
Aska pergi ke pemandian laki laki
diapun di sana membersihkan dirinya
setelah itu dia memakai baju yg lain dari tas nya untungnya dia membawa baju cadangan
diapun memakai baju cadangannya dan pergi kembali ke daindong
ketika itu dia sudah menelepon beberapa anak buahnya
tak beberapa lama setelah itu merekapun sampai
hanya ada 10 orang saja Aska pilih
merekapun pada berbaris
"baiklah kalian berpencar dan cari gadis ini" ucap Aska dingin memberikan foto Fatimah
"BAIK TUAN!" ucap mereka serentak
mereka sudah berpakaian yaa biasa biasa saja tapi mereka membawa senjata dan bekal untuk di sana merekapun pergi ke arah hutan itu
"hhuuff..." Aska menghela nafas
"kenapa jadi seperti ini
apa aku salah apa aku dengar apa yg dia katakan? hhuuff" ucap Aska merenung
"Aska" tiba tiba saja ada yg memanggilnya
Aska menengok ke belakang dan ternyata itu adalah brain dan juga beberapa anak buahnya
"hhuuff maafkan aku" ucap brain
"tidak apa apa cepatlah cari dia" ucap Aska dingin
"baik" ucap brain brain pun pergi bersama anak buahanya
brain sebenarnya adalah bawahan Aska
anak buahnya Aska juga tapi Aska menganggapnya seperti temannya karna memang brain lebih hebat dari pada anak buah mereka yg lain
begitupun dengan erlan dan kevin mereka juga anak buah Aska yg Aska perlakukan seperti sahabatnya sendiri
________
"jadi kau ingin masuk islam? " ucap Fatimah
"Fatimah aku mencintaimu jadi izinkan aku melamarmu" ucap seseorang
"kenapa kau mencintaiku"
flack back onn
ada seorang lelaki yg berumur kira kira 14 tahunan dia berjalan dari arah depan sambil memegangi tangannya yg sepertinya terluka
Fatimah yg masih berusia dua belas tahunan melihat dia yg sedang
berburu hewan dengan panasnya di saat sekarang dia sudah belajar beberapa seni bela diri dan cara memanah walaupun belum ahli
Fatimah menghampiri orang itu
"kakak apa kau tidak apa apa" ucap Fatimah
seseorang itu melihat ke arah Fatimah
"aa" dia terlihat kesakitan
"hhuuff..." Fatimah menghela nafas
lalu Fatimah melihat luka yg ada di lengannya
"sepertinya lukanya cukup parah duduklah dulu" ucap Fatimah
seseorang itu melihat ke arah Fatimah dia yg sudah kesakitan pun akhirnya duduk sambil bersandar di pohon
Fatimah mengambil suatu daun dan membejeknya agar menjadi halus
"apa yg kau lakukan?" ucap seseorang itu
"aku ingin mengobati lukamu" ucap Fatimah diapun menempelkan daun yg sudah di tumbuk itu ke lengan lelaki itu lukanya cukup parah dan bajunya pun robek
"aa" lelaki itu menahan perih di lengannya
Fatimah tetap serius mengobati lelaki itu
lalu setelah menutupi luka itu dengan daun yg di tumbuk nya Fatimah pun memegang baju bawahnya lalu merobeknya
ssreett
dengan mudah dia robek lalu melilit luka seseorang itu dengan kain bajunya
__ADS_1
"dah" ucap Fatimah agak dingin
"makasih" ucap seseorang itu dingin
"memang ada apa kenapa kau bisa terluka?"
"ini bukan urusanmu"
"yaelah cuman nanya udah beruntung di obatin"
"yaudah kalau kamu gk mau kasih tahu"
Fatimah pun bangun dan ingin pergi
"tunggu"
mendengar itu Fatimah berbalik
"hemm" jawabnya males
"kau tau arah keluar hutan ini"
"tidak"
"lalu kau ingin kemana"
"hhuuff...
sepertinya kau bukan dari daerah sini
aku ingin pergi ke rumahku kau bisa mencari jalannya sendiri" ucap Fatimah
lalu diapun pergi
"dasar anak kecil sudah berani ngotot"
flack back off..
"kau yg menolongku waktu aku seperti sudah ingin mati"
"hhuuff aku terlalu baik dulu sehingga menarik perhatian orang" guman Fatimah
"syukurlah waktu itu kau tidak mengenaliku" ucap seseorang itu
"aku sudah melupakanmu
tapi apa benar dengan hanya aku menolongmu dan pertemuan yg singkat kau bisa jatuh cinta kepadaku"
flack back onn..
di saat itu Fatimah sedang memburu binatang untuk di makan
dia hanya memburu binatang yg boleh di makan seperti ayam kali ada kambing lewat di buru terus yaaaa begitulah
dia menemukan beberapa telur yg ada di suatu datang Fatimah pun mengambil beberapa
dan menyisakan beberapa
"hhuufff ya biar emaknya gk nyariin deh" ucap Fatimah
setelah itu diapun kembali berburu dan mencari makan
di tengah tengah perjalanan dia menemukan beberapa buah dan diapun mengambilnya
ya mengambil apa yg ada dan bisa untuk di makan
"hey kau" tiba tiba ada yg memanggilnya Fatimah pun menoleh ke belakang
dia melihat seseorang yg waktu itu
dia obati
dan masih berpakaian yg sama dari dua hari yg lalu dia bertemu dengan pria itu
"kau masih belum bisa menemukan jalan keluarnya" ucap Fatimah
"hhuuff" pria itu menghela nafas
"kasihannnn" ucap Fatimah agak meledek
"cepatlah beri tahu di mana jalan keluarnya"
"aku tidak tahu"
"heh kau tidak tahu?
kau saja sering kesini bukan mana mungkin kau tidak tahu"
"yasudah sudah ku bilang tidak tahu mau bagaimana lagi" ucap Fatimah diapun berbalik dan berjalan jalan mencari makanan
"cih heh namamu siapa sih" ucap seseorang itu mengikuti Fatimah
__ADS_1
"kenapa kau ingin mengetahui namaku?"
"aku ingin tahu saja"
"ini bukan urusanmu" balas Fatimah
"cih kalau kau tau aku siapa kau pasti akan menyesal ku jamin itu"
"silakan menurutku semua orang di sini derajatnya sama begitupun denganmu dan aku"
"aku tidak tahu dirimu kaya atau tidak akupun tidak kaya dan mereka yg kaya kaya menurutku sama saja"
"lalu kau tinggal di mana?"
"di daerah daindong"
"pantas saja cih"
mendengar itu Fatimah berbalik
"kenapa!? memang dunia luar menurutmu lebih baik dari pada daindong tempat yg ku tempati sekarang ini tapi menurutku ini lebih baik dari dunia luar"
"kau belum tau kan dunia luar itu seperti apa
karna kau tinggal di tempat yg seperti ini seperti tempat para budak" ejek seseorang itu
"kalau kau hanya ingin mengejek diriku silakan kau pergi jangan membuat aku kesal"
"kau marah"
"iya" jawab Fatimah agak kesel diapun pergi
tapi seseorang itu masih saja mengikutinya
Fatimah yg tau seseorang itu tetap saja mengikutinya dia agak kesal lalu memberhentikan jalannya
"kau!
sudah ku bilang jangan mengikuti"
"siapa yg mengikutimu"
"kauuu
ah budek"
"aku tidak mengikuti"
"yaudah jalan duluan"
"kau saja"
"tuh berarti kau mengikutiku"
"tidak aku hanya mengalah kepada perempuan"
"okeh di dalam agamaku wanita tidak boleh berjalan di depan lelaki jadi silakan jalan" ucap Fatimah lantang
"hhaiisy" seseorang itupun kesal dia tau karna Fatimah menggunakan hijab lalu ia pun pergi duluan
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
***hallo temen temen semoga sehat selalu ya maaf kalo belakangan ini up datenya lama soalnya author belajar ada ulangan
nanti author akan berusaha up dateng yg banyak makasih ya dah mau baca jangan lupa di like
__ADS_1
...__MAKASIH SUDAH MEMBACA***__...