
"wawww cepat juga" guman kevin
"sudahlah lebih baik kita pulang" ucap veroo merekapun pada menaiki motornya masing masing
kevin di bonceng oleh erlan
merekapun berangkat
okeh skip beberapa jam kemudian...
mereka semua sudah sampai
begitupun dengan Fatimah yg mengikuti bus itu dengan cepat mereka semua pun pada turun
"laila kamu pulang sendiri" ucap memelia
"kayaknya sih lagian juga gk ada yg jemput"
"yasudah bareng yuk"
"hah!! emang kamu gk di jemput sama siapa siapa?"
"enggak bareng aja yuk tar serah jalan atau naik taxsi" ucap memelia
"yaudah yuk" ucap laila merekapun akhirnya pulang barengan karena Leo tak menjemputnya
mereka semua pun perlahan bubar dan datanglah lima kakak kelas mereka berhenti
sekarang di sana hanya ada
Fatimah, brain, veroo, Aska, erlan, kevin, natan dan juga hiroo
"kak natan aku akan pergi beli buku dulu kau duluan saja" ucap hiroo
"apa kau bisa?" ucap natan
"tentu saja aku ini sudah besar"
"yasudah aku duluan"
natan lalu menaiki mobilnya dan pergi
"hati hati jangan sampai tersesat" ucap Aska
"BAIKLAHHHH" teriak hiroo dari jauh
brain pun melihat ke arah fatimah yg masih diam dengan muka datar dan tatapan dinginya itu
"kau ikut denganku lebih baik aku tinggal saja di rumahku karna kau tidak punya uang kan untuk makan dan lainnya kau akan kesulitan jadi nginap di rumahku saja" ucap brain
"iya rumahnya juga besar kau tidak usah khwatir lagian lebih baik hidup dari pada matikan?" ucap kevin
"ya menurutku sih lebih baik mati dari pada hidup tapi aku tidak bisa tinggal seatap dengan orang yg bukan mahrom ku" ucap Fatimah
"tapi bukannnya di agamamu tidak boleh memilih mati ini lagi keadaan genting jadi terima saja" ucap Aska
"ah baiklah yasudah tunjukkan arahnya" ucap Fatimah brain dan kevin pun naik dan pergi diikuti oleh Fatimah dari belakang
merekapun akhirnya juga ikut pergi dari sana
...___________...
"ah buku ini akan membantuku menggambar dengan rapi" guamn hiroo diapun pergi ke kasir dan membayar buku itu lalu pergi
dia memperhatikan buku itu dengan senang sambil membayangkan ia sedang melukis gadis yg dia suka
berjalan dengan tenang di jalanan yg lumayan sepi tanpa dia peduli jalan itu hiroo masih tetap berjalan
BRAK..
__ADS_1
tiba tiba saja buku itu terjatuh dan hiroo hilang entah kemana
__________
"eh laila boleh gk aku tinggal di rumah kamu gitu sehari aja" ucap memelia
"kenapa?"
"yaa nih aku lagi males pualng ke rumah lagian di rumah tuh cape aku di suruh suruh mulu jadi boleh gk aku nginep di rumah kamu sebentar aja"
"eemm
gk bisa sih tapi emang kenapa kamu gk tinggal di hotel aja biasanya juga gitu"
"ya biasanya sih tapi sekarang itu keuangan aku tuh lagi sedikit lagi menurun jadi harus hemat"
"ohh maaf ya mel di rumah aku gk bisa mamah sama papah aku juga sibuk gk mau di ganggu dengan adanya temen temen aku makanya itu pas kerja kelompok jarang kerja kelompok di rumah aku" ucap laial
"aahh yasudahlah kalau begitu lagian nesok libur aku bisa bersantai santai"
beberapa menit kemuadian
laila pun sampai ke rumahnya dia pun melihat di rumah hanya ada kakak nya saja
"kak mamah sama ayah kemana?" ucap laial sambil mengahampiri kakaknya itu
"ayah sama mamah pergi ke luar negri biasa ngurusin pekerjaan" ucap lian
"ohh"
laila pun hanya ber oh lalu pergi ke ruangan atas dia pergi ke kamarnya merebahkan dirinya orang tuanya biasa meninggalkan mereka
karna sibuk kerja makanya itu lian selalu menjaga adiknya dan sayang sekali kepada adiknya itu
..._******_...
"hhhuuff"
"sebenernya aku masih menyimpan rasa sama kamu As tapi ini sangat susah bukan hanya kak lian yg menjadi musuh kamu tapi orang tua aku juga" guman laila
"andai kau tau aku juga masih menyimpan rasa kepadamu aku pengen sekali bersamamu walaupun umur kita masih bocah tapi cinta itu buta tak peduli apapun kalau sudah cinta semuanya akan di terima"
..._______...
di sisi lain Fatimah sudah berada di dalam rumah brain
rumahnya besar terlihat elegant dan mevvah
tapi tatapan Fatimah masih dingin dan datar
"hhuuff
kau seharusnya bahagia aku ini orang terkaya orang terpandang aku tak sembarangan mengajak seseorang ke rumahku tapi untungnya kau beruntung" ucap brain
"aku tidak peduli!
menurutku semua kedudukan manusia di sini sama saja kalau kau tidak iklas ya sudah" ucap Fatimah dingin
"memang cewek susah di bilangin" guman kecil brain
"yasudah yasudah kamarmu ada di sana untuk pakaian kau bisa membeli barang online nih kau pilih saja yg kau mau akan ku bayar" ucap brain memberikan hp nya
"kenapa kau baik kepada ku?"
"yaa karena kau menang kita pikir pikir bersama inilah hadiah untukmu"
"oh"
Fatimah pun langsung melihat lihat baju yg ada di hp brain pun akhirnya pergi dari sana menuju kamarnya di lantai atas
__ADS_1
sementara Fatimah masih memilih pakaian yg dia beli dia memang merasa agak canggung untuk itu apalagi dia dibayarin orang yg tidak di kenalnya agak agak tidak enak dan juga takut
okeh setelah lamanya seperti kalian memilih baju online dan bimbang Fatimah pun kelar lalu menaruh begitu saja hp brain di atas meja dan pergi ke kamar yg tadi sudah di tunjuk brain
diapun terdiam di sana memandangi kamar yg luas lega, bersih, rapih sambil bingung dengan hidupnya nanti
________
di sisi lain memelia sudah pulang ke rumah
Leo
ceklek
"selamat datang nona" ucap seseorang wanita paruh baya
"siapa kamu?"
"saya pelanyan baru di sini nona panggil saja bibi tuan Leo yg mengirim saya ke sini"
"ohh"
memelia pun tidak memperdulikannya lagi dan pergi ke atas
dia pun bebersih bersih lalu turun ke bawah
"bibi Leo kemana?" ucap memelia lalu duduk di sofa dan menyalakan tv
"tuan Leo sedang sibuk nona dia akan bekerja larut malam hari ini kalau nona butuh bantuan bisa panggil saya" ucap bibi
"ohh"
memelia pun hanya mengangguk angguk
"ya syukurlah"
lalu diapun menonton tv bersantai sambil memakan kripik
malam harinya.....
"nona waktunya makan" ucap bibi lembut
"ah makan mulu udah kenyang bi"
"tapi nona kalau nona tidak makan nona bisa sakit lagi pula ini perintah tuan"
"kan aku sudah kenyang aku tidak mau makan apa bibi tidak melihat daris tadi aku ngemil mulu"
bibi pun langsung merebut cemilannya
"eh eh eh"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung....