
di malam harinya semua sudah berada di kamarnya kecuali kakak kelas dan juga pak guru yg mengawal dari luar
ketika Fatimah sudah selesai dengan sholat magribnya diapun di ajak angga untuk mengaji bersama
Fatimahpun akhirnya mangaji di sana juga ada anak anak yg seumuran dengannya
anak laki dan perempuan di pisah dan anak laki di ajar oleh uztad sementara yg perempuan oleh uztazah
di saat itu dia ngaji
suara anak pengajian terdengar sampai ke sini brain, veroo dan Aska memandangi tempat pengajian
mereka hanya bengong diam memperhatikan tempat itu
Aska pun pergi dari sana dia ingin kembali ke penginpannya tapi di tengah tengah perjalan dia melihat bayangan dari kamar wiliam dan laila
di dalam...
"ihh mau ngapain sih?" ucap laila agak takut karna wiliam terus mendekat
merekapun akhirnya
jatuh ke kasur wiliam melirik ke arah jendela walaupun ada gorden dia masih bisa melihat ada seseorang di sana
*heh memang hanya kau yg bisa* batin wiliam
"wiliam" ucap laila bingung apa yg di lakukan wiliam
"diam atau aku tidak segan segan memperkosamu" ancam wiliam bisik bisik
"hih bisanya ngancem mulu" ucap laila yg kesal
"heh! ngancem doang
kau pikir aku tidak akan melakukannya heh
cih"
"kenapa ya cowok itu pada breng*ek
nafsu doang sama cewek ngelakuin ini dah ini apa gk ada yg lain"
"banyak
sudah aku tidak terima curhatanmu" ucap wiliam dingin laila pun malas dan akhirnya
bbruukk
dia menendang
perut wiliam ketika wiliam sedikit lengah sehingga mmebuatnya jatuh
"aa!" ucap wiliam memegangi perutnya
"bisa gk sih sekali gk ngancem" ucap laila diapun bangun dari tempat tidurnya tapi wiliam langsung bangun diapun membaringkan laila dan dirinya
lalu wiliampun menyelimuti dirinya dan juga laula Aska melihat semua kejadian itu karna ada bayangan tapi dia tak mendengar ucapan mereka karna ruangan di sana kedap suara
tak di sangka ada Fatimah yg baru saja pulang ngaji dia melihat Aska yg sednag berada di depan kamar wiliam dan menatap kamar itu Fatimahpun mengahampiri Aska
"ngapain?" tanya Fatimah
mendengar itu Aska melihat ke arah Fatimah
"ah tidak
kau sudah pulang?" ucap Aska
"aduh pengen aku berkata kasar"
"kenapa?"
"kamu sudah liat aku di sini ya sudah selesai lah pakek nanya
oh ya kamu ngapain di sini? apalagi ngintipin mereka?" ucap Fatimah diapun ingin melihat apa yg di lihat Aska
tapi Aska langsung menghalangi Fatimah dengan tangannya agar Fatimah tidak lihat
Fatimahpun agak malas melihat Aska yg seperti itu
"emang mereka ngelakuin apa sih?
kamu cemburu?" tanya Fatimah
diapun akhirnya dengan gercep melihat ke arah yg Aska lihat
Askapun hanya diam
"emang mereka ngelakuin apa?
cuman bayangan doang di cemburuin" ucap Fatimah yg polos
"ah sudahlah kalau tidak tahu jangan ngomong"
__ADS_1
"apa salahnya lagian apa tuh cuman bayangan bentuk kaya gunung doang kamu liatin terus kaya muka kamu tuh pasrah menerima aduhh" ucap Fatimah
"yaelah masih polos
kasian juga kalo gua kasih tau" guman Aska
"emang kenapa sih"
"udah pergi aja yuk" ucap Aska diapun akhirnya pergi sementara Fatimah masih bingung dia masih memandangi bayangan itu sambil bertanya tanya
"ah sudahlah" ucap Fatimah lalu pergi
sementara Aska dia berakhir di sebuah tempat dan akhirnya mengobrol bersama brain
"bree lu gimana nerima tawaran Fatimah?" tanya brain
"tawaran?" tanya Aska
"iya ya gua sih gk tau tawarannya apa tapi katanya sih Fatimah punya rencana emang rencana apaan?"
"ah itu
aku menolaknya"
"menolak
memang apa yg dia tawarkan"
"dia menawarkan agar aku dan dia menikah
dia terlihat kesal karna perlakuan wiliam yg sepertinya kurang adil dan memilih jalan ini tapi aku tidak ingin dia mendapatkan dosa"
"kau menolak menikah dengannya
lalu kenapa dia meminta sekamar denganmu?" ucap brain
"aku tidak tahu dia yg mengambil keputusan ini sendiri dia berkata dia sudah kesal dia juga bisa melakukan apa yg wiliam lakukan"
"ohh jadi dia tidak mau kalah
tapi bener bener gila sih
semuanya gila"
"aku tidak tahu apa rencananya"
"jadi kau menolaknya?"
"dia bilang kalau rencananya gagal dia akan kembali ke kampungnya mungkin rencanya gagal dan sebentar lagi dia akan pergi ke kampungnya"
"yasudah kalau itu maunya" ucap Aska
_________
di jam 11 malam Fatimah naik ke atab penginapannya untuk bersantai
tapi di sana dia menemukan wiliam yg sedang berdiam diri
di sisi wiliam dia sedang memandangi pemandangan malam yg sangat indah
menikmati sejuknya angin malam sambil mendengarkan musik di heandsetnya
wiliampun mengingat masa lalunya bersama Fatimah
flack back onn
di saat itu wiliam yg berumur sekitaran dua belas tahun merenung di atab rumahnya
dia memandangi langit yg sunyi
tiba tiba Fatimah yg berumur sepuluh tahun itu dateng
"ngapain kamu di sini" ucap Fatimah
wiliam menatap Fatimah dengan dingin
"aku yg seharusnya bertanya kenapa kau di sini"
"ya aku mah di sini gara gara ngeliat kamu
lagi begong kirain kamu gk bisa turun"
Fatimah pun akhirnya duduk di sebelah wiliam
"eh wiliam"
"hemm"
"emang ngapain kamu di sini"
"meneratapi hidup"
"susah ya
__ADS_1
memang hidup ini begitu susah"
"aku kehilangan ibuku
di saat itu juga aku di kirim ke sini
lalu di mana ibumu?" ucap wiliam
"hhuuff
ibuku bercerai dengan ayahku karna dia harus menikah dengan seseorang yg kaya agar ayahku tidak di bunuh"
"lalu apa kau tau di mana ibumu sekarang?"
"tidak
ayah tidak memberi tahuku aku rindu sekalu dengan ibuku coba aja dia masih di sini pasti aku sangat bahagia tapi tuhan bilang jangan kalian berputus asa sesungguhnya tuhan selalu bersama kita" ucap Fatimah
"apa kau percaya tuhan itu ada?"
wiliampun menatap langit Fatimah juga menatap langit
"tuhan itu memang tidak terlihat tapi aku yakin dia ada sama hal nya dengan akal dia tidak terlihat tapi dia ada"
"hhuuff
wiliam apa impianmu?"
Fatimah menatap wiliam wiliampun melihat ke langit
"impianku membalaskan dendam atas apa yg mereka lakukan terhadapku aku akan membalaskannya berkali kali lipat"
"ohhh
kau pasti sudah di hasut oleh setan
makanya pikiranmu begitu"
wiliam menatap Fatimah dengan dingin
lalu kembali melihat langit
"apa impianmu"
"hhuuff
impianku...
aku ingin bertemu dengannya
lalu menanyakan namanya kalau memang dia seperti harapanku akan ku doakan dirinya di sepertiga malamku"
"siapa?"
"kepo"
"udah ah yuk ke bawah dingin tau di sini"
"kau saja"
"sudah ayo" ucap Fatimah
flack back off
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1