
"ya jadi aku memakai topeng ini tidak benci dengan luka yg ada di wajahku tapi aky benci dengan mukaku yg mirip dengan ayahku orang yg sangat aku benci" ucap wiliam
tentu saja dia mirip kan anak kandung
"lalu itu luka kenapa?" tanya Fatimah
flack back onn...
di saat itu wiliam sedang berjalan jalan di tengah kerajaan dia masih memakai topengnya sebelum dia terluka
dia sudah memakai topeng itu duluan dan tentunya topeng itu bukan hanya sekedar menutupi luka tapi hal yg lain juga
di saat itu lucas dengan di marahi oleh Alex melihat itu wiliam diam diam mengintip
"maaf ayah aku tidak akan mengulanginya lagi" ucap lucas padahal dia masih kecil umurnya empat belas tahun tapi ya begitu
"kamu harus di beri hukuman" ucap Alex dingin dan diapun mengeluarkan pedangnya seketika itu juga
sseett..
Alex menebas pedang itu
lucas yg memejamkan mata dan merasa tidak sakitpun membuka matanya ternyata ada
wiliam yg melindunginya
"ahh" ucap wiliam
Alex sebenarnya ingin melukai dadanya menggoresnya tapi wiliam yg agak pendek terkena mukanya
untungnya saja berkat topeng yg ia pakai tidak terlalu banyak lukanya
Alex sedikit terkejut muka wiliam berdarah topengnya terlepas dia memejamkan satu matanya
"wiliam" ucap lucas dia langsung merobek bajunya dan mengikat luka di wajah wiliam
lalu menggendongnya dan menaruhnya di punggungnya lalu iapun berlari untuk menyelamatkan adiknya itu
flack back off...
"ohhh lalu bukannya kau mebenci kak lucas itu"
"sebenarnya aku sangat sayang kepadanya itu hanya kata mulutku bukan hatiku lain hal
nya sejujurnya aku sangat mencintai kakakku lucas karna dia sangat perduli terhadapku" ucap wiliam
"ohhhh jadi begitu terus kak lucasnya di mana sekarang?" Fatimah menanya lagi walaupun dia sudah tau
"dia sudah mati
aku tidak tau dia mati kenapa semenjak aku balik aku tak pernah lagi menemukannya dan dia sudah mati"
"ohhh" Fatimah hanya ber oh saja
beberapa lama setelah mengobrol Fatimah sudah terlelap di kasurnya sementara wiliam tidur di sofa
okeh skip
keesokan harinya...
merekapun mulai perlajanan kembali di sana Fatimah menempuh perjalan dengan naik kuda bersama wiliam
hal itu membuat wiliam teringat akan masa lalunya bersama Fatimah
flack back onn
sekarang kita kembali di masa wiliam dan Fatimah kasih kecil
terlihat wiliam yg sedang naik kuda
"ayo naik" ucap wiliam dingin
"gk ah kudanya tinggi banget nanti aku jatoh terus meninggoy gimana" ucap Fatimah
"haiisyy yasudah ayo naik di belakangku"
"enggak ah"
"ya terus mau ngapain kan katanya mau diajarin naik kuda" wiliam agak mulai kesal
dengan sikap Fatimah
__ADS_1
"ya terserah udahlah gk jadi" ucap Fatimah wiliam turun dari kudanya dia memang mempunyai postur yg tinggil dari kecil
"ayo!" paksa wiliam menarik tangan Fatimah
"iya iya" ucap Fatimah akhirnya diapun naik wiliam pun naik ke kuda satunya
dan diapun mengajari Fatimah bagaimana berkuda
flack back off..
setelah perjalanan yg cukup lama sampailah mereka di daerah daindong
di sana mereka turun dari kudanya
menaruh kudanya di tempatnya
merekapun berjalan ke arah daindong di sana para warga hanya sibuk dengan.pekerjaannya
Fatimah dan wiliam tetap berjalan ke rumah mereka
dan sampailah mereka di depan rumah
yg sederhana agak luas di sana Fatimah mengetuk pintunya
tok tok tok...
tok tok tok...
setelah beberapa lama keluarlah seseorang lelaki yg masih terlihat gagah walaupun sudah agak tua
dia nampak tampan dan berpakaian sederhana Fatimah tersenyum lega melihat ayahnya itu
ya itu adalah ayah Fatimah ayah Fatimah melihat ke arah Fatimah dia agak terkejut
pasalnya Fatimah sudah hilang dari daindong sekitaran 4 bulanan
"Fatimah?" ucap ayah Fatimah
"ayah" ucap Fatimah yg ikut tersenyum diapun langsung memeluk ayahnya itu
rasa kangen rindu dengan ayahnya itu akhirnya terlepaskan
"Fatimah kamu kenapa aja
cup
ayah Fatimah mencium kening anaknya itu rasa sayang kepada anaknya itu
sudah lama Fatimah hilang akhirnya diapun kembali
"ayahh"
"kamu kemana aja nak"
"aku di culik" ucap Fatimah ayah Fatimah melepaskan pelukannya
perlahan pandangannya melihat ke arah wiliam dia tidak asing dengan sosok itu apalagi memakai topeng
"kau!?" ucap ayah Fatimah yg baru sadar dan terkejut dengan kehadiran wiliam
tentu saja bagaimana bisa wiliam masih hidup sampai sekarang hutan itu banyak hewan buas tidak mungkin wiliam bisa selamat
"ya aku wiliam" ucap wiliam
"bagaimana bisa?"
"tentu saja kenapa kau sangat tega membuangku ayah" ucap wiliam Fatimah melihat ke arah wiliam mengerti akan perasaan wiliam
"apa jangan jangan kau yg menculik anakku" ucap ayah Fatimah
wiliam diam dia melihat ke arah Fatimah
"pergi kamu
jangan kesini lagi"
"ayah tidak wiliam tidak salah kok
eia yg menyelamatkan Fatimah" ucap Fqtimah langsung berbicara sebelum semuanya jadi kacau kaya di sinetron
"oke oke lanjut
__ADS_1
heh Fatimah dia ini pasti jelmaan setan tidak mungkin seseorang bisa selamat dari hutan itu"
"ayah tidak ada yg tidak mungkin menurut tuhan ayah wiliam sama sekali tidak ikut aliran sesat"
"Fatimah kenapa kau selalu membelanya
sudah jelas jelas dia ini bukan anak yg baik"
"ayah
ayah percaya gk sih sama Fatimah Fatimah loh yg ngalamin kalo gk ada wiliam Fqtimah gk akan sampai sini ayah" ucap Fatimah agak kesal tapi dia tetap berkata lemah lembut kepada ayahnya
dia kesal karna ayahnya selalu menuduh wiliam yg tidak tidak
"pergi kamu"
"ayahhh"
"kenapa ayah? kenapa kau mengusir ku?
bagaimana kalau aku sudah tidak ikut ajaran itu apa kau akan menerimaku" ucap wiliam
"aku tidak akan menerimamu lagi
lebih baik kamu pergi atau saya panggil warga"
"hutan yg banyak hewan buas saja aku mampu bagaimana dengan ini
terlalu mudah"
"apa kau tidak mau menerimaku lagi"
"tidak
dulu aku menerimamu karena kasihan terhadapmu tapi sekarang aku menyesal mengurusmu"
"baiklah" ucap wiliam mendenfar kata kata yg ia tidak mau dengar dan muak dengan semuanya wiliampun pergi
Fatimah hanya bisa diam
sementara ayah Fatimah merasa tak bersalah sama sekali
"ayo masuk Fatimah" ucap ayah Fatimah Fatimahpun masuk
sebenarnya dia juga agak kecewa dengan sikap wiliam yg seperti ini
dan selalu mengikuti egonya
wiliam pergi dengan perasaan yaa yg sedikit galau lah di hina dan di caci maki oleh semuanya
tak heran jika wiliam menjadi seperti itu karna memang masa lalunya buruk
makanya dia menjadi seperti itu akibat trauma dan rasa benci yg sudah meluap di hatinya
"sekarang aku tinggal membalaskan dendamku padamu Alex" guman wiliam lalu pergi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung....