"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
Fatimah alergi dan jatuh kerumah sakit


__ADS_3

keesokan harinya...


setelah dua hari berada di perdesaan itu


mereka semua pun akhirnya kembali pulang


di dalam perjalanan bus


mereka semua duduk di masing masing tempatnya disaat itu


"eh balas dendam kamu belum berhasil apa?" ucap laila di bus


"belum" jawab dingin wiliam


"yaelah lama amat kapan selesainya nih aku mau pulang ke rumah"


"kau tunggu akan ku hancurkan perlahan lahan"


"emang gimana rencanamu?"


"kau akan tau nanti dan kau akan menyaksikannya"


"tapi sebelum aku menghilangkan dirinya dari dunia ini akan ku buat dirinya menyesal seumur hidup"


"siapa?"


"kau akan tau nanti"


"ih lu mah bilangnya kau akan tau nanti kau akan tau nanti nanti kapan hihhh" ucap laila yg kesal


"jangan bawel"


wiliampun hanya bersikap dingin laila mmeutar bola matanya malas dengan kelakuan wiliam


sementara Fatimah dia berusaha untuk tidak memperdulikan hal itu


di sana dia sanagt mengantuk Aska yg berada di sampingnya tau karna memang Fatimah kurang tidur


"tidurlah tidak apa apa


aku tidak akan melihatnya" ucap Aska


Fatimah diam tapi dia sudah tidak tahan dengan kantuknya dan akhirnya diapun tidur


wiliam memperhatikan itu dia agak terlihat cemburu


tak beberapa lama yaa sekitaran empat puluh lima menitlah mereka sudah sampai merekapun pada turun


Aska melihat Fatimah yg tidur dia merasa imbang untuk membangunkannya karna dia hanya tidur sebentar


ketika semuanya sudah turun Askapun mengambil tasnya dan juga tas Fatimah diapun memakai tasnya lalu Askapun ingin


menggendong Fatimah


tiba tiba ada tangan yg menghalanginya Askapun melihat kepada orang yg menghalanginya itu dan yap itu adalah wiliam dengan muka dinginnya dia menghalangi Aska


"jangan kau sentuh dia dan membuatnya dosa" ucap wiliam Aska diam wiliampun kembali berbicara


"kau bukan mahromnya aku saja" ucap wiliam


"apa kau pikir kau bukan mahromnya?" ucap Aska


wiliam menatapnya dengan dingin


"aku kakaknya"


"kau hanya kakak tiri!" balas Aska


"dan kau bukan suaminya" ucap wiliam


wiliampun menggendong Fatimah


lalu diapun perlahan membawa Fatimah keluar dari bus


wiliam melihat wajah laila yg pucat


"kau kakaknya tapi tidak menjaganya" ucap Aska


"aku tidak peduli"


veroo tersenyum


"dia pasti kelelahan karna

__ADS_1


sampe dengan suara berisik kalian tidak bangun karna aku meberikannya teh untuk lelap tidur" ucap veroo yg melihat pertengkaran adik kakak itu


"apa!?


teh" ucap wiliam


"hemm" ucap veroo


wiliampun terkejut dia langsung


menaruh Fatimah di lantai dan mengecek nafas


wiliam sangat terkejut


"kenapa?" ucap brain


"dia alergi teh" ucap wiliam


"apa!?" ucap mereka semua


"cepat siapkan mobil cepat


nyawanya bisa saja terancam cepat!" ucap wiliam yg sudah panik dia langsung menggendong Fatimah


dan ketika itu juga tidak ada mobil yg lewat


"Fatimah" ucap wiliam yg sudah cemas dengan keadaan Fatimah pantas saja bibir dan wajahnya pucat


merekapun menaiki taksi


wiliam langsung menaiki Fatimah ke taksi itu vero dan yg lainpun ikut ke taksi itu


merekapun langsung gas ke rumah sakit


"cepat antar ke rumah sakit terdekat" ucap wiliam


"baik tuan" ucap supir taksi itu


"cepat lebih cepat lagi"


ucap wiliam yg sudah khawatir


supir itupun menambah kecepatannya lagi


"sial denyut nadinya lemah" guman wiliam


"Cepat!!"


"ini sudah yg paling cepat tuan" ucap supir taksi itu


"haiisyy" wiliampun tak tinggal diam diapun langsung dengan cepat menyuruh supirnya berpindah tempat


dan akhirnya wiliamlah yg menyetir sekarang di saat itu wiliam hanya memperdulikan nyawa Fatimah


dia menarik gas dengan kecepatan di atas rata rata


"tuan ini snagat cepat bagaimana kalau kita di tilang"


"diam! kau tidak tahu dia sudah hampir mati" ucap wiliam geram di tengah tengah jalanan yg ramai dengan mobil mobil wiliam maju dengan sangat cepat


sehingga


bbruukk


ada mobil yg tertabrak tapi wiliam tidak memperdulikannya diapun masih fokus dengan jalanan


"tuan ada yg tertabrak


bagaimana dengan mobilku tuan"


"akan ku ganti nanti" ucap wiliam


mobil mobil yg berada di sana pun menyingkir dan berteriak agar direndahkan kecepatannya tapi wiliam tidak perduli diapun masih tancap gas


yg di belakang pun sama sekali tidak peduli dan tetap mengikuti mobil taksi yg di tumpangi wiliam dan juga Fatimah


merekapun ikut tancap gas


sampai akhirnya wiliam pun sampai di rumah sakit dia langsung membuka pintu mobil dan menggendong Fatimah cepat cepat membawanya


"tunggu tuan kau belum mengganti rugi" ucap supir taksi itu karna mobilnya rusak parah akibat tabrakan tadi


"haiisyy nih" ucap wiliam memberikan kartu kepada supir taksi itu sementara supir taksi itu hanya menghela nafas sambil menggeleng geleng

__ADS_1


diapun langsung meninggalkan mobilnya karna takut di minta pertanggung jawaban


di saat itu wiliam bergegas ke rumah sakit merekapun juga sudah sampai di rumah sakit


"Cepat!!! DOKTER!!


dok!!" wiliam berteriak di rumah sakit itu


ada satu dokter yg lewat


"dok cepat perikda dok" ucap wiliam


"maaf kamu tidak perlu berteriak teriak kami juga sedang mngurus pasien lain"


"aku tidak peduli sekarang cepat urus dia" ucap wiliam


"tuan saya juga di sini sibuk mereka juga sedang bergegas" ucap dokter


"sialan!" ucap wiliam diapun meletakkan Fatimah di salah satu ranjang


diapun meraba kantongnya dan sekali lagi


"sial! di mana pistolnya" guman wiliam menyadari pistolnya ketinggalan


"cepat urus dia" ucap Aska semua dokter yg ada di sana pun melihat ke Aska


siapa yg tidak kenal dengan Aska mengusaha hebat termuda di kotanya orang terkaya di dunia yaa walaupun penjahat


tapis semuanya mengenal siapa itu Aska leaxprada


"maaf tuan yg mana pasiennya?" ucap salah satu dokter


Aska menunjuk Fatimah merekapun pada bergegas mmebawa Fatimah ke ruang khusus


"hhuuff.." wiliam menghela nafas lega karna Fatimah akhirnya nisa tertolong


lalu dia menatap Aska


dia terlihat kesal


*bisa bisanya semua otang pastuh terhadapnya sementara aku tidak kita lihat nanti siapa yg akan menguasai dunia ini* batin wiliam


Aska tau wiliam memperhatikannya


"kenapa bisa jadi kayak begini sih hadehh" ucap laila karna memang kejadian ini tiba tiba dan sangat mendadak


"aku tak tau kalau dia alergi teh" ucap veroo yg sedikit merasa bersalah


"emang gimana sih ceritanya kok dia sampe gk tau kalau dirinya alergi teh" ucap memelia


"iya tau masa gk tau sih dia alergi teh"


"mungkin dia lupa dan asal minum saja" ucap wiliam lalu duduk di bangku tunggu


"kau tau dan kau masih ingat sementara dirinya saja lupa" ucap brain


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2