
"yaudah sini sini gua ceritain" ucap brain
merekapun duduk bersama
brain menceritakan semuanya
flack back onn
laila di sana dia masih smp ia berlari dengan tergesa gesa ke sekolah
tentu saja dia telat ke sekolah pintu gerbang sudah di tutup tapi laila berhasil memanjat karna ya dia cukup hebat
ketika dia ingin pergi ke kelas
"hei kau" tiba tiba ada yg meneriakinya dari belakang laila sudah tau dia pasti akan di hukum diapun melihat ke arah orang itu
dan ternyata dia adalah Aska kakak kelas laila
dengan muka dingin dan tatapan tajamnya itu
"eemm" ucap laila dia tau pasti dirinya akan di hukum
"kau telat" ucap Aska dingin
"ah tidak kakak hanya salah paham aku tidak telat buktinya aku sudah berada di sini gerbangpun sudah di kunci amana mungkin aku manjat"
"kau pikir kau bisa beralasan
heh aku melihat semuanya sekarang lari putari lapangan ini sebanyak 50 kali!" ucap Aska dengaja menekan kata lima puluh kali
"hah!?" ucap laila yg terkejut dia sangat terkejut lima puluh kali itu dia tidak akan kuat
karna lapan sekolahannya ini sangatlah besar memutarinya lima kali saja sudha pasti hampir pingsan gimana lima puluh kali
"tapi kak saya kan gk telat orang gk ada bukti kok" ucap laila berusaha menyangkal semuanya
"100 kali" ucap Aska dingin
"hah? tapi.." ucap laila terhenti karna Aska langsung memotong pembicaraannya
"150 kali"
"hhaiisyy" diapun hanya pasrah akhirnya
laila pun menaruh tasnya lalu berlari sementara Aska memperhatikannya dengan muka dingin dan datar
di putaran ke lima dia terlihat mulai ngos ngosan walaupun cuacanya adem dan sejuk tapi tetap saja itu melelahkan
sampai akhirnya ke putara ke sepuluh dia sudha berhenti dan ngos ngosan Aska yg melihat itu langsung meneriakinya
"hayyoo!!"
mendengar itu lailapun memutar bola matanya malas diapun akhirnya kembali berlari mengelap keringatnya
dan berlari walau terpaksa
di putara ke tiga puluh laila sudah sangat ngos ngosan diapun menatap Aska Aska hanya bermuka dingin lalu
bbruuk
laila terjatuh pingsan
Aska yg melihat itupun menghampirinya dengan tenang
dia berjalan dan melihat laila yg terbaring di tengah tengah lapangan
Aska yg membawa tongkatpun memukul punggung laila
"hei bangun jangan berpura pura" ucap Aska tapi laila hanya diam dia tidak bangun
Aska pun melihat ke arah laila dia agak khawatir diapun memiliki ide
"bangun atau ku cium" ucap Aska diapun berjongkok dan mendekatkan wajahnya ke wajah laila
dekat dekat dan sangat dekat
"ihhh" ucap laila dia langsung mendorong Aska
Aska hanya kedorong tidak sampai terjatuh
lalu diapun bermuka dingkn
__ADS_1
"gagal deh
et dah kak tapi saya sudah lelah" ucap laila
"tidak ada bantahan siapa suruh kau terlambat" ucap Aska
"ihh kak tapi saya terlambat karna"
"tidak ada tapi tapi sudah lari"
"hhaaiisyy iya iya deh"
lailapun dengan terpaksa akhirnya lari walaupun jujur dia sudah sangat sangat lelah
Askapun masih terus memperhatikannya di putara ke tiga puluh lima dia berlari pelan karna kakinya sudah sangat cape
"sudahlah kasihan dia" ucap brain tiba tiba ada dia tau gadis itu berlari dan Aska memastikannya ini pasti ulah Aska
"dia harus mematuhi peraturan" ucap dingin Aska
"boy boy" ucap brain
diapun akhirnya pergi
brukk laila tersandung batu yg membuat dirinya terjatuh jidatnya tergores luka begitu juga dengan kaki dan juga dengkulnya
"aa" ucap laila yg keskaitan dia memegangi dengkulnya yg perih
Askapun menghampirinya
"hhuuff obati lukamu dulu" ucap Aska dia berjalan dengan arrogan sambil memasukan tangannya ke saku celananya
laila yg mendnegar itu sudah merasa lega
"habis itu kau kembali dan selesaikan larimu" ucap dingin Aska
"whats!"
"tidak ada pembantahan
akan ku perhatikan kau"
lalu Askapun pergi
setelah lukanya di obati diapun kembali berlari diawasi oleh Aska
flack back off
"di sanalah mulai pertemuan mereka
dan pada saat itu seiring bertambahnya waktu timbullah rasa suka dan kemudian cinta sampai akhirnya semuanya terpisahkan karna suatu hal" ucap brain
Fatimah masih mendengarkan
flack back onn
"hah"
Aska menjatuhkan berkas yg ada di tangannya
diapun berfikir
"ini akan sulit karna mereka pasti akan membenciku" ucap Aska
_______
saat sekarang Aska dan juga laila sedang berada di tempat bermain main anak muda ya buat pasangan lah
di saat itu mereka sangat bahagia
"Aska ayo pergi ke sana yuk yuk pliss" ucap laila yg ingin menaiki salah satu wahana
"hemm" ucap Aska
merekapun akhirnya meniki salah satu wahana yaitu bianglala di malam hari ini pemandangan nya sangatlah cantik pelangi pelangi
merekapun akhirnya naik bianglala
di sana terlihat pemandangan yg sangat indah
"waahhh" ucap laial terkagum kagum dengan pemandangan di atas sana
__ADS_1
Aska memperhatikan laila dengan wajah dingin diapun melihat ke arah bawah
"Aska bukankah itu sangat indah"
"kau menyukainya?" ucap Aska
"hah tentu saja aku sangat sangat menyukainya"
"kapan kapan kita kesini lagi" ucap Aska
laila yg mendengar itupun tersenyum dan mengangguk
Aska yg melihat laila bahagia dan senang diapun mendekatkan wajahnya ke wajah laila
laila agak terkejut
tapi Aska menatapnya dengan tatapan yg berarti
laila pun memejamkan matanya
Askapun me*cium bibir laila di bianglala yg masih berputar itu
terlihat bayangan sepasang kekasih yg sedang berciuman dari atas dan tanpa di sadari
lian melihat itu semua dia yg menyadari semua itu mengepalkan tangannya
ketika laila dan Aska sudah turun dari wahananya merekapun duduk sebentar di kursi yg ada di sana dan
bbuukk
bbruuk
tiba tiba saja bogem mentah muncul dan langsung menonjok Aska dengan sangat kencang sehingga membuatnya terjatuh
laila terkejut orang orang yg ada di sana juga ikut terkejut
"bang lian" ucap laila
"ayo ikut abang" ucap lian menarik tangan laila
"tapi kak" ucap laila menghentikan abangnya itu Aska bangun sambil mengusap bibirnya yg berdarah karna tonjokan itu
lian menatap tajam Aska
"jangan pernah dekati adikku lagi
kau ini adalah musuh terbesar keluarga kami jangan sekali kali kau dekati laila kalau tidak kau akan rasakan akibatnya cam kan itu" ucap lian dengan tatapan tajam
"ayo ikut" ucap lian yg sudah emosi diapun langsung menarik laila adiknya untuk pergi bersamanya
di saat itu mereka semua menjadi kerumunan banyak orang begitu pun dengan Aska dia hanya diam
"kasihan sekali ya dia di tinggal kekasihnya "
"iya kasihan ya"
"aduh udah di tonjok di tinggal lagi
malahan tidak ada yg membantu"
mereka yg berkerumunan pun pada mengomongi Aska
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung...