
"kau ingin nonton flim apa" ucap wiliam menatap hiroo
"ahh tar serah kakak saja tapi katanya suruh tentang hidup" ucap hiroo
"ah baiklah aku akan memilih flimmm
nah" ucap wiliam diapun mengetik leptopnya merekapun menonton flim dengan kain putih
seperti layar tancap suaranya cukup keras tapi untungnya ruangan itu kedap suara
merekapun menonton dengan damai sampe akhirnya
"hhiisskk... hhiiskkk tega sekali ihh
heh hhuuff" ucap hiroo
wiliam pun melihatnya dan menyodorkan tissu hiroo pungambilnya dan mengelap matanya
"memang sesulit itu apa" ucap hiroo
"sudah sudah ini hanya drama" ucap wiliam menyodorkan tissu lagi
setelah menonton drama yg cukup menyedihkan bagi bocil hiroo pun mulai mengobrol dengan wiliam
"kakak ketiga bagaimana kehidupanmu di daindong" ucap hiroo menatap wiliam wiliam pun menatapnya
"kehidupanku sangat buruk
di sana kita hanya makan makanan yg tidak enak tidak seperti di kerajaan
setiap hari harus mengurusi orang dan mengambil air dari sumur memakai kendi yg sangat berat sungguh melelahkan" ucap wiliam
"kak bagaimana kehidupanmu sebelumnya sampe sekarang aku ingin tau" ucap hiroo
"kau ingin tau tapi kau harus rahasiakan oke" ucap wiliam
"ahh baiklah cepatlah ceritakan" ucap hiroo
wiliampun menyalakan musik yg cukup sedih sambil berbicara tentang hidupnya
"di mulai dari aku terlahir di kerajaan ini
aku tidak di bolehkan ayah bertemu dengan sodara sodaraku karna aku punya sebuah penyakit di bagian mataku terkadang aku di buang tapi untungnya ibuku selalu ada tapi dia malah tersiksa karena diriku dia dipukuli di cambukki dan lain lain aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri seorang ibu yg melindungi anaknya tapi dengan teganya laki laki itu membunuh istrinya sendiri
di depan mata ku sendiri betapa hancurnya hatiku melihat semua itu
apa lagi dengan kakakku yg sama sekali tidak menyayangi ibuku itu membuatku menjadi orang yg dingin" ucap wiliam
hiroo menghela nafas dia cukup sedih karena lagu yg di putar wiliam sekaligus cerita yg di ceritakan wiliam
"lalu aku memberontak ketidak adilan kepada raja sampai akhirnya aku di hukum karena itu dan di kirim ke daindong tempat pelatihan terendah sekaligus tempat para budak dan yg menyedihkannya lagi aku di perlakukan sangat tidak adil di sana" ucap wiliam
"diperlakuakn tidak adil?
seperti apa" ucap hiroo
wiliam mengingat masa lalunya sambil bercerita
"di sana aku di bully karena mempunyai wajah yg cacat
di suruh bekerja dari pagi hingga pagi aku di hukum setiap melakukan kesalahan lalu aku hanya diajari cara memanah saja itupun tidak sebanding denganmu kau memang lebih dariku" ucap wiliam walaupun kata katanya dikit itu sangat berarti buat wiliam masa lalu yg kelam dan kejam
hiroo turut kasihan kepada wiliam diapun
tersenyum
"kau janagn khwatir kak aku selalu ada bahagialah karena sekarang kau tinggal di kerajaan dan menjadi salah satu pangeran" ucap hiroo
wiliam tersenyum kecut
"ya pangeran" ucap wiliam
__ADS_1
*pangeran yg lemah* batin wiliam
setelah berdrama drama hiroo pun tertidur
wiliam pun bangun dan membuka pintu masih ada para dayang wiliam menatap semua para dayang dengan sangat dingin lalu pergi
diapun berjalan di malam hari yg cukup gelap
tiba tiba langkahnya berhenti melihat seseorang
seseorang itupun tersenyum licik dia adalah aska
diapun mendekat ke arah wiliam dan membisikkan sesuatu
"hanya ku peringatkan jauhi laila
kalau tidak kau akan tau akibatnya" bisik aska
diapun berjalan
wiliam berfikir dan tersenyum licik
"apa kau takut laila aku rebut"
"putra mahkota"
ucapan itu membuat langkah kaki askapun mengepalkan tangannya diapun berbalik wiliam juga ikut berbalik
"hei ingat jabatanmu dan diriku kau hanyalah pangeran yg ketiga itupun tak sekaya pangeran ke enam dan aku adalah putra mahkota pangeran kesatu dan juga orang terkaya di dunia" ucap aska
"heh kau pikir kedudukan
tidak bisa berubah
takdir adalah takdir semua bisa di hancurkan oleh banyak hal" ucap wiliam diapun berbalik dan pergi
aska hanya diam dengan muka kesal
...____________...
keesokan harinya.......
keesokan harinya sekarang harii libur
jadi mereka pada berlibur untuk hari ini
di kerajaan damon kingdom
mereka semua berkumpul di tempat para pangeran
duduk seperti biasa dan melakukan aktivitasnya masing masing
sementara itu hiroo sedang mencoba menggambar suasana di luar diapun meperhatikan bagaian tempat yg mau ia gambar
hiroo sangat teliti dan dia sendiri
ketika sedang menggambar menggunakan tintanya ada gadis cantik yg lewat
hiroo terkejut dan bengong melihat gadia itu dengan rambut yg di kibasi angin berjalan sendiri
sementara perempuan itu menaruh keranjangnya lalu mengambil beberapa daun herbal
"wahhh cantik sekaliiii" guman hiroo dia menatapi gadis itu
"bagaimana bisa dayang itu sangat cantik kulitnya putih rambutnya panjang wahh sangat indah tingginya pun lebih pendek dariku" ucap hiroo
diapun perlahan juga melukis perempuan itu
dia melukisnya dengan cepat
perempuan itu berbalik dia yg melihat ada hiroo pun langsung tersenyum
__ADS_1
"salam pangeran" ucap perempuan itu memberi hormat
hiroo pun juga ikut tersenyum perempuan itu pun pergi karna dia rasa sudah cukup diapun pergi dari sana
sementara hiroo masih memandangnya dari kejauhan
"pprrffttt...... emppp ha ha Hahahahahaha" ucap seseorang yg tertawa terbahak bahak hiroo pun tersadar
"ahh kakak
mengagetkan saja" ucap hiroo yg ternyata itu adalah natan
"kenapaa
apa ada yg salah dengan gambarku" ucap hiroo lagi
"haha hhuuff....
lihatlah ini tak sesuai daunnya pun acak adul dan lihat ini kau menggambar perempuan tapi kau menggambarnya sangat jelek hahahaha" ucap natan
"ya sudahlah kak
aku kan tidak ahli dalam menggambar atau pun melukis" ucap hiroo
"haiissy yasudah sini kakak ajarkan" ucap natan diapun mengambil buku yg ada di lengan bajunya lalu mengambil tintanya
dan mulai menggambarnya
"lihatlah perhatikan baik baik yg mau kau gambar lalu gambar dengan teliti kalau tidak pas kau bisa menggantinya sedikit kau ulangi saja nanti pasti akan bisa" ucap natan yg mencontohkan kepada adiknya
"yayaya tapi kak apa kau bisa menggambar seseorang" ucap hiroo
"tentu saja lihatlah" ucap natan
diapun membuka lembaran lemabarn bukunya yg menggambar orang
"wahhh bisa kah kau gambar wanita yg sama persis" ucap hiroo
"haiisyy kau ini nih
sekarang itu jaman sudah modern hanya di kerajaan ini saja kau bisa mencuci foto saja agar lebih jelas"
"ahh benar juga oh yasudah aku akan cuci fotonya besok"
"emang siapa foto gadis itu" ucap natan
"ahh kakak mau tau saja"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung....