
Fatimah menunggu dengan ke khawatiran setelah lamanya menunggu dokterpun akhirnya keluar dari ruangan wiliam
Fatimah pun langsung menghampiri dokter itu
"gimana dok keadaannya?" ucap Fatimah
"apa kamu keluarga pasien?" tanya dokter
"saya temennya pasien dok"
"oprasinya berjalan dengan lancar
keadaanya tadi sangat kristis untungnya pasien cepat di bawa ke rumah sakit sehingga langsung di tahani imunnya sangat kuat sekarang anda bisa menjenguknya
tetapi pasien belum sadarkan diriku" ucap dokter
"oh makasih dok" ucap Fatimah dingin diapun langsung meninggalkan dokter itu sendirian dan akhirnya pergi
Fatimah masuk ke ruangan wiliam dia melihat wiliam yg tengah terbaring kepala dan lengannya di perban
banyak luka goresin di tubuh dan juga wajahnya Fatimah menghampiri wiliam yg masih memakai oksigen di wajahnya
"hhiisskk hhiiskk
kenapa sih kamu jadi begini
jadi terluka terus emang kamu gk cape apa iklasin aja udah hhiiskk" ucap Fatimah dia tak bisa menahan tangisnya
melihat wiliam yg keadaanya seperti ini
"hhiiskk hhiissk"
________
sementara di sisi lain Aska dan laila sudah pulang ke kerajaan memang larut malam ya sekitaran jam sepuluhan lah
kerajaan sudah sepi
Aska membawa laila ke kamarnya
"sudah aku tidak perlu cemas wiliam pasti akan baik baik saja"
"hhiiskk ini semua salahku
kalau saja aku tidak melakukannya ini semua pasti tidak akan terjadi" ucap laila yg masih menangis dengan apa yg dia perbuat
*kau menangisi wiliam
tapi kenapa aku tidak dulu ketika aku terluka kau tidak ada mungkin kau sudah tidak menyayangiku lagi* batin Aska
"sudah kau tak usah khawatir wiliam itu orang yg kuat dia pasti akan segera siuman" ucap Aska
"Aska aku tak sangka dia menyelamtkanku
padahal aku selalu membantahnya kenapa dia menyelamatkanku"
"laila wiliam itu baik
sudah ku bilang kau tidak akan di sakiti kalau kau patuh terhadapnya jadi patulah"
"apa kau cemburu?" ucap laila dia melihat mata Aska yg terlihat berbohong
"aku mèmang cemburu
tapi aku tidak bisa apa apa laila
maaf aku tidak bisa menyelamatkanmu"
"maaf aku tidak bisa menyelamatkan kamu waktu wiliam ingin menculikmu maaf aku tak bisa menyelamatkanmu waktu wiliam membentakmu hingga mmebuat air matamu jatuh" ucap Aska
"bukan itu bukan salah kamu Aska ini semua salah aku juga salah keluargaku mereka duluan yg bertindak"
"ahh sudahlah dari pada salah salahan istirahatlah buat dirimu lebih baik" ucap Aska diapun akhirnya pergi
laila tak bisa apa apa kecuali membiarkan Aska pergi tanpa berkata kata
________
__ADS_1
Fatimah menangis keras ketika dioprasi topeng wiliam di buka dia meliaht wajah wiliam
ada luka jahitan dan luka goresan yg tidak hilang dia melihat topeng wiliam yg berada di meja
diapun menangis
"kau menutupi wajahmu hanya karna luka itu tak apa kenapa kau harus menutupinya" ucap Fatimah
dia semakin menangis melihat luka jahitan yg berada di atas dan di bawah mata wiliam juga goresan yg sudah lama
diapun menangisi keadaan wiliam yg seperti itu hingga dia tertidur lelap di sofa dekat sana
tak lama setelah itu wiliam tersadar
"aahhh eeh" ucap wiliam dia bangun berusaha mmebuka matanya tubuhnya berasa sakit semua diapun membuka matanya perlahan lahan
dia melihat dinding rumah sakit
dia sudah tau sekarang ia ada di mana tapi dia tersadar bahwa topengnya terlepas diapun sontak kaget dan bangun
melepaskan oksigen yg dia pake
dia meraba mukanya yg tidak memakai topeng diapun melihat topengnya ada di sebelahnya
"aaahhh" diapun memegang kepalanya yg terasa sakit dan pusing
memejamkan matanya beberapa kali mencoba mengembalikan pandangannya yg agak buram
diapun tak sengaja melihat ke arah Fatimah yg sedang tertidur di sofa
wiliam melihatnya diapun melepaskan tali infus yg ada di lengannya menahan sakit lalu diapun berjalan ke arah Fatimah
diapun emmandangi wajah Fatimah yg cantik putih bersih sedikit bercahaya
"kau gadis yg baik
kau sudah melihat wajahku walau belum sepenuhnya kau mau menerimaku apa adanya" guman wiliam pelan agar Fatimah tidak terbangun
diapun mengangkat tangannya perlahan mulai mengelus kepala dan wajah Fatimah ketika sampai di bawah dia melihat ada luka memar yg ada di dekat bibirnya itu terlihat jelas
*berani beraninya* batin wiliam
diapun langsung mengambil topengnya memakainya dan pergi
...________...
"hahahha gadis itu tuh sangat pecundang
aku bisa mengalahkannya dengan cepat dia hanya berlagak jago saja" ucap boss preman tadi lalu meminum bir yg ada di depannya
"hahaha tapi gadis itu lumayan cantik bos
seharusnya kita bisa dapatkan dia"
"aku akan mendapatkannya ketika dia kembali"
"hahaha kita juga di kasih uang olehnya
banyak sekali hahahah"
merekapun nongkrong nongkrong meminum bir dan tertawa tertawa terbahak bahak tiba tiba
PPRRANGG
gelas melayang begitu saja tak ada hujan tak ada petir tiba tiba baday muncul mereka pun melihat siapa orang yg telah berani melempar gelas tepat di depan mereka
dan ternyata ya itu adalah wiliam
dia dengan marahnya melemparkan gelas
"heh siapa dia" ucap bos nya itu diapun bangun dan membenarkan jaketnya
"siapa kau berani sekali" ucap boss itu
"heh kau tidak tahu diriku rupanya" ucap wiliam tersenyum licik
bukk!
__ADS_1
bbuk!
bbuuk!!
diapun langsung menyerang bos preman itu tanpa ampun ketika bosnya itu ingin melawan wiliam langsung melawannya duluan
anak buahnya pun terkejut merekapun tak tinggal diam dan menyerang wiliam
tapi wiliam walaupun dengan keadaan di perban dan lain lainnya dia tetap melawan perkelahianpun di mulai
bbuuk!!
bbuukk!
bbuk!
bbuk!
buuk!
merekapun berkelahi terus menerus salah satu anak buah nya pun mengambil gelas bir lalu memukul kepala wiliam
pprrannkk
"Aaa!!" ucap wiliam yg kesakitan dia melihat siapa yg memukulnya dia memegang kepalanya kepalanya mengeluarkan darah tapi wiliam tidak perduli diapun langsung menonjok orang yg sudah memukulnya
bbuk!!
________
"eeemmhh
jam berapa sekarang" ucap Fatimah yg terbangun diapun melihat jam di lengannya
"ahh masih jam sebelas rupanya" ucap Fatimah diapun membuka matanya
dan
betapa terkejutnya dia melihat ranjang wiliam yg kosong
"wiliam!" ucap Fatimah dia terkejut
diapun melihat topeng yg tadinya ada di meja sekarang tidak ada
alat infus dan pernafasannya pun juga ikut di lepas oleh wiliam
"adduhhh kemana dia ahh masa aku harus ngecek cctv malam malam sih aduhh" ucap Fatimah yg cemas diapun keluar dari ruangan itu
diapun berkeliling rumah sakit berharap menemukan keberadaan wiliam
tetapi tidak ketemu juga
"aduhh di mana wiliam
hhuuff" Fatimah pun pergi ke tempat parkiran tapi dia sama sekali tidak menemukan motornya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1