"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
melihatnya bersama orang lain itu menyakitkan


__ADS_3

"aku mau kau menjadi budakku"


penculik itupun menatap Fatimah begitu juga dengan Fatimah


"apa kau menawarkanku pekerjaan


paksa" ucap Fatimah


"heh tentu saja iya


kau tidak akan mau kecuali aku paksa"


"aku tidak mau manjadi budakmu"


"kenapa?"


"aku tidak mau di suruh suruh


dan itu bukanlah pekerjaan yg halal kau tau aku seorang muslim kenapa harus diriku?"


"aku mempunyai caraku tersendiri


apa yg ku mau harus ku dapatkan"


"tapi tidak semua yg kau mau bisa kau dapatkan" ucap Fatimah lantang


"heh"


penculik itu tersenyum licik


"aku bisa saja kabur dari sini" ucap Fatimah


"silakan


karna semua itu akan sia sia


tempat ini adalah tempat terpencil di tengah tengah hutan kau akan lenyap di santap hewan buas di sini jika kau keluar"


"aku tidak peduli


mati urusna tuhan kalaupun aku mati akan ku terima"


"kau ini tidak punya rasa takut ya"


ucap penculik itu Fatimah diam


"heh pekerjaannya gampang saja


kau hanya perlu menjadi penjaga atau bodygratku lalu aku akan menggajimu dua kali lipat dari gaji biasanya"


"aku tidak mau


itu duit haram aku tidak mau


kalau saja kau orang baik aku akan terima tapi sayangnya ku rasa kau bukan orang baik" ucap Fatimah dingin


"lagi pula aku tidak bisa menjaga anda tuan


karna aku tidak terlalu pandai berkelahi dan mengibuli seseorang"


"akan ku ajarkan seiring kau bekerja"


ucap penculik itu diapun pergi


Fatimah mencoba melepaskan ikatan tangannya tapi tidak bisa


"sial heh"


Fatimahpun akhirnya diam dia melihat sekitar hanya ada satu jendela di ruangan itu


ruangannyapun terdengar kedap suara


Fatimah melihat ke arah jendela di sanapun jika jendelanya di trobos masih berada di rumah yg sama


Fatimah memperhatikan tempat sekitar


flack back off


"aku sudah lupa dengan suaranya sudah tiga bulan aku lolos dari dirinya"


"menjadikamu budak?" ucap Aska


aku tidak tahu maunya tapi suatu hari aku berhasil melarikan diri


flack back onn

__ADS_1


di saat itu Fatimah berhasil lolos walaupun di agak terluka


"hhuuff hhuuff" walaupun sudah ngos ngosan dia berusaha kabur


sementara penculik itu mengejarkan


"kau! berhenti!" ucap penculik itu dia berjalan cepat dengan langkah santai


dia tetap mengikuti Fatimah sementara Ftimah berusaha lari kencang agar dapat menghindari dan lolos dari penculik itu


"kau tidak akan bisa lari itu sia sia saja


hei berhenti!!" penculik itupun berlari dengan kencang


Fatimah dia melihat tanda di san atertulis hutan ini berbahaya


tapi dia sudah tidak memperdulikannya lagi diapun akhirnya masuk


penculik itu berhenti ketika sampai di depan hutan terlarang itu dia melihat sekelilingnya


"sial!!


di lolos dia tidak akan bisa bertahan" ucap penculik itu diapun akhirnya ikutan masuk


sementara Fatimah berlari dan diapun duduk di bawah pohon besar sembunyi di sana


memegangi lengannya yg sakit kena goresan pisau oleh penculik itu


di sana ia melengkung lengannya lalu merobek bajunya dan memperban luka di lengannya dengan bajunya itu


"hhuuff hhuuff hhuuff


bagaimana ini apa yg harus ku lakukan aku harus selamat" ucap Fatimah dia sudah merasa ngos ngosan


lalu di melihat penculik itu yg sudah berada tak jauh sarinya Fatimah langsung bersembunyi di balik pohon itu


penculik itu berhenti


"kemana dia mana mungkin dia berani masuk ke hutan ini aku harus mencarinya sebelum dia mati" ucap penculik itu


diapun tak melihat ada Fatimah di balik pohon besar itu dan pergi begitu saja


"hhuuff" Fatimah menghela nafasnya diapun akhirnya bisa tenang walaupun hanya sebentar ketenangannya karna dia tau penculiknya tidak akan membiarkannya pergi


flack back off


"siapa dia?"


"sudah ku bilang tidak tahu


tapi dia berani kok masuk ke hutan yg berbahaya itu"


_________


di pagi hari ini mereka semua duduk di bangku masing masing yg sudah di sediakan di lapangan


semuanya masuk lalu pak guru memberikan selembar kertas kepada masing masing siswa


"kalian akan ujian


pembahasan ekperimen yg kemarin jadi silakan diisi kalau sudah diisi kumpulkan waktunya enam puluh menit" ucap pak guru


merekapun langsung mengerjakan ujian itu


skip selesai ujian


Fatimah pergi dia selesai duluan di sana dia mengikuti veroo yg pergi entah kemana


ternyata veroo pergi ke dapur dia mengambil teko dan menuangkannya ke gelas lalu meminumnya


Fatimahpun memberikan sebuah kartu


veroo yg melihat kartu itu berhenti minum diapun melihat siapa yg memberikan kartu itu


Fatimah yg melihat veroo diam saja menaruhnya di meja


"ini terimakasih" ucap Fatimah dingin diapun ingin pergi tapi


"tunggu


kenapa kau membalikannya?" ucap veroo dingin menaruh gelasnya lalu diapun menghampiri Fatimah


Fatimah pun berbalik


"sebentar lagi aku akan pulang

__ADS_1


lagi pula itu duit haram aku terpaksa memakai duit kalian untuk hidup tapi sekarang aku akan pulang jadi akan ku kembalikan" ucap Fatimah


"kau bisa mengambilnya"


"hhuuff


sudahku bilang itu duit haram"


"apa kau tau di mana rumahmu?


lalu siapa yg akan mengantarkanmu?" tanya veroo


"aku akan memikirkannya nanti


lagi pula akan ada jalannya entah aku pulang dengan siapa itu bukan urusanmu" ucap Fatimah dengan tatapan dingin dan datar lalu diapun pergi


veroo diam diapun melihat kartu ATM yg di berikannya waktu itu lalu mengambilnya dan melihatnya


"heh" diapun tersenyum licik


sementara Fatimah pergi di perjalanan dia melihat wiliam yg sedang tiduran di pangkuan laila


Fatimah berhenti diapun menatap mereka berdua


"hhuuff


kau itu hanya datang sebagai penghalang jodohku wiliam" guman Fatimah


sementara wiliam memejamkan matanya di pangkuan laila


"ngapain sih?" ucap laila agak kesal


"kenapa kau selalu tidak bisa diem" ucap wiliam dingin membuka matanya


"ya gimana aku gk bisa diem kamunya aja nyebelin begini"


"apa kekuranganku"


"buannyak


banyak banget dari mulai kau kurang baik, tidak peka, tidak peduli perasaan orang lain, kau tidak tahu"


"apa kau masih mencintai Aska?" tanya wiliam diapun bangun dan duduk di sebelah Aska


"hhuuff" laila menghela nafas diapun berdiri wiliam memperhatikannya


lalu lailapun berkata


"aku dan Aska adalah air dan api yg tak bisa bersama tapi rasa cinta selalu berkembang dan menjadi besar nanti kami akan bersama tapi ketika kami bersama semuanya akan hancur" ucap laila


wiliam mengerti omongan laila


"bagaimana dengan kau dan" ucap laila


"Fatimah" lanjutnya


wiliam menarap laila


"heh tau apa kau tentang hubunganku dengan Fatimah"


"tentu saja tau aku bukanlah lelaki yg tidak peka akan hal yg spele yg biasa terjadi" ucap laila


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2