juga ingin balas dendam atas kematian ibundahnya ibundah amila
__ADS_1
dia yg nanti juga akan menghancurkan Alex dan kerajaannya aku akan berusaha menjaga laila yg perlu kita lakukan hanya berteman" ucap Aska
lian menatapnya tajam
"pegang janjimu" ucap lian
setelah itu Aska pun memutuskan untuk pergi
diikuti oleh Fatimah
"hhuuff kita salah menilai anak itu" ucap shiren
"pantas saja ada orang yg mengatakan jangan menilai buku dari sampulnya"
Aska memutuskan untuk
untuk ppergi smentara Fatimah membuntuti Aska diapun masih mengikuti Aska
Aska pergi ke sebuah taman yg di sana sudah sepi hanya ada beberapa orang diapun mengeluarkan headphone yg ada di bagasi motornya dan memasangnya ke kepalanya
duduk di bangku taman sambil mendengarkan musik di sana cukup terang
Fatimah yg melihat itu hanya bisa menghela nafas berat melihat ke kacauan hati seorang lelaki
diapun duduk di sebelah Aska
Aska menangis dalam diamnya sambil mendengarkan musik
Fatimah yg melihat itu juga ikut sedih dia tau apa yg sekarang sedang dirasakan oleh Aska menyesalan sekarang tidak ada gunanya lagi
Fatimmah pun ikut memasang headhpone di kepalanya
"hiiskk andai kau bukan islam
aku akan memelukmu aku sudah tidak kuat lagi" ucap Aska dia menjatuhkan air matanya
mendengar itu Fatimah menjatuhkan air matanya dengan diiringi lagu yg sedih membuat air mata itu terus berjatuhan
"kau lelaki yg baik
tapi sayangnya tidak ada yg menghargai perjuanganmu" ucap Fatimah ikut menangis
"hhiiskk hhiisk
aku sudah tidak kuat lagi hiiskk
dadaku sakit sakit"
ucap Aska menangis dia memukul mukul dadanya
melihat itu Fatimahh ikut menangis
meelihat perjuangan seorang lelaki
*aku tau kisahmu lebih buruk dari diriku* batin Fatimah
malaam itupun menjadi malam yg dihiasi oleh air mata di sana hanya ada kesedihan yg mendalam
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung.....