
"kau hanya mementingkan dirimu sendiri kau tidak tahu apa yg Aska rasakan kalau kau menjadi Aska pasti kau tidak akan kuat tapi lihat Aska dia tidak sepertimu"
"kau memang anak yg terbuang tapi kau lebih kekanak kanakkan dari pada Aska Aska lebih dewasa di banding dirimu sendiri" ucap brain agak berteriak agar semua orang dengar
"jangan samakan aku dengan dirinya
aku dan dia memang berbeda" ucap wiliam
"ya memang tapi kalian dari ibu yg sama
ayah yg sama hhuuff kau tanyakan kepada Fatimah apa yg terjadi sebenarnya pasti kau akan menyesal!"
"dan kau tidak tahu apa yg di rasakan oleh diriku kalau kau menjadi diriku pasti kau tidak akan bisa kau tidak akan mampu" ucap wiliam membolak balikkan kata brain lagi
"setidaknya aku meminta bantuanmu Fatimah di culik kau ini sebagai kakak tidak ada rasa khawatirnya"
"heh baiklah kalau kau mengemis seperti ini Mj apa kau mau" ucap wiliam brain yg mendengar itu tidak peduli
demi sahabatnya semuanya akan dia pertaruhkan
di saat itu brain pun menelepon Aska agar datang kesini Aska akhirnya datang
Aska melihat brain, wiliam, Mj, dan jonathan Aska pun kesana dengan cepat setelah mendengar bahwa wiliam akan membantunya
"eemm boy bisa singkirkan dia dulu
kurasa dia akan menghapal bagaimana aku melacak seseorang" ucap Mj
"cih" brain bersedih mendengar itu tapi dia mendapat tatapan dari Aska dengan terpaksa diapun akhirnya pergi
Mj pun mulai memainkan komputer yg ada di sana dia duduk dan berkonsentrasi terasi
"tempat terakhir yg kau temui" ucap Mj
"kehutanan menuju dindong" ucap Aska
"kira kira sudah berapa jam dia menghilang" ucap Mj
"31 jam" ucap Aska wiliam agak sedikit terkejut
*lama juga semoga tidak ada hal yg terjadi* batin wiliam
"seperti apa dia"
"dia seorang gadis memakai hijab hitam wajahnya cantik putih pucat entah dia menghilang dari mana sudah ku cari berhari hari di kawasan hutan itu tapi belum saja ketemu"
mendengar itu Mj dengan kembali fokus dengan leptopnya untuk melacak keberadaan Fatimah
"setelah dia menemukan keberadaan Fatimah kau mempunyai hutang budi kepadaku"
"akan ku bayar itu semua" balas Aska
setelah beberapa lama mencari belum juga menemukan jejaknya wiliam dan juga Aska masih sabar menunggu
"apakah Laila baik baik saja?" tanya Aska tiba tiba entah kenapa dia memberanikan diri menanyakan itu kepada wiliam
"bukan urusanmu"
"aku hanya bertanya"
"dan aku tidak mau menjawab" ucap wiliam
*selalu begini adik kakak* batin jonathan
"aku hanya bertanya saja"
"apa kah kau khawatir dengannya?
ingat dirimu bukan siapa siapanya lagi"
"dia adik iparku tidak ada salahnya bukan"
"hhuuff sudahlah kalian jangan bertengkar itu membuatku tidak konsen mendingan Aska kau menunggu" ucap Mj
mendengar perkataan Mj Aska mengalah dan akhirnya menunggu sambil duduk agak menjauhi mereka dan membiarkan Mj berkonsentrasi mencari jejak
ddreett ddreett
__ADS_1
di saat itu heanphone Aska berdering Aska melihat siapa yg meneleponnya dan ternyata itu adalah memelia
Aska langsung menjawabnya
di telpon
"kenapa?"
"kak Aska kakak tau di mana keberadaan laila"
"tidak memang kenapa?"
"masa aku cari cariin laila di sini gk ada terus aku telpon kak wiliam yg di angkat angkat"
"apa dia kabur?"
"masa sih kayaknya enggak mungkin lagian kan laila gk tau jalan keluar dari hutan ini
terus juga pintu gerbang di jaga ketat sama anak buah ayah"
"apa ada terjadi sesuatu"
"gk tau kakak Aska yg ganteng sekuteng di makan leteng baunya geseng makanya aku nanya" ucap memelia di telpon yg agak kesal
"iya adikku
kakak juga gk tau"
"yaudah makasih" ucap memelia diapun langsung mematikan teleponnya
sementara itu
"memang laila kemana?" ucap jonathanendengar itu wiliam menatap jonathan dengan tatapan tajam
"ya gk gitu juga lah bree bree" ucap jonathan yg melihat tatapan wiliam agak menyeramkan Aska menghampiri mereka
"kalau kau menemukannya segeralah kasih tau diriku" ucap Aska wiliam hanya mengangguk dengan muka dingin
Aska pun memutuskan untuk pergi
"sebenarnya ada hubungan apa kau dengan gadis ini"
"dia adik tiriku saat aku tinggal di daindong" ucap wiliam dingin
dan di saat itu juga Mj menemukan rekaman yg sangat singkat diapun memutar rekaman itu
dan terlihat ada seorang lelaki bertopeng yg membawa gadis muslim ke mobilnya lalu rekaman itupun selesai
"apakah dia?"
"benar itu Fatimah"
Mj membesarkan gambarnya
"bukankah ini gadis yg ada di rumah laila waktu itu"
"memang itu dia"
"heh bisa bisa"
"cepat lacak keberadaannya"
"sepertinya dia tidak berada di kawasan daindong ataupun hutan itu mungkin dia di bawa oleh penculik itu ke suatu tempat"
"yasudah kau lacak dan cari tau siapa penculik itu" ucap wiliam Mj langsung mematuhi perintah wiliam
"WOYYY..." ucap seseorang mereka yg tau akan suara seseorang itu pun menengok dan benar saja itu Thomas
lalu Thomas pun menghampiri mereka
"ada apa nih ngumpul ngumpul bukannya balapan malah main komputer lagi ngelacak ya" ucap Thomas
"lu kemana aja lama banget di sana" ucap jonathan
"ya biasa gua mah kerjanya tenang santuy"
"ceilah" ucap jonathan
__ADS_1
"lagi ngelacak apaan kalian"
"seseorang"
"oh ya wil gua minta maap ye gk bantu bantuin lu"
"tenang aja lu juga sibukan gua tau
tenang aja gua gk bakal ngambek kaya cewe"
"heheh yaelah bisa ae"
"apa masih belum di temukan aduhh gimana sih lu j kagk becus"
"berisik! sudahlah jangan terus meledek ku
gua lagi konsen nih"
"iya iya"
"udah mendingan kita biarin Mj berkonsentrasi kita tunggu di sana" ucap jonathan
"SEMUANYA BUBAR" ucap wiliam mendengar perintah dari boss nya itupun temen temen atau anak buah merekapun pada bubar sekarang
jonathan, wiliam dan Thomas pun berbincang sementara Mj berkonsentrasi
"gimana rencana lu bree?" tanya Thomas
"gk tau gua tapi sepertinya ada hal yg tidak terduga"
"terus sekarang gimana rencanalu"
"aku akan membalaskan dendam ku tahun ini kita hanya perlu bersiap siap sebelum itu aku akan membuat hati Aska hancur dengan suatu hal"
"apa itu?" ucap Thomas
"heh kemarin gua mabok mabok kan dan tak sadarkan diri"
"waahh sepertinya ada sesuatu yg tidak terduga terjadi" ucap jonathan dia langsung mengerti dengan omongan wiliam
"ketika itu aku hanya mabok dan ya
kejadian itupun terjadi"
"kejadian apaan" ucap Thomas
"ahh jangan pura pura polos lu bree"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1