"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
hati ini sudah menjadi busuk karna ulah manusia


__ADS_3

"kau tau Fatimah alergi dengan teh tetapi dirinya sendiri saja lupa" ucap brain


"ihh aku baru ngeliat orang ada ya yg alergi teh" ucap memelia


"au kenapa ya orang alergi ada ada bae" ucap laila


wiliam yg mendengar perkataan brain tadi pun mengingat masa lalunya waktu Fatimah sedang alergi


flack back onn


di sat itu Fatimah, ayahnya dan juga wiliam berada di meja makan


di sana Fatimah menuangkan teh dia gelas wiliam ayahnya dan juga dirinya


Fatimah dan ayahnyapun berdoa wiliam hanya melihat mereka


"ayo selamat makan" ucap Fatimah


diapun pertama tama meminum teh lalu memakan makananya


merekapun juga ikut makan wiliam dengan dinginnya melirik wajah Fatimah yg imut ketika makan


di saat selesai makan


tiba tiba Fatimah merasa pusing dan merasa oleng


ketika dia memegang gelas beling di tangannya dan


pprraang!


gelas itu pecah jatuh dari tangan Fatimah


"Fatimah!" ucap wiliam dan juga ayah Fatimah mereka terkejut dan langsung menghampiri Fatimah


"Fatimah bangun


Fatimah"


ayah Fatimahpun berusaha menyadarkan Fatimah


"wiliam cepat panggil tabib"


"baik ayah"


wiliampun bergegas pergi diapun berlari memanggil tabib


...__________...


setelah beberapa menit kemudian tabibpun memberi tahu keadaan Fatimah


"Fatimah ini terkena alergi yg bahkan bisa mencabut nyawanya" ucap tabib


"alergi?" ucap ayah Fatimah


"iya apakah ada makanan atau minuman yg dia konsumsi"


"ada ya teh dia baru pertama meminumnya" ucap ayah Fatimah


"ya dia alergi terhadap teh mohon jangan mengasih teh ke dirinya karna jika dia mengkonsumsinya itu tidak baik dan bisa bisa sampai merengut nyawanya untungnya kalian cepat memanggil saja" ucap tabib itu


"makasih tabib atas bantuannya" ucap ayah Fatimah berterima kasih


"yasudah saya pergi dulu"


tabib itupun pergi dari sana


ayah Fatimah melihat ke arah wiliam


"kau dengarkan apa katanya" ucap ayah Fatimah wiliam mengangguk


"jangan mengasih dia teh"


"baik ayah" ucap wiliam


"hhhuuff"


ayah Fatimah menghela nafas


flack back off


tak beberapa lama setelah itu beberapa menit lah dokterpun akhirnya keluar dari ruangan Fatimah


mereka langsung menghampirinya


"bagaimana kabarnya dok?" ucap wiliam


"hhuuff


untungnya pasien cepat di bawa kesini kalau tidak alergi nya bisa memburuk dan bisa merengut nyawanya"


"syukurlah" ucap memelia dan Fatimah

__ADS_1


"sebaiknya pasien jangan memakan makanan yg dia alergi karna itu bisa membahayakan nyawanya" ucap dokter wiliampun mengangguk


"terima kasih dok" ucap Aska dingin


"pasien sudah membaik hanya saja belum sadar kalian bisa menengoknya


saya permisi pak Aska" ucap dokter itu diapun pergi


merekapun masuk ke ruangan Fatimah


ketika wiliam ingin melangkahkan kakinya dia terhenti


dia berfikir ulang tentang ini dan dengan cepat dia langsung menarik tangan laila dan membawanya pergi


"eh eh eh" ucap laila yg agak bingung tapi dia hanya bisa ikut


sementara yg lainnya bingung


"kak wiliam emang bisa berbuat semaunya ya" ucap memelia menggeleng geleng karna perbuatan kakak tirinya itu


Fatimah, veroo, brain dan juga memelia yg ikut kerumah sakitpun melihat keadaan Fatimah yg sedang berbaring di ranjang rumah sakit


dengan wajah yg pucat


"bisa bisanya dia lupa akan alerginya sendiri" ucap Aska


"ya seharusnya aku tidak memberinya teh" ucap veroo


"ada ada saja kejadian yg tidak terduga" ucap brain


"tau bisa bisanya Fatimah alergi teh ada ada bae" ucap memelia


"Aska" panggil veroo


"hemm"


Aska hanya berdehem tanpa menoleh


"apa hubunganmu dengan Fatimah?" tanya veroo mereka hanya diam saja Aska diam sejenak dan akhirnya diapun menjawab


"tidak ada


kita hanya teman dan itu kebetulan"


_________


sementara di sisi lain laila di tarik oleh wiliam


"kenapa sih"


"ayo kita pulang" ucap wiliam dingin


"pulang? heh yaelah tadi aja kamu khawatir khawatir sekarang malah minta pulang gimana sih"


"eh jangan boongin perasaan kamu mulu dah jangan jadi orang bego!" ucap laila yg tau apa masalahnya dan dia mengerti apa yg sedang dialami


"udah lagian siapa yg boongin perasaan gua kan cuma nolongin adek gua udah gk usah banyak omong ikut gua" ucap wiliam diapun menarik tangan laila dan henda pergi tapi ketika berbalik


dia melihat laki laki yg ganteng, tinggi, gagah, mapan ya itu adalah Lian


Lian menatap wiliam dan juga adiknya itu


"kak Lian" ucap laila


dan benar saja Lian ada di sini karna dia bekerja di rumah sakit ini


wiliam menatap Lian dengan dingin


"besok aku akan kerumahmu kita bahas semuanya" ucap wiliam dingin lalu pergi bersama laila


Lian yg di bilang seperti itu bingung


"apa maksudnya?


kenapa mereka bisa berada di sini?" guman Lian tapi diapun akhirnya tidak memperdulikannya lagi dan pergi


setelah lamanya perjalanan pulang ke kerjaan


merekapun langsung masuk kamar


"kenapa sih lu tuh egois mulu" ucap laila yg agak kesal dengan perlakuan wiliam


"lu gk usah banyak omong"


"lagian emang kenapa aku kan mau ngeliat keadaan Fatimah ini mendadak loh" ucap Laila


wiliam diam


"heh" laila pun kesal dengan semuanya


diapun duduk ke kasur

__ADS_1


wiliam berpaling dari laila


laila menyadari ada sesuatu yg aneh dari wiliam


"kamu nangis" tanya laila


wiliam yg mendengar itu langsung menghapus air mata nya


"kamu nagis?" ucap laila memastikan lagi


diapun ingin bangun tapi wiliam langsung menindih nya


dia sudah tidak telrihat sedih lagi


"kau diam!" ucap wiliam


laila menatap wiliam dengan kesal


"aku belum melakukan misiku yg selanjutnya"


"emang apa misiku?"


wiliam pun bangun laila juga ikut bangun laila menatap wiliam wiliam pun melihat ke arah laila


"menghamilimu"


"apa!?"


laila yg mendengar itu terkejut


"buat apa lu hamilin gua heh gk mau gk mau gk mau"


"heh gua gk perlu persetujuan dari lu"


"yeeee eh jangan begini juga dong lu boleh apain gua tapi jangan hamil gua gk mau"


"gua gk perduli mau gk mau lu harus hamil"


"anak gua" lanjut wiliam


pulak!


seketika itu wiliam langsung di tampar sama laila wiliam menatap laila yg berani menamparnya


"wiliam! jangan mentang mentang kamu hebat kamu bisa melakukan semuanya kamu bisa mempergunakan perempuan hanya untuk membalaskan dendam kamu gk tau gimana sakitnya kamu hanya mengikuti ego mu tanpa peduli apa yg sedang mereka alami"


"hhuuff hhuuff


kamu tuh egois wiliam egois!!"


"aku tidak peduli!


kau berharap aku peduli heh?


tidak! tidak akan hati ini sudah menjadi busuk" ucap wiliam memegang tepat di hatinya dengan jari telunjuknya


lalu diapun pergi


di sana laila tak kuasa menahan air mata


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2