"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
"ayo kita menikah"


__ADS_3

"jadi ketika Aska berbicara atau menetapkan pilihan mereka tidak ada yg berani membantah"


"seberapa kaya sih Aska?" tanya Fatimah


"Aska itu sangat kaya


tapi dia menyembunyikan kekayaannya


dia bisa saja menghancurkan wiliam tapi dia menahan emosinya"


"lalu kerajaan damon kingdom


kenapa harus di bangun di tengah tengah hutan dan kerajaan itu bersembunyi?


bukankah ada beberapa kerajaan di jaman sekarang kenapa harus membangunanya di tengah tengah hutan?"


"hhuuff...


ayah Aska adalah seorang mafia yg tidak bisa di temukan ataupun di lacak oleh polisi


dia sudah membunuh banyak korban jika dia membuat kerajaan di sini pasti semuanya akan hancur makanya dia memilih untuk membuatnya di tengah tengah hutan tanpa sepengetahuan orang lain akupun tidak tau"


"ohh lalu siapa yg memberiku kartu ATM?" ucap Fatimah


"veroo"


"veroo?"


di sana mereka hanya mengobrol ngobrol yg penting penting saja


okeh skip keesokan harinya


ddreet


heanphone Aska berdering ternyata ada pesan Aska pun mmebuka pesan itu


"kita ketemu di taman alam jam 09.00"


itulah isi pesannya


di jam sembilan tepat


Askapun pergi ke taman


dia mencari seseorang di sana ada Fatimah yg sedang duduk sambil menikmati angin sejuk


Aska yg melihat itupun menghampiri Fatimah


"ada apa kau memanggilku?" ucap Aska dingin


Fatimah melihat Aska


"duduklah dulu" ucap Fatimah dingin Aska


menghela nafas bisa bisanya dia di suruh oleh orang seperti Fatimah diapun akhirnya duduk dengan pasrah


"ada apa?"


"hhuuff..." Fatimah menghela nafasnya untuk memberanikan dirinya


"ayo kita menikah" ucap Fatimah Aska yg mendengar itu sedikit terkejut diapun menatap Fatimah tak bisa berkata apa apa


"a apa?"


"ayo kita menikah" ucap Fatimah diapun tersenyum sedikit melihat tingkah Aska yg pura pura budek


"tapi..." sebelum Aska berbicara Fatimah langsung memotong pembicaraannya


"yaaa menurutku kau bisa kau orangnya baik


jadi ayo kita menikah" ucap Fatimah


Aska menatapa Fatimah yg kelihatannya serius


"hhuuff


apa kau tidak masalah"


"kita urus masalah itu nanti


sekarang ayo bukankah ini yg kau inginkan" ucap Fatimah ia tau betul apa yg dirasakan Aska


Aska menatap Fatimah dan memikirkannya lagi


"hhuuff


baiklah" ucap Aska


"apa yg kau lakukan!?" tanpa di sadari ada wiliam yg melihat semua ini


dia berada di taman untuk menenangkan dirinya dia melihat Fatimah dan memperhatikannya tapi dia malah melihat kejadian ini

__ADS_1


dan dia mendengar semua apa yg di omongin Aska dan juga Fatinah rasa bingung sakit hati dan kekecewaan sekarang ada di hatinya


"apa maksudmu Fatimah?" ucap wiliam bertanya tanya dia tak bisa berkata apa apa


perlahan dia mengepalkan tangannya


"Aska


hhuuff hhuuff" wiliam terlihat marah dia sudah mengepalkan tangannya dia sangat marah dan akhirnya pergi


sementara itu


"hhuuff


baiklah akan ku pikirkan dulu


tapi apa kau tidak masalah?" ucap Aska


"hhuuff


wiliam itu sudah keterlaluan


tidak ada salahnya membalaskannya lagi"


"tapi bukankah di larang oleh agamamu"


"hhuuff


tapi ini tidak adil Aska wiliam berbuat seenaknya sementara dirimu menderita" ucap Fatimah Aska yg mendengar itu menatap Fatimah


"kenapa kau peduli kepadaku?" ucap Aska mendnegar kata kata itu keluar dari mulut Aska Fatimah terdiam


"apa salahnya peduli


bukankah ini hanya sementara kau bisa mencari cara agar kita bisa bersama walaupun beda agama kau hebat Aska kau hebat kau tinggal pikirkan semuanya"


"tapi apa kau tidak keberatan?"


"sejujurnya memang aku keberatan


tapi wiliam sudah keterlaluan bagaimana bisa kamu tidak membalasnya kau tau aku yg kesel melihat semua ini"


"kau bisa saja bilang ke wiliam


begini begini begini apa susahnya Aska kau tinggal bilang terus ya sudah semuanya beres"


"dari pada begini kau menderita Aska padahal aku tidak bersalah kau kan juga mencintai laila rebut lagi rebut dong" ucap Fatimah ngomel ngomel karna dia memang sejujurnya kesal dengan semuanya


"hehehe" tawa Aska


Fatimah melihat Aska tertawa ini kali pertamanya dia tertawa sampai terlihat giginya


biasanya di hanya tertawa kecut, tertawa licik dan tertawa karna terpaksa


"ihh kok malah ketawa kau tau aku memikirkannya setiap malam kesal aku rasanya pengen ku bongkar semuanya biar semua urusan selesai" ucap Fatimah


"janganlah kan kau sudah berjanji"


"iya makanya itu aku gk bongkar jadi kamu mau apa kgk?"


"mau apa"


"nikahlah ah pura pura kgk tau"


"oh iya


emm kalo aku mau gimana?"


"yaudah kamu mikirin caranya kamu kan pinter"


"kalo aku gk mau"


"ya udah gk jadi nikah gampang kan"


"hhuuff..."


"kuras memikirkan rencananya terllau sulit aku tak mau menjerumuskanmu ke dalam api neraka" ucap Fatimah


"Aska!!" ucap Fatimah yg kesla Aska yg melihat itu kembali tertawa


"hahaha kenapa sih" ucapnya tertawa


"jangan buat aku tambah peduli deh


tuh kan kamu tuh terlalu baik ihh nyebelin tau" ucap Fatimah dia melipat kedua tangannya


"ngambek?"


"enggak


yaudah tapi kamu gk papa

__ADS_1


laila bisa aja loh jadi milik wiliam loh"


"gk papa


kalo memang sudah takdir yasudah aku terima"


"yaudah kalau begitu


oh kamu itu cowok yg kuat ya"


"baru tau"


"yee sombong"


"hehehe gk papa"


"oh ya makasih ya buat semuanya udah mau sekolahin aku dan terima kasih juga buat temen temenmu brain, veroo, siapa lagi tuh"


"kevin erlan"


"nah iya itulah pokoknya makasih buat semuanya ya"


"hemm


emang lu mau ngapain baru bilang terima kasih"


"yaelah kagak


aku mau pergi ke kampungku selesai pergi pergi"


"oh tapi bukanya kau tidak punya siapa siapa"


"heheheh aku berbohong aku masih mempunyai ayahku ya mungkin sekarang dia khawatir karna aku di culik yasudah kalau begitu udah selesaikan aku pergi dulu" ucap Fatimah


"hemm"


Fatimah pun ingin pergi


"Fatimah" ucap Aska


Fatimah yg mendengar itupun menengok


"hemm kenapa?"


Aska berdiri


"thansk" ucapnya mendengar itu Fatimah tersenyum diapun mengangguk


"hemm okeh bayy" ucap Fatimah diapun melambaikan tangan lalu pergi


senyum yg tadi ada di wajah Aska perlahan memudar pelahan senyuman itu hilang diapun menunduk


"hhuuff"


menghela nafas meneratapi hidupnya ini


"semoga saja aku tidak salah" gumannya lalu diapun pergi dari tempat itu


di sisi lain Fatimah juga menghela nafas dia melihat Aska dari arah kejauhan dia merasa kasihan


"kau memang benar benar kuat


maaf wiliam kau terlalu egois" guman Fatimah melihat Aska pergi diapun pergi


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung....


***hallo temen temen tolong dukungannya ya


maaf kalo ada tulisan yg salah dan kurang di pahami tolong di maklumi ya😊😊 dukung terus ceritanya🤗🤗🤗

__ADS_1


...__terimakasih sudah membaca***__...


__ADS_2