
"jadi ketika Aska berbicara atau menetapkan pilihan mereka tidak ada yg berani membantah"
"seberapa kaya sih Aska?" tanya Fatimah
"Aska itu sangat kaya
tapi dia menyembunyikan kekayaannya
dia bisa saja menghancurkan wiliam tapi dia menahan emosinya"
"lalu kerajaan damon kingdom
kenapa harus di bangun di tengah tengah hutan dan kerajaan itu bersembunyi?
bukankah ada beberapa kerajaan di jaman sekarang kenapa harus membangunanya di tengah tengah hutan?"
"hhuuff...
ayah Aska adalah seorang mafia yg tidak bisa di temukan ataupun di lacak oleh polisi
dia sudah membunuh banyak korban jika dia membuat kerajaan di sini pasti semuanya akan hancur makanya dia memilih untuk membuatnya di tengah tengah hutan tanpa sepengetahuan orang lain akupun tidak tau"
"ohh lalu siapa yg memberiku kartu ATM?" ucap Fatimah
"veroo"
"veroo?"
di sana mereka hanya mengobrol ngobrol yg penting penting saja
okeh skip keesokan harinya
ddreet
heanphone Aska berdering ternyata ada pesan Aska pun mmebuka pesan itu
"kita ketemu di taman alam jam 09.00"
itulah isi pesannya
di jam sembilan tepat
Askapun pergi ke taman
dia mencari seseorang di sana ada Fatimah yg sedang duduk sambil menikmati angin sejuk
Aska yg melihat itupun menghampiri Fatimah
"ada apa kau memanggilku?" ucap Aska dingin
Fatimah melihat Aska
"duduklah dulu" ucap Fatimah dingin Aska
menghela nafas bisa bisanya dia di suruh oleh orang seperti Fatimah diapun akhirnya duduk dengan pasrah
"ada apa?"
"hhuuff..." Fatimah menghela nafasnya untuk memberanikan dirinya
"ayo kita menikah" ucap Fatimah Aska yg mendengar itu sedikit terkejut diapun menatap Fatimah tak bisa berkata apa apa
"a apa?"
"ayo kita menikah" ucap Fatimah diapun tersenyum sedikit melihat tingkah Aska yg pura pura budek
"tapi..." sebelum Aska berbicara Fatimah langsung memotong pembicaraannya
"yaaa menurutku kau bisa kau orangnya baik
jadi ayo kita menikah" ucap Fatimah
Aska menatapa Fatimah yg kelihatannya serius
"hhuuff
apa kau tidak masalah"
"kita urus masalah itu nanti
sekarang ayo bukankah ini yg kau inginkan" ucap Fatimah ia tau betul apa yg dirasakan Aska
Aska menatap Fatimah dan memikirkannya lagi
"hhuuff
baiklah" ucap Aska
"apa yg kau lakukan!?" tanpa di sadari ada wiliam yg melihat semua ini
dia berada di taman untuk menenangkan dirinya dia melihat Fatimah dan memperhatikannya tapi dia malah melihat kejadian ini
__ADS_1
dan dia mendengar semua apa yg di omongin Aska dan juga Fatinah rasa bingung sakit hati dan kekecewaan sekarang ada di hatinya
"apa maksudmu Fatimah?" ucap wiliam bertanya tanya dia tak bisa berkata apa apa
perlahan dia mengepalkan tangannya
"Aska
hhuuff hhuuff" wiliam terlihat marah dia sudah mengepalkan tangannya dia sangat marah dan akhirnya pergi
sementara itu
"hhuuff
baiklah akan ku pikirkan dulu
tapi apa kau tidak masalah?" ucap Aska
"hhuuff
wiliam itu sudah keterlaluan
tidak ada salahnya membalaskannya lagi"
"tapi bukankah di larang oleh agamamu"
"hhuuff
tapi ini tidak adil Aska wiliam berbuat seenaknya sementara dirimu menderita" ucap Fatimah Aska yg mendengar itu menatap Fatimah
"kenapa kau peduli kepadaku?" ucap Aska mendnegar kata kata itu keluar dari mulut Aska Fatimah terdiam
"apa salahnya peduli
bukankah ini hanya sementara kau bisa mencari cara agar kita bisa bersama walaupun beda agama kau hebat Aska kau hebat kau tinggal pikirkan semuanya"
"tapi apa kau tidak keberatan?"
"sejujurnya memang aku keberatan
tapi wiliam sudah keterlaluan bagaimana bisa kamu tidak membalasnya kau tau aku yg kesel melihat semua ini"
"kau bisa saja bilang ke wiliam
begini begini begini apa susahnya Aska kau tinggal bilang terus ya sudah semuanya beres"
"dari pada begini kau menderita Aska padahal aku tidak bersalah kau kan juga mencintai laila rebut lagi rebut dong" ucap Fatimah ngomel ngomel karna dia memang sejujurnya kesal dengan semuanya
"hehehe" tawa Aska
Fatimah melihat Aska tertawa ini kali pertamanya dia tertawa sampai terlihat giginya
biasanya di hanya tertawa kecut, tertawa licik dan tertawa karna terpaksa
"ihh kok malah ketawa kau tau aku memikirkannya setiap malam kesal aku rasanya pengen ku bongkar semuanya biar semua urusan selesai" ucap Fatimah
"janganlah kan kau sudah berjanji"
"iya makanya itu aku gk bongkar jadi kamu mau apa kgk?"
"mau apa"
"nikahlah ah pura pura kgk tau"
"oh iya
emm kalo aku mau gimana?"
"yaudah kamu mikirin caranya kamu kan pinter"
"kalo aku gk mau"
"ya udah gk jadi nikah gampang kan"
"hhuuff..."
"kuras memikirkan rencananya terllau sulit aku tak mau menjerumuskanmu ke dalam api neraka" ucap Fatimah
"Aska!!" ucap Fatimah yg kesla Aska yg melihat itu kembali tertawa
"hahaha kenapa sih" ucapnya tertawa
"jangan buat aku tambah peduli deh
tuh kan kamu tuh terlalu baik ihh nyebelin tau" ucap Fatimah dia melipat kedua tangannya
"ngambek?"
"enggak
yaudah tapi kamu gk papa
__ADS_1
laila bisa aja loh jadi milik wiliam loh"
"gk papa
kalo memang sudah takdir yasudah aku terima"
"yaudah kalau begitu
oh kamu itu cowok yg kuat ya"
"baru tau"
"yee sombong"
"hehehe gk papa"
"oh ya makasih ya buat semuanya udah mau sekolahin aku dan terima kasih juga buat temen temenmu brain, veroo, siapa lagi tuh"
"kevin erlan"
"nah iya itulah pokoknya makasih buat semuanya ya"
"hemm
emang lu mau ngapain baru bilang terima kasih"
"yaelah kagak
aku mau pergi ke kampungku selesai pergi pergi"
"oh tapi bukanya kau tidak punya siapa siapa"
"heheheh aku berbohong aku masih mempunyai ayahku ya mungkin sekarang dia khawatir karna aku di culik yasudah kalau begitu udah selesaikan aku pergi dulu" ucap Fatimah
"hemm"
Fatimah pun ingin pergi
"Fatimah" ucap Aska
Fatimah yg mendengar itupun menengok
"hemm kenapa?"
Aska berdiri
"thansk" ucapnya mendengar itu Fatimah tersenyum diapun mengangguk
"hemm okeh bayy" ucap Fatimah diapun melambaikan tangan lalu pergi
senyum yg tadi ada di wajah Aska perlahan memudar pelahan senyuman itu hilang diapun menunduk
"hhuuff"
menghela nafas meneratapi hidupnya ini
"semoga saja aku tidak salah" gumannya lalu diapun pergi dari tempat itu
di sisi lain Fatimah juga menghela nafas dia melihat Aska dari arah kejauhan dia merasa kasihan
"kau memang benar benar kuat
maaf wiliam kau terlalu egois" guman Fatimah melihat Aska pergi diapun pergi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung....
***hallo temen temen tolong dukungannya ya
maaf kalo ada tulisan yg salah dan kurang di pahami tolong di maklumi ya😊😊 dukung terus ceritanya🤗🤗🤗
__ADS_1
...__terimakasih sudah membaca***__...