
sekarang waktu sudah berganti mereka kembali bersekolah di claycongret school
wiliam sekarang berada di sekolah dia hanya mendengarkan musik dan sibuk dengan heanphonenya
mendengarkan musik dengan heandset
memejamkan matanya laila pun juga ada di sini mereka berangkat pagi pagi sekali
"aaahh gabut banget dah gk ada orang sepi banget kaya di kuburan" ucap laila
*apa aku kabur aja ya* batinnya
*tapi kalau aku kabur wiliam pasti bakal nyerang ayah dan mamah tapi aku gabut banget di sini pengen di rumah aja rebahan main main sama abang aahhh bang lian aku gk ketemu lagi sama dia ahhh* batin laila
sekarang hidupnya ini sangat
membosankan semenjak dia di culik oleh wiliam
"tapi Aska bilang patuhi saja dan jangan kabur
aku harus gimana?
padahal di sini gabut banget" guman laila
"udah malahan wiliam dingin kayak kutup es
heh! ihhhh rasanya aku pengen kabur terus ke rumah udah dah sekalin pindah biar gk ketemu dia lagi" guman laila marah marah kesal sangat sepi karna mereka berangkat pagi pagi sekali
lalu datanglah Fatimah diapun menaruh tasnya duduk di tempat duduknya diapun menatap laila yg daris tadi ngomel ngomel tidak jelas
*pasti dia gabut
ih tapi aku juga kesel sama kak wiliam sih* ucap Fatimah dalam hati sejujurnya juga setelah mendengar cerita Aska dia kesal dengan Aska dan wiliam
memelia datang diapun pun duduk di tempat duduknya memelia melihat laila yg ngomong ngomong sendiri gk jelas
"ngapain lu lai
ngomong ngomong sendiri gk jelas" ucap memelia
"gua tuh gabut lia gua tuh gabut aduhh" ucap laila kesal
"sabarr sabarr
gua juga gabut apalagi tau gk nih"
"ape ape"
"kemaren kan gua minta izin sama sih Leo bolehin kek gitu gua ke rumah sehari atau dua hari lah eh kata dia dengan dinginya begini
nih lu cat dinding itu kalo udah selesai lu boleh pulang selama beberapa hari" ucap memelia menirukan gaya Leo yg bersikap dingin
"masalahnya nih ya catnya dia ngasih lipstik kan kaga jebo kapan kelarnya coba udah malahn leher gua pegel banget lagi"
"sabarr sabaar ini cobaan
tapi gimana kelar gk?"
"gk! gimana mau kelar orang dindingnya gede sementara kuasnya kecil banget"
"eh laila
ke kantin yuk numpung masih pagi temenin gua sarapan tadi belum sempet sarapan"
"ayo" ucap laila yg ingin pergi tapi
__ADS_1
"gk!" ucap wiliam diapun membuka matanya dan menatap laila tajam
memelia yg melihat itu memutar bola matanya males
"kak wiliam yg gantengnya selangit laila gk akan kabut kok tenang ada aku" ucap memelia
"gk gua gk bisa percaya sama lu" ucap wiliam dingin
"yaelah percaya doang sama aku
gk bakal laila kabur tenang aja" ucap memelia wiliam diam memeliapun menarik laila pergi dari sana
Fatimah pun melihat ke adaan sudah hening dia mengambil pulpen dan mecolek tangan wiliam
wiliam pun menatap ke arahnya
"mendingan bawa laila ke mana gitu
biar dia gk bosen di sini" ucap Fatimah
"kenapa emang?"
"yaa gk kenapa napa sih
tapi dari pada dia bosen terus ngelariin diri"
"aku tinggal mengambilnya lagi kalau dia melarikan diri" ucap wiliam dingin
"yaaa tapi kan dia gabut
bosen gitu ajaklah dia main kemana gitu
gk bakal kabur kok aku jamin" ucap Fatimah
"kau tidak tahu nantinya akan gimana"
"kamu kesel"
"enggak" ucap Fatimah dingin
"enggak tapi kok kaya kesel"
"biarin"
"udah ah cape aku ketemu orang dingin mulu gk Aska gk kamu gk veroo gk brain kaya kutub es" ucap Fatimah lalu pergi
"dia sendiri bersikap seperti itu" guman wiliam
pulang sekolah...
sekarang sudah waktunya pulang sekolah merekapun pulang sementara Fatimah juga pulang
Fatimah pulang ke rumahnya dengan motor pemberian brain diapun ingin pulang tapi di tengah tengah perjalan dia menemukan
seorang wanita paruh baya sedang di palaki diapun langsung menghampiri ibu itu
"heh! ibu tua kalau mau lewat sini kau bayar
masa tidak punya uang pakaianmu mahal begini wajahmu juga masih cantik masa tidak punya uang" ucap salah satu preman di sana
"iya pakaian begini masa tidak punya uang sudahlah berikan saja uangnya kalau tidak kau tidak boleh lewat sini" ucap temen preman itu
"tapi saya benar benar tidak punya uang
saya hanya ingin menemui anak saya"
__ADS_1
"alah alesan!
cepat berikan uangnya kalau tidak kau tidak boleh lewat di sini" ucap preman itu
Fatimah langsung dateng
"ada apa ini?
kenapa ibu ini tidak boleh lewat" ucap Fatimah
"heh hey
oh ternyata seorang muslim
oh ayolah gadis cantik kami ini pemilik wilayah ini ibu ini tidak bisa lewat sebelum membayar kami"
"heh wilayah kalian
cih ini tuh jalan umum kalau memang ini wilayah kalian mana sertivikatnya baru kami akan bayar"
"heh ini tuh wilayah kami!
kamu harus bayar saya tidak peduli kalau kamu tidak bayar kamu tidak boleh lewat sini" ucap preman itu tegas
"ohh begitu jadi ini wilayah kalian gitu bos kalian mana? mana?"
"heh saya bos nya kenapa?" ucap salah satu preman yg datang badannya besar dan kekar dia adalah bos nya
"eh lu itu sebagai bos ngajarin anak buah yg bener aturan cara malaknya baik baik dong biar mau ngasih duit ke kalian kalau kayak gini kan gk tau diri" ucap Fatimah
"kami ini baik baik ya
ibu ini saja yg tidak ingin memberi uang kalau kau mau ibu ini lewat kau harus bayar"
"buat apa kalian mencari pekerjaan yg tidak halal seperti ini"
"saya tidak peduli itu agamamu
urusi dirimu sendiri saya sibuk"
"hhuuff" Fatimah menghela nafas panjang
bbukk!!
dia langsung menedang perut preman itu dengan sangat kerass
tendangan itu membuatnya jatuh dan terbanting
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung...