
wiliam membawa
laila kesuatu tempat lalu diapun mengunci pintunya
"sebenernya kenapa sih lu mau nyulik gue?" ucap laila
"kau akan tau nanti
kau hanya perlu mematuhi perintahku
nanti aku akan melepaskanmu setelah rencanaku selesai" ucap wiliam
"siapa lu nyuruh nyuruh gua
lagian tolong ngapa jangan jadiin gua mainan yg bisa lu beli terus kalo dah bosen lu buang"
"lagian ya kita tuh nikah mau ngapain heh?
aku gk mau ya nikah sama kamu" ucap laila
"gua juga gk mau nikah sama lu
gua cuman mau bantuin orang tua lu"
"bantuin?
lu bilang bantuin eh gara gara lu semuanya berabe tau gk lepasin gua sekarang!"
"gua bakal lepasin lu kalau lu patuh sama gua"
"bohong!
kalo kamu bohong gimana? percuma"
"gua gk bakal bohong
walaupun gua pembunuh tapi gua bukan cowok busuk kaya mantan pacarlu" ucap wiliam mendengar itu laila teringat dengan Aska
"sebenernya apa sih mau lu?"
"gua cuman mau lu nurutin perintah gua
atau orang tua dan kakaklu bakal gua bunuh" ucap wiliam
mendengar ancaman itu laila hanya bisa diam dia tak bisa berbuat apa apa lagi
wiliam melihat ke arah laila yg diam
"besok kau siap siap akan ada kejutan" ucap wiliam lalu pergi
"kejutan?"
laila mengerutkan keningnya tak tahu
wiliam pun pergi
diapun pergi bersiap siap dengan pakian rapi dan mengendari motornya
wiliam pergi dengan motornya ke kerajaan Damon Kingdom
setelah sampai di sana tengah malam
wiliam memarkirkan motornya
diapun melihat Alex yg sedang berjalan jalan di luar di tengah malam
wiliam pun membuka hlemnya dan melihat ke arah Alex memastikan apa itu Alex atau hantu
setelah tau itu Alex wiliam pun turun dan pergi ke arah Alex diapun memberi hormat
"salam ayahanda" ucap wiliam
"kau habis kemana tengah malam begini!? tidak baik untuk pangeran" ucap Alex yg melihat wiliam baru pulang
"aku habis mengurus pernikahanku untuk besok"
"apa!!? pernikahan?"
"ya ayah itu yg aku maksud saat sidang bukankah ayah akan memperbolehkanku sebagai imbalan menyelamatkan hiroo" ucap wiliam
"tapi cepat sekali
apa kau yakin dia akan menjaga rahasia kerajaan ini?"
"tentu saja
__ADS_1
akan ku suruh dia untuk tutup mulut"
"lalu apa maumu?"
"mauku
aku menikah di luar dengan privas dan tidak terlalu banyak tamu hanya ayah ibu permaisuri selir selir ayah dan anak anakmu
juga aku akan mengundang keluarga istriku dan beberapa temen dari mereka"
"jadi kita datang dengan pakaian biasanya?"
"ya aku akan mengundang memelia
dan aku akan tetap tinggal di sini ayah harus menepati janji ayah"
"sebagai raja aku tidak akan mengingkar janjiku tapi apakah tidak terlalu muda engkau menikah"
"bukankah itu sudah biasa di kerajaan"
"ya ya ya benar juga
yasudah baiklah tapi bagaimana dengan biayanya apa kau mampu?" ucap Alex yg agak mengejek
"heh!!
kak Aska dan juga temen temanku membenatuku soal biaya"
"Aska?" ucap Alex heran wiliam mengangguk
"dia memang anak yg baik" guman Alex mendengar gumanan Alex wiliam agak kesal tapi dia menyembunyikan kekesalannya
"ini undangannya ayah" ucap wiliam memberikan beberapa undangan
"waw kerjamu cepat juga baguaslah
oh ya jadilah suami yg baik dan jangan menghianati" ucap Alex diapun menepuk pundak wiliam lalu pergi
wiliam dengan muka tidak sukanya mengingit bibirnya
"cih lihat saja nanti" gumannya diapun akhirnya pergi ke kamarnya
_________
sementara di sisi lain keadan rumah laila mulai membaik tiba tiba datang seseorang masuk dan memberikan surat kepada
kriss pun bingung tapi mengambil surat itu
dan orang yg mengantarkan surat itupun pergi
mereka curiga dan menghampiri kriss
kriss pun membuka isi surat itu
mereka terkejut melihat isi surat itu
"apa!!? cepat sekali" ucap lian
"bagaimana ini bagaimana setelah menikah dia di siksa sama seperni amila kriss bagaimana ini" ucap shiren yg takut anaknya kenapa napa dia terlihat sangat cemas
"hhuuff...
aku harus menyelamatkannya" ucap kriss
"kriss mendingan kau telpon Aska dulu kita minta penjelasannya" ucap shiren
"benar benar di tengah malam seperti ini dia mengirim surat yg mendadak rencana ini sudah di siapkan dengan lengkap" ucap lian
"dia memang licik seperti ayahnya" ucap shiren
kriss pun akhirnya mengambil telponnya lalu menelepon Aska Aska pun langsung mengangkatnya
"apa kau sudah tau?" ucap kriss di dalam telpon
"tau apa?" ucap Aska
"cepat ke rumah
ini harus segera di bahas" ucap kriss
Aska yg mendengar itupun mematikan telponnya
di posisi Aska dia masih berada di taman mematikan telponnya dan segera pergi
diapun sampai di rumah laila
__ADS_1
diapun masuk
"ada apa?" ucap Aska dia datang keadaan kriss, lian dan juga shiren sudah menangis
kriss memberikan surat kepada Aska
Aska pun mengambil surat itu dia bilang
"bukalah" ucap kriss
Askapun membukanya
diapun membacanya satu persatu
dia terkejut setelah mengetahui apa isi surat itu
"heh kau terkejut bagaimana kalau laila di siksa oleh wiliam seperti ibumu yg di siksa oleh Alex aku tidak bisa membiarkannya"
"tidak!" ucap Aska mendengar itu mereka semua menatap Aska
"jangan lakukan penyerangan
laila akan baik baik saja"
"bagaimana bisa kau tau dia akan baik baik saja!!?" ucap lian kesal
"wiliam hanya ingin mmebalas dendam kepada orang yg dia benci" ucap Aska
"lalu kenapa harus laila!?" ucap shiren
"dia ingin membalaskan dendam kepadaku"
mendengar itu mereka menengok
"aku adalah orang yg di sayangi oleh ayahku Alex sehingga yg di siksa hanya ibundah amila dan juga wiliam karna wiliam mengikut ibunya sementara aku mengikut ayahku untuk bertahan" ucap Aska
"kenapa kau mengikut ayahmu?" ucap kriss
"aku mengikuti ayahku karna omongan kakakku dia menyuruhku untuk bertahan
dan nanti setelah kita besar kita akan membalaskan dendam bersama"
"kakak?" ucap shiren dan kriss barengan
"ya dia adalah lucas anak dari ibundah amila dan juga Alex dia menyuruhku untuk diam dia juga sayang sama ibundah dan juga wiliam tapi dia tidak bisa menyelamtkannya kecuali aku tetapi dia sudah mati"
"mati kenapa dia bisa mati?" ucap kriss
"dia mati gara gara..." seketika omongan Aska berhenti dia tak bisa melanjutkan omongannya lagi
"hhiiskk hhiiskk
hhiiskk kakak kak" ucap Aska dia sudah tidak kuat dan akhirnya
"apa ketapa dia mati!?" ucap kriss tetapi Aska tak mau menjawab dia terus menangis tanpa mereka tau apa yg membuatnya menangis
"biarkanlah dia menangis kriss
mungkin ini sangat berat untuknya" ucap shiren yg mengerti
kriss pun akhirnya mengerti dan diam diapun hanya menghela nafas panjang pasrah dengan semuanya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung....