
HALLO TEMEN TEMEN SEMUA SELAMAT DATANG DI CERITA AKU YG INI SEPERTI BIASA SEBELUM BACA JALANGAN LUPA LIKE, VOTE, SHERE COMEN DAN TAMBAH KE VAFORIT DUKUNG AUTHORR TERUS YA BIAR SEMANGAT UP DATENYA OKE👍👍 TANKS🤗🤗🤗
...__SELAMAT MEMBACA__...
"ah baiklah aku akan mengurus yg lain
kalian jangan mengikut mencari itu akan menyulitkan bapak ayo kita ke tenda" ucap pak guru
merekapun akhirnya pergi
kecuali natan hiroo memelia veroo wiliam dan brain
"kakak izinkan aku mencarinya yaaa" ucap memelia dia memohon sambil memegang tangan veroo
"tidak!!" ucap veroo dengan lantang
"kenapa kan aku sudah menghapali jalannya"
"tidak kemungkinan besar dia tersesat di jalan sesat yg belum kamu ketahui kau tau kita pernah di uji di sana oleh ayah dan kejadian itu sangat mengerikan" ucap veroo dingin
"mengerikan? seperti apa pasti tidak terllau lah kak aku pergi cari yaaa"
"tidak!! aku sudah bilang tidak tidak
jangan kau membatah memelia
kau tau kita hampir mati karena di uji untuk tinggal di sana selama 30 hari oleh raja
itupun kita membunuh banyak hewan buas yg menyerang dengan tiba tiba"
"iya benar kketika balik ke istana keadaan mereka sangat lemah lebih baik kau tidak usah ikut memelia" ucap natan dingin dan serius
"hah berarti berarti dia dalam bahaya kak
kak izinkan aku yaaa" ucap memelia berusaha memohon
veroo langsung memegang erat tangan memelia
"aaaa sakit kak"
"tidak!!
kamu peduliin nyawa kamu memelia sekali ini aja tolong" ucap veroo dingin memelia diam mendengarnya
"haiisyy" veroo prustasi
"bagaimana bisa tersesat sungguh sangat merepotkan"
brain yg melihat itupun mengerti perasaan veroo yg panik dan tidak tahu apa apa
ya walaupun mereka dari ibu yg berbeda tapi mereka sudah bersahabat sejak kecil
"sudah lebih baik kalian pergi memelia tolong ngertiin perasaan abangmu pergilah kau juga pangeran ketiga" ucap brain sopan menatap wiliam
wiliampun kembali menatapnya dengan tatapan dingin lalu hiroo natan
wiliam dan memelia pun terpaksa pergi
"hhuufff"
veroo menghela nafas dan menatap brain
"bagaimana bisa dia tersesat" ucap veroo
"mungkin dia kehilangan arah atau tertinggal"
"heh sungguh merepotkan tidak berguna
lalu untuk apa aska mencarinya bukankah dia sudah tau bahayanya"
"haiisyy dia bisa saja kehilangan nyawanya
semakin jauh hewan buas akan semakin ganas dia bisa saja mati"
"tenanglah sebenarnyaaa" ucap brain
"laila adalah kekasih aska"
"apa!!!" veroo terkejut dan langsung menatap brain dengan serius
"kekasih?"
"ya! mereka berpisah karna suatu hal tapi aska masih mencintainya"
"heh kenapa aku tidak tau"
"mereka berpancaran sangat tersembunyi erlan dan juga kevin pun tidak tahu hanya aku yg mengetahuinya" ucap brain
"kenapa kau tidak memberi tahuku hah" ucap veroo dia kesal dengan semua ini
dan mencengkram baju brain
__ADS_1
brain masih dengan muka dinginnya
"mereka tidak bisa bersama karna urusan masing masing kau tau kan" ucao brain
veroo yg mendengar itupun teringat lalu melepaskan cengkramannya
"kita hanya bisa menunggu sampai kabar baik atau buruk akan terdengar"
"hhuuff ku harap gadia itu tak membahayakan nyawa putra mahkota" ucap veroo
"ya ku rasa itu tidak mungkin
apa kita harus melakukan sesuatu untuk memisahkannya" ucap brain
"itu memang lebih baik
tapi sangat sakit kau tau kan rasanya
kita mempunyai masa lalu yg buruk" ucap veroo
"dan tugas kita hanya menunggu dan diam
atas apa yg di takdirkan"
...____________...
"LAILAAA!!"
"hhuuff hhuuff heh hhuuff
LAILA!!"
aska terus berteriak dia melewati ranting ranting dan dahan dahan yg menghalanginya dan terus berjalan
"LAILAAAA"
"hhaiisss hhuuff hhuufff
kemana dia"
"akan ku omelin kau!! kalau terjadi apa apa kenapa dia yg harus tersesat ha? heh ini semua gara garaku tidak memperhatikan mereka aku ini memang tidak berguna" ucap aska dia marah kepada dirinya sendiri
"hhaiisyy" aska menjambak rambutnya sendiri akhirnya diapun mencari lagi
aska terus mencarinya sampai tak ada henti
diapun akhirnya berhenti melihat lembar kertas yg ada di bawah
__________________________
| TOLONG!! |
| AKU KE ARAH KANAN |
| laila...... |
|_________________________|
aska yg melihat itu tahu akan apa maksudnya
askapun lalu langsung berlari sebelum laila semakin jauh
"LAILAA"
"hhuufff hhuufff " aska sudah ngos ngosan diapun melihat sekeliling untung di sana ada danau kecil aska langsung menghampiri danau itu lalu meminumnya
"aku sangat hauss
bagaimana ini
aku harus mencarinya hhhuuff" setelah meminum beberapa teguk dari danau kecil yg jernih itu diapun lanjut mencari laila
dia melihat bunga bunga yg di taburi laila dengan sengaja lalu mengikuti arah bunga bunga itu
"kenapa sampai sini saja apa bunganya sudah habis sial!!" guman aska karena tidak ada lagi bunga bunga yg tergeletak menunjukkan arah diapun memperhatikan jalan
"siall!! tidak ada sama sekali pentunjuk
lailaa kemana kamu"
"AAAAAaaaaa" teriak seseorang aska langsung melihat ke arah suara itu diapun
"LAILAA" teriak aska lalu menghampiri tempat yg dia dengar
"Ahhh TOLONGggg tolongggg" ucap laila dia tersandung dna terjatuh ke sebuah jurang untungnya masih ada ranting yg membantunya
"aahh bagaimana ini aku tidak bisa menaik kalau seperti ini ini sudah terperosot lumayan jauh" ucap memelia dia yg merasa punya bakat pun akhirnya berusaha untuk naik ke atas lagi
"aahh"
tapi percuma dia terpeleset akibat tanah yg licin karena hujan
__ADS_1
"ah sial!! " ucap laila
"Tolonggg
aduh apa gk ada orang ya bisa mati aku" ucap laila dia mmeperhatikan bawah tapi tiba tiba ada yg memegang tangannya laila pun langsung melihat orang itu
"aska" ucap laila terkejut karena kehadiran aska
"Ayo " ucap aska dia menarik tangan laila dengan kuat
dengan pertolongan aska laila pun akhirnya selamat
"huuff... hhaahh hhuuff" mereka sudah sangat ngos ngosan
"as.." belum laila selesai ngomong sudah di selak duluan olek aska
"kau ini kenapa kau bisa tersesat hah? kau tidak tau betapa khawatirnya aku hhuuff
lagian bagaimana kau bisa tersesat hah?" ucap aska yg langsung nyerocos begitu saja
mukanya tampak serius
"heh hahahha"
laila malah tertawa melihat perlakuan aska
"kenapa kau tertawa? ini tidak lucu
kalau saja ada binatang buas bagimana?"
"sudah jangan begitu dong
lagian aku tidak apa apa sekarang ya kan no no" ucap laila menunjuk badannya baju laila sangat kotor karena tanah
"ya tapi kalau kau tidak selamat bagaimana?"
"kan ada kamu"
"hhuuff perjalanan di sini sangat jauh untuk sampai ke tenda lebih baik kita istirahat dulu
ayo ikut aku"
"kemana"
"sudah ikut saja"
laila pun bangun dan mengikuti aska
aska berjalan di tengah tengah dahan dahan dan rerumputan panjang
"hati hati" ucap aska
pas sedang berjalan tiba tiba
"HAUUNRR HEERR"
tiba tiba saja seekor macan ganas datang menghampiri mereka
aska terkejut diapun langsung waspada
"aska bagaimana ini" ucap laila dia sangat ketakutan melihat singa yg sepertinya snagat lapar dan liar juga besar
"laila mundur akan ku lawan" ucap aska
"tapi" ucap memelia yg khawatir dannn
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung....