"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
target pertama menghasut dayang


__ADS_3

Hallo temen temen jangan lupa like, shere, vote, comen and tambah ke favorit dukung author terus biar semangat up datenya makasih😊😊😊🤗🤗


...__SELAMAT MEMBACA__...


lalu pelatih pun berjalan ke arah


"bacalah ini pangeran ke 2" ucap pelatih melemparkan dua buku kuna


veroo pun mengambil buku itu


"aku tau kau suka membaca


ini adalah buku untuk melatih beberapa puisi yg bisa menunsuk hati dan sangat menyakitkan membalas perkataan orang lain dengan bersikap tenang dan dingin"


"lalu di buku satunya lagi adalah cara menjaga istana dengan tersembunyi" ucap pelatih


"heh ku rasa umur kerajaan ini tidak akan panjang" guman veroo


"jimat juga mengatakan itu" ucap pelatih yg mendengar gumanan veroo sementara yg lain tidak mendengarkannya


"pangeran ke enam" ucap pelatih lalu tersenyum


"hemm kenapa" ucap hiroo


"bacalah buku ini


buku ini akan mengajarkanmu dewasa dan bacalah beberapa cerita tentang pahitnya hidup karna suatu hari nanti kau juga akan merasakan pahitnya hidup pangerannnn" ucap pelatih memberikan beberapa buku


"heh pahit hidup aku sedari kecil tinggal di kerajaan dan juga dunia luar tapi pahit hidup itu seperti apa" ucap hiroo


"hhemm pahit hidup itu banyak kalau kau tidak berlatih kau akan lemah jadi berlatihlah dan aku akan mengirimmu beberapa flim untuk kamu tonton nanti malem"


"flim itu yg di tv itu kan


kenapa di sini tidak ada" ucap hiroo


"itu tidak di bolehkan raja karna itu akan membuat kalian fokus dengannya dan sekarang raja menyuruhku untukmu berlatih cara melawan orang yg lebih pintar darimu" ucap pelatih


lalu diapun memberikan buku kepada


"pangeran ke 4 silakan baca bukumu dengan baik


di buku ini berbagai macam belajar pedang cara memanah yg tepat dari dekat dan dari jauh dan masih banyak lagi ini akan membantumu jika kau akan perang" ucap pelatih


natan pun mengambil buku itu


dan membacanya


"aku sudah ahli dalam ini tapi ku rasa


apakah ada buku untuk mengubah pikiran seseorang" ucap natan tersenyum licik


pelatih pun tersenyum


"tentu saja ada tapi tergantung hati dan pikirannnya jadi kau harus lebih cerdik pangeran" ucap pelatih


setelah memberikannya kepada beberapa pangeran diapun berjalan ke pintu


"kau ingin kemana pelatih" ucap hiroo


pelatih pun berbalik badan


"aku ingin pergi karna tugasku sudah selesai" ucap pelatih


"hah ingin pergi kau tidak memberikan apapun kepada kakak ketiga


kau ini sangat curang" ucap hiroo pelatih pun menatap wiliam yg berwajah dingin dan menatap ke lukisan tak memperdulikan kata kata mereka


"pangeran ke tiga tidak bica membaca

__ADS_1


dia dikirim ke daindong di sana tempat para budak mereka tidak di ajari membaca huruf kerajaan sama sekali" ucap pelatih


"lalu di sekolah kakak ketiga bisa membaca" ucap hiroo


"itu huruf biasa dia diajari waktu kecil tapi tidak dengan huruf kerajaan" ucap natan


pelatih pun ingin pergi


"tunggu" tiba tiba suara dingin pun terdengar pelatihpun kembali berbalik


"ya pangeran ke tiga"


"berikanlah aku beberapa buku strategi balas dendam menghancurkan segalanya dengan licik dan juga kepintaran" ucap wiliam dingin


masih menatap lukisan


"tapi bagaimana kau membacanya" ucap pelatih wiliampun menatap pelatih itu


"aku bisa menyuruh orang membacakannya untukku ambilkan saja bukunya" ucap wiliam


"baik pangeran ke tiga" ucap pelatih diapun akhirnya pergi


"kenapa kakak ketiga ingin membaca pembalasan dendam" ucap hiroo


"aku hanya membelajari kata katanya saja biasanya buku itu mempunyai kata kata yg bagus untuk melawan seseorang yg egois" ucap wiliam


"haaaa oh iya kak bagaimana kehidupanmu di daindong" ucap hiroo


"aku akan menceritakannya nanti malem sekalian aku ingin nonton bersamamu" ucap wiliam dingin


"waahhh yasudah akan ku tunggu kau di kamarku kak" ucap hiroo senang diapun lanjut membaca buku


...___________...


di luar yg sepi wiliam tengah membaca buku yg sudah di kasih oleh pelatih


*pembalasan dendam harus dilakukan dengan rencana yg licik dan tidak akan terlupakan semua yg kau alami musuhmu harus mengalami juga


tempat itu sangat sepi dan hanya ada air kecil yg mengalir


tiba tiba saja ada beberapa dayang yg berjalan menuju wiliam dengan muka dinginnya wiliampun menutup buku itu kembali


"ada apa" ucap wiliam dingin


para dayangpun memberi hormat


"pangeran di sini kami di perintahkan untuk mengawasi dan menemani anda" ucap dayang


"aku tidak perlu di temani dan diawasi kau pikir aku akan membakar istana ini apa


apa aku tidak punya belas kasih


aku hanya ingin berterima kasih sedari kecil aku diurus di sini dan masih bisa hidup


dan aku masih bersnyukur" ucap wiliam dingin dan tersenyum licik kepada dayang itu


"emm tapi ini perintah raja pangeran" ucap dayang itu lagi


"aku takut kalian akan menghianati" ucap wiliam


"tentu saja tidak pangeran kami tidak akan menghianati pangeran ini perintah raja"


"oke baiklah jadi kalian harus patuhi semua perintahku karna kedudukanku lebih tinggi aku berhak memerintah kedudukan kalian yg rendah oww" ucap wiliam dingin tapi tetap menyakitkan


pelayan yg tadi berbicara pun menunduk


"ya kami akan melakukan perintahmu karna kedudukan kami memang rendah" ucap dayang itu


"heh kalian ini sangat serius ya tidak aku hanya bercanda tapi karna kalian mau mematuhiku aku akan memberikan kalian hadiah" ucap wiliam

__ADS_1


"benarkah" ucap para dayang


"tentu saja" ucap wiliam tanpa tersenyum diapun membagikan gelang dan di tengahnya ada bola berwarna biru


wiliam membagikan satu satu ke para dayang


"wahhh gelangnya bagus sekali"


"iya aku belum pernah meliha ini"


"bagus sekali ya"


ucap para dayang


wiliampun kembali ke tempat semula


"pakailah gelang itu itu hadiah buat kalian" ucap wiliam para dayang pun bahagia


"TERIMA KASIH PANGERAN" ucap para dayang bersamaan sambil memberi hormat


"ya ya ya pakialah gelang itu selalu jangan sekali kali melepaskannya karna itu akan membuat kalian di hukum mengerti" ucap wiliam


"mengerti pangeran" ucap dayang


wiliampun pergi dan diikuti oleh para dayang


dia berjalan dengan cool dan menaruh kedua tangannya di belakang sambil membawa buku


diapun berhenti di suatu tempat seperti taman kerajaan yg indah diapun duduk di bangku kayu itu dengan pemandangan air terjun


"heii namamu siapa" ucap wiliam menunjuk salah satu dayang


"saya dayang choi


dan saya juga pemimpin dari dayang yg akan senantiasa mematuhi perintah pangeran" ucap dayang choi


"oh baiklah kau bisa membacakan" ucap wiliam dayang choi menatapnya dan mengangguk


"baiklah bacakan buku ini" ucap wiliam melemparkan bukunya dayang choi pun menangkapnya


"kau taukan mitosnya aku dikirim ke daindong dan tidak bisa membaca"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung


...**TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA**...


__ADS_2