
"aku mau kau menjadi budakku"
penculik itupun menatap Fatimah begitu juga dengan Fatimah
"apa kau menawarkanku pekerjaan
paksa" ucap Fatimah
"heh tentu saja iya
kau tidak akan mau kecuali aku paksa"
"aku tidak mau manjadi budakmu"
"kenapa?"
"aku tidak mau di suruh suruh
dan itu bukanlah pekerjaan yg halal kau tau aku seorang muslim kenapa harus diriku?"
"aku mempunyai caraku tersendiri
apa yg ku mau harus ku dapatkan"
"tapi tidak semua yg kau mau bisa kau dapatkan" ucap Fatimah lantang
"heh"
penculik itu tersenyum licik
"aku bisa saja kabur dari sini" ucap Fatimah
"silakan
karna semua itu akan sia sia
tempat ini adalah tempat terpencil di tengah tengah hutan kau akan lenyap di santap hewan buas di sini jika kau keluar"
"aku tidak peduli
mati urusna tuhan kalaupun aku mati akan ku terima"
"kau ini tidak punya rasa takut ya"
ucap penculik itu Fatimah diam
"heh pekerjaannya gampang saja
kau hanya perlu menjadi penjaga atau bodygratku lalu aku akan menggajimu dua kali lipat dari gaji biasanya"
"aku tidak mau
itu duit haram aku tidak mau
kalau saja kau orang baik aku akan terima tapi sayangnya ku rasa kau bukan orang baik" ucap Fatimah dingin
"lagi pula aku tidak bisa menjaga anda tuan
karna aku tidak terlalu pandai berkelahi dan mengibuli seseorang"
"akan ku ajarkan seiring kau bekerja"
ucap penculik itu diapun pergi
Fatimah mencoba melepaskan ikatan tangannya tapi tidak bisa
"sial heh"
Fatimahpun akhirnya diam dia melihat sekitar hanya ada satu jendela di ruangan itu
ruangannyapun terdengar kedap suara
Fatimah melihat ke arah jendela di sanapun jika jendelanya di trobos masih berada di rumah yg sama
Fatimah memperhatikan tempat sekitar
flack back off
"aku sudah lupa dengan suaranya sudah tiga bulan aku lolos dari dirinya"
"menjadikamu budak?" ucap Aska
aku tidak tahu maunya tapi suatu hari aku berhasil melarikan diri
flack back onn
__ADS_1
di saat itu Fatimah berhasil lolos walaupun di agak terluka
"hhuuff hhuuff" walaupun sudah ngos ngosan dia berusaha kabur
sementara penculik itu mengejarkan
"kau! berhenti!" ucap penculik itu dia berjalan cepat dengan langkah santai
dia tetap mengikuti Fatimah sementara Ftimah berusaha lari kencang agar dapat menghindari dan lolos dari penculik itu
"kau tidak akan bisa lari itu sia sia saja
hei berhenti!!" penculik itupun berlari dengan kencang
Fatimah dia melihat tanda di san atertulis hutan ini berbahaya
tapi dia sudah tidak memperdulikannya lagi diapun akhirnya masuk
penculik itu berhenti ketika sampai di depan hutan terlarang itu dia melihat sekelilingnya
"sial!!
di lolos dia tidak akan bisa bertahan" ucap penculik itu diapun akhirnya ikutan masuk
sementara Fatimah berlari dan diapun duduk di bawah pohon besar sembunyi di sana
memegangi lengannya yg sakit kena goresan pisau oleh penculik itu
di sana ia melengkung lengannya lalu merobek bajunya dan memperban luka di lengannya dengan bajunya itu
"hhuuff hhuuff hhuuff
bagaimana ini apa yg harus ku lakukan aku harus selamat" ucap Fatimah dia sudah merasa ngos ngosan
lalu di melihat penculik itu yg sudah berada tak jauh sarinya Fatimah langsung bersembunyi di balik pohon itu
penculik itu berhenti
"kemana dia mana mungkin dia berani masuk ke hutan ini aku harus mencarinya sebelum dia mati" ucap penculik itu
diapun tak melihat ada Fatimah di balik pohon besar itu dan pergi begitu saja
"hhuuff" Fatimah menghela nafasnya diapun akhirnya bisa tenang walaupun hanya sebentar ketenangannya karna dia tau penculiknya tidak akan membiarkannya pergi
flack back off
"siapa dia?"
"sudah ku bilang tidak tahu
tapi dia berani kok masuk ke hutan yg berbahaya itu"
_________
di pagi hari ini mereka semua duduk di bangku masing masing yg sudah di sediakan di lapangan
semuanya masuk lalu pak guru memberikan selembar kertas kepada masing masing siswa
"kalian akan ujian
pembahasan ekperimen yg kemarin jadi silakan diisi kalau sudah diisi kumpulkan waktunya enam puluh menit" ucap pak guru
merekapun langsung mengerjakan ujian itu
skip selesai ujian
Fatimah pergi dia selesai duluan di sana dia mengikuti veroo yg pergi entah kemana
ternyata veroo pergi ke dapur dia mengambil teko dan menuangkannya ke gelas lalu meminumnya
Fatimahpun memberikan sebuah kartu
veroo yg melihat kartu itu berhenti minum diapun melihat siapa yg memberikan kartu itu
Fatimah yg melihat veroo diam saja menaruhnya di meja
"ini terimakasih" ucap Fatimah dingin diapun ingin pergi tapi
"tunggu
kenapa kau membalikannya?" ucap veroo dingin menaruh gelasnya lalu diapun menghampiri Fatimah
Fatimah pun berbalik
"sebentar lagi aku akan pulang
__ADS_1
lagi pula itu duit haram aku terpaksa memakai duit kalian untuk hidup tapi sekarang aku akan pulang jadi akan ku kembalikan" ucap Fatimah
"kau bisa mengambilnya"
"hhuuff
sudahku bilang itu duit haram"
"apa kau tau di mana rumahmu?
lalu siapa yg akan mengantarkanmu?" tanya veroo
"aku akan memikirkannya nanti
lagi pula akan ada jalannya entah aku pulang dengan siapa itu bukan urusanmu" ucap Fatimah dengan tatapan dingin dan datar lalu diapun pergi
veroo diam diapun melihat kartu ATM yg di berikannya waktu itu lalu mengambilnya dan melihatnya
"heh" diapun tersenyum licik
sementara Fatimah pergi di perjalanan dia melihat wiliam yg sedang tiduran di pangkuan laila
Fatimah berhenti diapun menatap mereka berdua
"hhuuff
kau itu hanya datang sebagai penghalang jodohku wiliam" guman Fatimah
sementara wiliam memejamkan matanya di pangkuan laila
"ngapain sih?" ucap laila agak kesal
"kenapa kau selalu tidak bisa diem" ucap wiliam dingin membuka matanya
"ya gimana aku gk bisa diem kamunya aja nyebelin begini"
"apa kekuranganku"
"buannyak
banyak banget dari mulai kau kurang baik, tidak peka, tidak peduli perasaan orang lain, kau tidak tahu"
"apa kau masih mencintai Aska?" tanya wiliam diapun bangun dan duduk di sebelah Aska
"hhuuff" laila menghela nafas diapun berdiri wiliam memperhatikannya
lalu lailapun berkata
"aku dan Aska adalah air dan api yg tak bisa bersama tapi rasa cinta selalu berkembang dan menjadi besar nanti kami akan bersama tapi ketika kami bersama semuanya akan hancur" ucap laila
wiliam mengerti omongan laila
"bagaimana dengan kau dan" ucap laila
"Fatimah" lanjutnya
wiliam menarap laila
"heh tau apa kau tentang hubunganku dengan Fatimah"
"tentu saja tau aku bukanlah lelaki yg tidak peka akan hal yg spele yg biasa terjadi" ucap laila
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1