
keesokan harinya...
setelah dua hari berada di perdesaan itu
mereka semua pun akhirnya kembali pulang
di dalam perjalanan bus
mereka semua duduk di masing masing tempatnya disaat itu
"eh balas dendam kamu belum berhasil apa?" ucap laila di bus
"belum" jawab dingin wiliam
"yaelah lama amat kapan selesainya nih aku mau pulang ke rumah"
"kau tunggu akan ku hancurkan perlahan lahan"
"emang gimana rencanamu?"
"kau akan tau nanti dan kau akan menyaksikannya"
"tapi sebelum aku menghilangkan dirinya dari dunia ini akan ku buat dirinya menyesal seumur hidup"
"siapa?"
"kau akan tau nanti"
"ih lu mah bilangnya kau akan tau nanti kau akan tau nanti nanti kapan hihhh" ucap laila yg kesal
"jangan bawel"
wiliampun hanya bersikap dingin laila mmeutar bola matanya malas dengan kelakuan wiliam
sementara Fatimah dia berusaha untuk tidak memperdulikan hal itu
di sana dia sanagt mengantuk Aska yg berada di sampingnya tau karna memang Fatimah kurang tidur
"tidurlah tidak apa apa
aku tidak akan melihatnya" ucap Aska
Fatimah diam tapi dia sudah tidak tahan dengan kantuknya dan akhirnya diapun tidur
wiliam memperhatikan itu dia agak terlihat cemburu
tak beberapa lama yaa sekitaran empat puluh lima menitlah mereka sudah sampai merekapun pada turun
Aska melihat Fatimah yg tidur dia merasa imbang untuk membangunkannya karna dia hanya tidur sebentar
ketika semuanya sudah turun Askapun mengambil tasnya dan juga tas Fatimah diapun memakai tasnya lalu Askapun ingin
menggendong Fatimah
tiba tiba ada tangan yg menghalanginya Askapun melihat kepada orang yg menghalanginya itu dan yap itu adalah wiliam dengan muka dinginnya dia menghalangi Aska
"jangan kau sentuh dia dan membuatnya dosa" ucap wiliam Aska diam wiliampun kembali berbicara
"kau bukan mahromnya aku saja" ucap wiliam
"apa kau pikir kau bukan mahromnya?" ucap Aska
wiliam menatapnya dengan dingin
"aku kakaknya"
"kau hanya kakak tiri!" balas Aska
"dan kau bukan suaminya" ucap wiliam
wiliampun menggendong Fatimah
lalu diapun perlahan membawa Fatimah keluar dari bus
wiliam melihat wajah laila yg pucat
"kau kakaknya tapi tidak menjaganya" ucap Aska
"aku tidak peduli"
veroo tersenyum
"dia pasti kelelahan karna
__ADS_1
sampe dengan suara berisik kalian tidak bangun karna aku meberikannya teh untuk lelap tidur" ucap veroo yg melihat pertengkaran adik kakak itu
"apa!?
teh" ucap wiliam
"hemm" ucap veroo
wiliampun terkejut dia langsung
menaruh Fatimah di lantai dan mengecek nafas
wiliam sangat terkejut
"kenapa?" ucap brain
"dia alergi teh" ucap wiliam
"apa!?" ucap mereka semua
"cepat siapkan mobil cepat
nyawanya bisa saja terancam cepat!" ucap wiliam yg sudah panik dia langsung menggendong Fatimah
dan ketika itu juga tidak ada mobil yg lewat
"Fatimah" ucap wiliam yg sudah cemas dengan keadaan Fatimah pantas saja bibir dan wajahnya pucat
merekapun menaiki taksi
wiliam langsung menaiki Fatimah ke taksi itu vero dan yg lainpun ikut ke taksi itu
merekapun langsung gas ke rumah sakit
"cepat antar ke rumah sakit terdekat" ucap wiliam
"baik tuan" ucap supir taksi itu
"cepat lebih cepat lagi"
ucap wiliam yg sudah khawatir
supir itupun menambah kecepatannya lagi
"sial denyut nadinya lemah" guman wiliam
"Cepat!!"
"ini sudah yg paling cepat tuan" ucap supir taksi itu
"haiisyy" wiliampun tak tinggal diam diapun langsung dengan cepat menyuruh supirnya berpindah tempat
dan akhirnya wiliamlah yg menyetir sekarang di saat itu wiliam hanya memperdulikan nyawa Fatimah
dia menarik gas dengan kecepatan di atas rata rata
"tuan ini snagat cepat bagaimana kalau kita di tilang"
"diam! kau tidak tahu dia sudah hampir mati" ucap wiliam geram di tengah tengah jalanan yg ramai dengan mobil mobil wiliam maju dengan sangat cepat
sehingga
bbruukk
ada mobil yg tertabrak tapi wiliam tidak memperdulikannya diapun masih fokus dengan jalanan
"tuan ada yg tertabrak
bagaimana dengan mobilku tuan"
"akan ku ganti nanti" ucap wiliam
mobil mobil yg berada di sana pun menyingkir dan berteriak agar direndahkan kecepatannya tapi wiliam tidak perduli diapun masih tancap gas
yg di belakang pun sama sekali tidak peduli dan tetap mengikuti mobil taksi yg di tumpangi wiliam dan juga Fatimah
merekapun ikut tancap gas
sampai akhirnya wiliam pun sampai di rumah sakit dia langsung membuka pintu mobil dan menggendong Fatimah cepat cepat membawanya
"tunggu tuan kau belum mengganti rugi" ucap supir taksi itu karna mobilnya rusak parah akibat tabrakan tadi
"haiisyy nih" ucap wiliam memberikan kartu kepada supir taksi itu sementara supir taksi itu hanya menghela nafas sambil menggeleng geleng
__ADS_1
diapun langsung meninggalkan mobilnya karna takut di minta pertanggung jawaban
di saat itu wiliam bergegas ke rumah sakit merekapun juga sudah sampai di rumah sakit
"Cepat!!! DOKTER!!
dok!!" wiliam berteriak di rumah sakit itu
ada satu dokter yg lewat
"dok cepat perikda dok" ucap wiliam
"maaf kamu tidak perlu berteriak teriak kami juga sedang mngurus pasien lain"
"aku tidak peduli sekarang cepat urus dia" ucap wiliam
"tuan saya juga di sini sibuk mereka juga sedang bergegas" ucap dokter
"sialan!" ucap wiliam diapun meletakkan Fatimah di salah satu ranjang
diapun meraba kantongnya dan sekali lagi
"sial! di mana pistolnya" guman wiliam menyadari pistolnya ketinggalan
"cepat urus dia" ucap Aska semua dokter yg ada di sana pun melihat ke Aska
siapa yg tidak kenal dengan Aska mengusaha hebat termuda di kotanya orang terkaya di dunia yaa walaupun penjahat
tapis semuanya mengenal siapa itu Aska leaxprada
"maaf tuan yg mana pasiennya?" ucap salah satu dokter
Aska menunjuk Fatimah merekapun pada bergegas mmebawa Fatimah ke ruang khusus
"hhuuff.." wiliam menghela nafas lega karna Fatimah akhirnya nisa tertolong
lalu dia menatap Aska
dia terlihat kesal
*bisa bisanya semua otang pastuh terhadapnya sementara aku tidak kita lihat nanti siapa yg akan menguasai dunia ini* batin wiliam
Aska tau wiliam memperhatikannya
"kenapa bisa jadi kayak begini sih hadehh" ucap laila karna memang kejadian ini tiba tiba dan sangat mendadak
"aku tak tau kalau dia alergi teh" ucap veroo yg sedikit merasa bersalah
"emang gimana sih ceritanya kok dia sampe gk tau kalau dirinya alergi teh" ucap memelia
"iya tau masa gk tau sih dia alergi teh"
"mungkin dia lupa dan asal minum saja" ucap wiliam lalu duduk di bangku tunggu
"kau tau dan kau masih ingat sementara dirinya saja lupa" ucap brain
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1