"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
di balik topeng yg dia pakai ada rahasia yg tersimpan


__ADS_3

di malam hari


wiliam berada di kamar bersama laila


"kenapa kau selalu memakai topeng?" ucap laila memberanikan diri untuk bertanya


"kau tau


aku sangat membenci ayahku dan aku sanagt mirip denganya aku tidak suka melihat wajahnya ada di wajahku" ucap wiliam


"ohhh segitu bencinya ya kamu sama ayahmu" ucap laila tapi wiliam hanya diam saja


"tidak apa apa buka saja


lagi pula aku tidak masalah" ucap laila wiliam menatapnya


"aku tidak akan mematuhimu" ucap wiliam dingin mukanya yg tadi terlihat biasa biasa saja sekarang kesal


"emm emang kamu dari kapan make topeng itu?" ucap laila


"hhuuff!


ini bukan urusanmu" ucap wiliam yg makin tambah emosi


laila yg melihat itupun diam tak berani untuk berbicara soal topeng itu kepada wiliam


wiliam yg melihat laila diam


memandanginya gadis cantik, imut putih bersih langsing dan lain lain


wiliam sedikit terpesona tapi ya menurutnya sudah biasa melihat yg seperti itu memeliapun sama cantiknya


tapi sedikit ada yg berbeda darinya


wiliam melihat lihat ke arah laila


laila yg sadar akan hal itupun agak kesal


"ngapa lu liat liat" ucap laila ngegas ngikutin wiliam


wiliampun memalingkan wajahnya


"enggak


lagian gua tuh suami lu ya tarserah gua lah mau ngapain"


laila yg mendengar itu memutar bola matanya malas


"suami apaan orang kita tuh cuma nikah kontrak nanti juga pas kamu sudah membalaskan dendam selesai semua urusan" ucap laila


"lagian kau pikir apa


kau pikir aku akan tertarik padamu gitu"


"ya enggaklah dunia itu tuh gk kaya novel yg kamu baca heh lagian aku tuh masih punya orang yg aku cinta ngapain aku tertarik sama kamu"


"siapa? Aska?


heh nanti juga gua yg bakal bunuh dia"


"heh liat aja nanti siapa yg bakal menyesal"


"lu pikir gua bakal nyesel


mulai sekarang di hidup gua gk ada yg namanya penyesalan" ucap wiliam dingin


"yaudah kita liat nanti


udah ah gua mau tidur cape bertengkar sama orang yg gk peka" ucap laila diapun emnarik selimutnya


"yasudah" ucap wiliam


Bbrruukk


"aa!!" ucap laila kesakitan karna dia di dorong dari tempat tidur hingga dia jatuh


"ihhhh!"


"lu tidur di bawah sekarang

__ADS_1


perintah kalau tidak tanggung sendiri akibatnya" ucap wiliam


"isss nyebelin bangt sih" ucap laila diapun mengambil selimut dan bantal yg di pakai wiliam


wiliam kesal tapi laila tidak memperdulikannya dan langsung tidur di lantai dengan bantal dan menyelimuti dirinya sendiri


wiliampun akhirnya mengalah dan diam mereka berdua pun akhirnya sama sama tidur dalam jarak


..._______...


sementara di sisi lain ada hiroo yg sednag berjalan jalan malam


dia menaruh tangannya di belakang dan berjalan ala pangeran belajar untuk menjadi dewasa


"wahh gelap juga ya tapi untungnya ada


lampu yg menyinari gelapnya malam tapi tidak gelapnya hati ini" ucap hiroo


para dayang yg menemani hiroo menahan tawa mendengar itu


hiroo pun berhenti para dayang juga ikut berhenti lalu hiroo pun berbalik


"apa kalian tidak bisa satu kali saja jangan ikuti aku" ucap hiroo


"maaf pangeran kami di perintah oleh raja


ini demi keselamatan pangeran agar yg hal tidak diingkan tidak terjadi" ucap salah satu dayang


"kau tau aku ini sudah besar tidak perlu di temani lagi lagian hal yg sama tidak akan terulang" ucap hiroo tapi tiba tiba


"Hhaunggrrr"


"aaah"


tiba tiba saja ad ayg mengagetkannya hiroo mengeluarkan jurus abal abalnya


"hahahahaha" sementara natan tertawa ya yg mengagetkannya adalah natan


"hahahahha katanya pemberani sudah besar dengan suara buatan saja takut" ucap natan mengejek


"ah kakak mengagetkan saja


lagiankan ku kira kau macan aku takut dengan macan" ucap hiroo


lagian kau masih kecil adikku hahahah" ucap natan lalu pergi hiroo menatapnya dengan wajah yg males mendengar omongan kakakknya yg selalu mengejeknya


"jangan marah ya anak kecil" ucap natan


hiroo ingin sekali membalas tapi dia tau ada dayang


bisa bisa hilang kedermawanannya


hiroo pun hanya dengan wajahnya yg terlihat agak kesal diapun merapihkan bajunya lalu kembali berjalan


di tengah tengah perjalan tentunya ada penghalang di sana hiroo melihat cecen yg sedang mengobati veroo yg terluka


melihat itu perlahan langskah hiroo terhenti diapun melihat veroo dan jug cecen


"sudah selesai pangeran" ucap cecen


"apa ada masalah dengan lukaku?" ucap verok


"emmm tidak ada lukanya tidak terlalu parah nanti juga akan kering dengan sendirinya


pangeran hanya perlu beristirahat pangeran harus berhati hati jika jahitannya lepas bisa terjadi pendarahan" ucap cecen menjelaskan dengan ditail


"ya aku tau aku akan berhati hati mulai sekarang" ucap veroo


"yasudah kalau begitu aku mohon pergi pangeran" ucap cecen ingin pergi tapi


"tunggu dulu" ucap dingin veroo cecen yg mendengar itupun menghentikan langskhanya dan kembali berbalik


"iya pangeran apa ada yg lain?"


"bisakah kau ajarkan aku menggunakan obat obatan dan cara menangani orang yg terluka"


"emm apa tidak akan terjadi masalah?"


"tidak akan ini perintahku

__ADS_1


kau hanya perlu ajarkan aku ini perintah pangeran"


"baiklah" ucap cecen diapun menjelaskan beberapa cara membuat dan menahani pasien yg terluka


"heh kenapa kakak dekat dengannya dan menyuruhnya untuk mengajarinya?" ucap hiroo bertanya tanya


"hei dayang


kenapa kakak kedua ingin diajari dengan pelayan itu" ucap hiroo bertanya kepada dayang


"pelayan?


emm cecen tuan"


"iyaa"


"emm dia adalah pelayan di sini tuan dan dia adalah anak dari seorang tabib jadi dia mengerti cara menangani seseorang yg terluka kalau soal pangeran kenapa ingin diajarinya kami kurang tau pangeran" ucap salah satu dayang


"yasudah kalian diam di sini aku mau kesana jangan ikuti aku"


"tapi pangeran" ucap dayang terhenti karna hiroo langsung memotong pembicaraannya


"sudah jangan ikuti aku" ucap hiroo diapun pergi ke tempat veroo dan cecen


"hai kak" ucap hiroo


veroo melihat siapa yg menyapanya dan menepuk pundaknya ternyata itu adalah adiknya hiroo


"ternyata kau


emm kenapa kau di sini?" ucap veroo


"ah aku tadi habis berjalan jalan saja di sekitar kerajaan"


"sendirian?"


"ya sendirian beranikan" ucap hiroo agak sombong walaupun tidak sesuai kenyataan


veroo melihat ada beberapa dayang di pojokan sana yg biasa menemani hiroo veroo sudah hapal itu


diapun tersenyum kecut


"ya ya ya adikku" ucap veroo berusaha menghibur adiknya itu


"ah kak kau sedang apa


bersama


gadis ini?" ucap hiroo


"ah aku hanya ingin mempelajari beberapa pelajaran dengannya agar aku nanti bisa menyelamatkan seseorang walau itu mustahil" ucap kakak


"apa maksudmu mustahil?" ucap hiroo


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2