
di malam hari
wiliam berada di kamar bersama laila
"kenapa kau selalu memakai topeng?" ucap laila memberanikan diri untuk bertanya
"kau tau
aku sangat membenci ayahku dan aku sanagt mirip denganya aku tidak suka melihat wajahnya ada di wajahku" ucap wiliam
"ohhh segitu bencinya ya kamu sama ayahmu" ucap laila tapi wiliam hanya diam saja
"tidak apa apa buka saja
lagi pula aku tidak masalah" ucap laila wiliam menatapnya
"aku tidak akan mematuhimu" ucap wiliam dingin mukanya yg tadi terlihat biasa biasa saja sekarang kesal
"emm emang kamu dari kapan make topeng itu?" ucap laila
"hhuuff!
ini bukan urusanmu" ucap wiliam yg makin tambah emosi
laila yg melihat itupun diam tak berani untuk berbicara soal topeng itu kepada wiliam
wiliam yg melihat laila diam
memandanginya gadis cantik, imut putih bersih langsing dan lain lain
wiliam sedikit terpesona tapi ya menurutnya sudah biasa melihat yg seperti itu memeliapun sama cantiknya
tapi sedikit ada yg berbeda darinya
wiliam melihat lihat ke arah laila
laila yg sadar akan hal itupun agak kesal
"ngapa lu liat liat" ucap laila ngegas ngikutin wiliam
wiliampun memalingkan wajahnya
"enggak
lagian gua tuh suami lu ya tarserah gua lah mau ngapain"
laila yg mendengar itu memutar bola matanya malas
"suami apaan orang kita tuh cuma nikah kontrak nanti juga pas kamu sudah membalaskan dendam selesai semua urusan" ucap laila
"lagian kau pikir apa
kau pikir aku akan tertarik padamu gitu"
"ya enggaklah dunia itu tuh gk kaya novel yg kamu baca heh lagian aku tuh masih punya orang yg aku cinta ngapain aku tertarik sama kamu"
"siapa? Aska?
heh nanti juga gua yg bakal bunuh dia"
"heh liat aja nanti siapa yg bakal menyesal"
"lu pikir gua bakal nyesel
mulai sekarang di hidup gua gk ada yg namanya penyesalan" ucap wiliam dingin
"yaudah kita liat nanti
udah ah gua mau tidur cape bertengkar sama orang yg gk peka" ucap laila diapun emnarik selimutnya
"yasudah" ucap wiliam
Bbrruukk
"aa!!" ucap laila kesakitan karna dia di dorong dari tempat tidur hingga dia jatuh
"ihhhh!"
"lu tidur di bawah sekarang
__ADS_1
perintah kalau tidak tanggung sendiri akibatnya" ucap wiliam
"isss nyebelin bangt sih" ucap laila diapun mengambil selimut dan bantal yg di pakai wiliam
wiliam kesal tapi laila tidak memperdulikannya dan langsung tidur di lantai dengan bantal dan menyelimuti dirinya sendiri
wiliampun akhirnya mengalah dan diam mereka berdua pun akhirnya sama sama tidur dalam jarak
..._______...
sementara di sisi lain ada hiroo yg sednag berjalan jalan malam
dia menaruh tangannya di belakang dan berjalan ala pangeran belajar untuk menjadi dewasa
"wahh gelap juga ya tapi untungnya ada
lampu yg menyinari gelapnya malam tapi tidak gelapnya hati ini" ucap hiroo
para dayang yg menemani hiroo menahan tawa mendengar itu
hiroo pun berhenti para dayang juga ikut berhenti lalu hiroo pun berbalik
"apa kalian tidak bisa satu kali saja jangan ikuti aku" ucap hiroo
"maaf pangeran kami di perintah oleh raja
ini demi keselamatan pangeran agar yg hal tidak diingkan tidak terjadi" ucap salah satu dayang
"kau tau aku ini sudah besar tidak perlu di temani lagi lagian hal yg sama tidak akan terulang" ucap hiroo tapi tiba tiba
"Hhaunggrrr"
"aaah"
tiba tiba saja ad ayg mengagetkannya hiroo mengeluarkan jurus abal abalnya
"hahahahaha" sementara natan tertawa ya yg mengagetkannya adalah natan
"hahahahha katanya pemberani sudah besar dengan suara buatan saja takut" ucap natan mengejek
"ah kakak mengagetkan saja
lagiankan ku kira kau macan aku takut dengan macan" ucap hiroo
lagian kau masih kecil adikku hahahah" ucap natan lalu pergi hiroo menatapnya dengan wajah yg males mendengar omongan kakakknya yg selalu mengejeknya
"jangan marah ya anak kecil" ucap natan
hiroo ingin sekali membalas tapi dia tau ada dayang
bisa bisa hilang kedermawanannya
hiroo pun hanya dengan wajahnya yg terlihat agak kesal diapun merapihkan bajunya lalu kembali berjalan
di tengah tengah perjalan tentunya ada penghalang di sana hiroo melihat cecen yg sedang mengobati veroo yg terluka
melihat itu perlahan langskah hiroo terhenti diapun melihat veroo dan jug cecen
"sudah selesai pangeran" ucap cecen
"apa ada masalah dengan lukaku?" ucap verok
"emmm tidak ada lukanya tidak terlalu parah nanti juga akan kering dengan sendirinya
pangeran hanya perlu beristirahat pangeran harus berhati hati jika jahitannya lepas bisa terjadi pendarahan" ucap cecen menjelaskan dengan ditail
"ya aku tau aku akan berhati hati mulai sekarang" ucap veroo
"yasudah kalau begitu aku mohon pergi pangeran" ucap cecen ingin pergi tapi
"tunggu dulu" ucap dingin veroo cecen yg mendengar itupun menghentikan langskhanya dan kembali berbalik
"iya pangeran apa ada yg lain?"
"bisakah kau ajarkan aku menggunakan obat obatan dan cara menangani orang yg terluka"
"emm apa tidak akan terjadi masalah?"
"tidak akan ini perintahku
__ADS_1
kau hanya perlu ajarkan aku ini perintah pangeran"
"baiklah" ucap cecen diapun menjelaskan beberapa cara membuat dan menahani pasien yg terluka
"heh kenapa kakak dekat dengannya dan menyuruhnya untuk mengajarinya?" ucap hiroo bertanya tanya
"hei dayang
kenapa kakak kedua ingin diajari dengan pelayan itu" ucap hiroo bertanya kepada dayang
"pelayan?
emm cecen tuan"
"iyaa"
"emm dia adalah pelayan di sini tuan dan dia adalah anak dari seorang tabib jadi dia mengerti cara menangani seseorang yg terluka kalau soal pangeran kenapa ingin diajarinya kami kurang tau pangeran" ucap salah satu dayang
"yasudah kalian diam di sini aku mau kesana jangan ikuti aku"
"tapi pangeran" ucap dayang terhenti karna hiroo langsung memotong pembicaraannya
"sudah jangan ikuti aku" ucap hiroo diapun pergi ke tempat veroo dan cecen
"hai kak" ucap hiroo
veroo melihat siapa yg menyapanya dan menepuk pundaknya ternyata itu adalah adiknya hiroo
"ternyata kau
emm kenapa kau di sini?" ucap veroo
"ah aku tadi habis berjalan jalan saja di sekitar kerajaan"
"sendirian?"
"ya sendirian beranikan" ucap hiroo agak sombong walaupun tidak sesuai kenyataan
veroo melihat ada beberapa dayang di pojokan sana yg biasa menemani hiroo veroo sudah hapal itu
diapun tersenyum kecut
"ya ya ya adikku" ucap veroo berusaha menghibur adiknya itu
"ah kak kau sedang apa
bersama
gadis ini?" ucap hiroo
"ah aku hanya ingin mempelajari beberapa pelajaran dengannya agar aku nanti bisa menyelamatkan seseorang walau itu mustahil" ucap kakak
"apa maksudmu mustahil?" ucap hiroo
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung...