
di sana Aska sedikit di hujat oleh beberapa orang
"heh sudah tidak direstui masih saja menikung dasar cowok breng*ek"
"sudah tidak direstui mau kabur nikah hih"
"kasihan ya tidak di restui di permalukan sama banyak orang begini"
yaa begitulah perkataan orang orang
Aska hanya diam menahan malu dengan muka dingin dan datarnya diapun tak memperdulikannya dan pergi dari tempat itu
tanpa di sadari brain melihat semua kejadian itu dia merasa kasihan melihat sahabatnya itu di permalukan seperti ini
"bre bre padahal luh tuh kuat
tinggal balas dendam ke mereka selesai tapi lu tahan semuanya lu emang bener bener kuat beruntung gua punya sahabat kaya lu" ucap brain dari jauh
flack back off
brain emnceritakan semuanya kepada Fatimah Fatimah yg mendengar itupun mengangguk
dia tau apa yg di rasakan oleh Aska
"begitulah Aska dia selalu menahan emosinya
walaupun dengan sekejab dia bisa menghancurkan segalanya tapi dia pernah berkata kepadaku"
"hhuuff...
kalau aku menghancurkan segalanya orang yg tidak bersalah bisa saja lenyap sementara yg bersalah bisa saja masih bertahan berarti tidak akan ada lagi orang yg baik di dunia ini berfikirlah sebelum bertindak" ucap brain mengingat semua perkataan Aska
Fatimah yg mendengar itu diam sejenak diapun menghala nafasnya lalu berkata
"baiklah kalau begitu kau memang tidak tau aku pergi dulu" ucap Fatimah
"hhuuff" brain menghela nafasnya panjang dia masih memikirkan masa lalu Aska yg kelam
"apa ada hal yg ku lupakan?" tanya brain kepada dirinya sendiri
"oh ya hei! ya!" ucap brain dia lupa kalau Fatimah harus menjelaskan kenapa waktu malam dia membilang dirinya jahat
brain pun akhirnya mengejar Fatimah dia ingin meminta penjelasan
tapi ketika dia berjalan menengok ke sana ke sini tiba tiba saja saat belokan
bbruuk
brain yg tidak seimbang diapun jatuh dia melihat siapa orang yg menabraknya
melihat kalau wiliam yg ada di sana
diapun tidak perduli begitupun dengan wiliam brain pun langsung bangun dan pergi dengan muka dingin dan datranya itu
wiliam yg di perlakukan seperti itupun bersikap dingin dan akhirnya pergi
________
"hei kau belum memberitahuku kenapa kau membilangku jahat bisa bisanya kau langsung pergi" ucap brain yg meminta pertanggung jawaban ketika di rumah
Fatimah yg mendengar itu memutar bola matanya malas
"baiklah nanti akan ku ceritakan" ucap Fatimah
"heh aku maunya sekarang
bukankah dosa kau sudah bilang kepadaku kalau kau akan menceritakannya kau bohong kau dosa" ucap brain
"kau tau apa"
"tentu saja aku tau walaupun aku tidak beragama tapi aku sedikit tahu yg jelas itu dosa jadi cepat ceritakanlah" ucap brain
Fatimah pun akhirnya berkata
"kau jahat! kau dulu kau datang kepadaku membawa cinta lalu pergi begitu saja meninggalkan luka" ucap Fatimah diapun ingin pergi
brain mengerutkan keningnya tak tahu apa yg di maksud Fatimah sebelum Fatimah naik tangga diapun menghentikannya
dia menjegat jalan jalan Fatimah dengan meloncat sehingga dia berada di atas tangga depan Fatimah
__ADS_1
Fatimah diam dengan muka yg masih santai
"datang membawa cinta lalu pergi meninggalkan luka? berarti kau pernah mencintaiku?" tanya brain
Fatimahpun mengangguk dengan santai
"heh! aku sama sekali tidak mengenalmu waktu kecil kau siapa? dan bagaimana bisa kau mencintaiku tanpa tau aku siapa"
"jawabannya simple kau taukan
cinta itu buta" ucap Fatimah diapun langsung menerobos brain
sementara brain diam di tangga
dia memikirkan apa yg di maksud oleh Fatimah
"cinta itu buta?"
"memang benar cinta itu buta!
tapi aku sama sekali tidak mengenalnya dan dia?" brain pun bertanya tanya
"aaahhkk au ah"
ucapnya emosi diapun akhirnya memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi dan pergi
di malam hari nya
Fatimah sedang berada di balkon atas
seperti biasa dia menikmati sejuknya angin malam
merenung dengan lagu yg merdu
tiba tiba saja brain muncul dia sudah tau bahwa Fatimah pasti akan berada di atas
Fatimah hanya diam hanya brainpun ikut menikmati angin malam di samping Fatiamh dengan menjaga jarak
"soal tadi apa kau pernah mencintaiku?"
brain pun memulai obrolannya
"kau sudah bertemu denganku dua kali tapi kita hanya papasan tidak berbicara dan tidak saling kenal waktu dulu aku hanya mempermainkanmu walaupun aku tidak tahu namamu tapi aku menggunakan dirimu untuk bahan obrolan bersama teman temanku"
"dahulu
aku pernha bilang kalau aku menyukaimu
tapi itu hanya boongan saja tapi semakin aku kesepian aku mulai mengenangmu tapi aku benar benar tidak tahu siapa dirimu sebenarnya jujur sampai sekarang aku masih menyukaimu" ucap Fatimah dia berbiacra tanpa menatap orangnya
brainpun melihat ke arah depan sama seperti Fatimah diapun mengangguk dan mengerti
"tapi sekarang sudah beda lagi aku sudah memutuskan sekuanya sekarang"
"memutuskan apa?"
"kau akan tau nanti entah rencanaku berhasil atau tidak"
"kalau rencanamu berhasil?"
"aku akan menjalaninya sebisaku"
"kalau tidak berhasil?"
"aku akan pulang"
"pulang?"
"ya tidak ada gunanya di sini lagi
aku ke sini bukan untuk cari masalah aku hanya ingin membantu jika tidak ada yg bisa ku bantu aku akan pulang" ucap Fatimah
"kau akan pulang ke mana?"
"ketempat asalku sebelum aku di culik"
"bagaimana kalau kau di culik lagi?"
"ya itu memang nasip aku akan serahkan semuanya kepada tuhan aku hanya perlu menjalani hidup ini"
__ADS_1
"kau masih belum mengetahui siapa yg menculikmu?"
"belum
aku tidak tahu persis mukanya karna dia memakia topeng dan jika dia buka topeng dia mematikan semua lampu sehingga membuatku tidak bisa melihat siapa dirinya"
"apakah kau masih mempunyai keluarga?
bukankah kau bilang kau sudah tidak mempunyai siapa siapa?"
"aku berbohong
aku tidak tahu harus bagaimana sehingga berkata seperti itu"
"jadi kau masih memiliki keluarga dan sekarang kau sedang di cari oleh keluargamu?"
"sepertinya begitu
rumahku dari sini sangatlah jauh"
"siapa nanti yg akan mengantarmu ke sana?"
"heh"
Fatimmah memalingkan wajahnya mengingit bibir bawahnya dan berfikir
"entahlah
aku tidak tahu kita lihat saja nanti" ucap Fatimah
"oh ya bagaimana dengan liburan ke kampung itu? kapan diadakannya"
"maunya sih secepatnya
jadi kami memilih hari senin besok adalah hari minggu kita libur dan besok hari senin kita berangkat"
"nginep?"
"ya kita menginap beberapa hari di sana
untuk mempelajari beberapa tentang pertumbuhan"
"apa yg sekolah di sana orang kaya semua"
"heh ya
semua yg bersekolah di sana semuanya orang kaya"
"siapa pemilik sekolah itu?"
"Aska
dia yg punya sekolahannya tapi dia menyembunyikan rahasianya hanya para guru teman temab dan kerabat dekatnya yg tau"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1