
aska yg sudah gerampun keluar dari persembunyiannya diapun langsung menarik tangan laila
"eh eh" ucap laila agak terkejut
tapi tangan laila di tarik kembali oleh wiliam
aska pun berbalik
"lepaskan" ucap aska dingin
"heh kau pikir kau siapanya" ucap wiliam
askapun menjilat bibir bawahnya dengan senyum liciknya
"heh lu nanya itu tapi lu gk nyadar kalo lu tuh bukan siapa siapanya" ucap aska
"heh memang gua bukan siapa siapnya tapi
liat aja nanti
lu bakal nyesel seumur hidup" ucap wiliam
aska menatapnya dingin dan tak perduli diapun menarik laila dan wiliampun melepaskannya
wiliam tersenyum licik sementara aska membawanya ke tempat lain
"ihh lepasin aska" ucap laila
aska pun menghempaskan tangan laila dan berbalik
"apa maksudnya tadi"
"heh aska sadar kita itu bukan siapa siapa lagi dan gk bisa bersama bukankah kamu yg bilang sebera keraspun kita berjuang untuk bersatu takdir akan memisahkan kita jadi percuma heh bukankah kau bilang seperti itu"
"iya gua tau gua mutusin itu gara gara suatu hal yg gk bisa gua kasih tau ke kamu
eemm hhuufp tapi aku masih cinta sama kamu laila"
"huffp percuma
gk ada guna
mendingan kamu mulai hidup baru kamu lagi
lupain aku dan aku bakal lupain kamu" ucap laila
"kenapa
kenapa aku harus lupain kamu
bukankah kamu pernah bilang cinta itu bukan hanya sekedar menunggu dan putus asa tapi memperjuangkan sampe bisa"
"ya aku tau aku pernah ngomong gitu itu dalam situasi yg lalu yg kupikir semua ini gk akan terjadi tapi lihatlah sekarang yg perlu kau ingat bukan kata kataku tapi kata katamu
bahwa kau dan aku ibarat seperti siang dan malam gk akan bisa bersatu kalaupun kita bersatu kita akan hancur itulah hidup" ucap laila
"laila apa kamu gk bisa mencintai aku lagi
aku tau kamu masih menyimpan rasakan kepadaku" ucap aska diapun mendekat ke arah laila dan memegang tangan laila
laila tersenyum pahit lalu melepaskan genggaman aska
"maaf aku gk mau tersakiti lagi sudah cukup sudah cukup sampai di sini saja masih ada hal yg harus kita urus suatu hari nanti
dan kita bukanlah hari sabtu dan minggu tetapi hari sabtu dan senin"
"ya aku ngerti
kamu akan tau semuanya nanti
lalu kamu akan membenciku lalu kamu akan memandangku sebagai orang yg jahat aku tau
__ADS_1
kamu gk akan mau bersamaku lagi kalau kau tau semuanya" ucap aska
"tau apa" ucap laila menatap aska
"tau semua tentang buruknya hidupku dari keluargamu kau akan tau" ucap aska diapun meninggalkan laila dengan penuh keraguan
laila yg melihat kepergian askaa tanpa sadar air mata dari mata yg indah itu jatuh
"dia menangis
hhiiskk hhiiskk
maaf aska maaf aku hanya gk mau diriku dan kamu menyesal setelah mengetahui masa depan kita itu gk bersama maaf hhiiskk" guman laila
..._____________...
hari sudah ingin sore laila pun berjalan ingin pulang ke hotel sekolah
dia berjalan dengan putus asa sambil membayangkan adegan yg menyakitkan itu
dia berjalan mengikuti otaknya dan
bbrrukkk
diapun menabrak orang untungnya saja ia dan orang yg ia tabrak tak terjatuh
laial pun akhirnya sadar dan melihat orang itu
orang itu memabuka hansetnya yg menyantel di telinganya diapun melihat siapa itu
"kau" ucap laila
"kau lagi tunggu kenapa mata mu sembab apa kau menangis" ucap vero ya itu adalah vero
"kau tidak perlu tau" ucap laila diapun ingin pergi tapi lengannya di tarik oleh vero
"eh eh eh apaan sih" ucap laila melepaskan genggamannya
"eeemm tar dulu
apa habis di keroyok preman" ucap veroo
laila yg mendebgar itu menatap serius vero
"ah tidak aku hanya bertanya aku hanya tidak tega saja melihat cewek di sakiti" ucap veroo
"kau tidak perlu tau lagian aku tuh bukan di pukuli, bukan di tembak, bukan di di sini di sini di sini tapi di sini" ucap laila menunjukkan jidat kaki pala lalu kehatinya
veroo yg melihat itu ya dia bersikap agak lelaki
diapun mengangguk angguk
"kau sakit hatiiii
kasihan" ucap veroo
"kasihan kasihan kalo gitu mah kgk usah nanya heh gk peka cowok itu ihhhh"
"ihhh dasar kgk peka hehhhhhhhhh ihhhhh ih ih ih kesel" ucap laila semakin pelan suara itu karna dia menjauh berjalan dnegan cepat dan kesal
"apa salahnya memang cewek saja yg terlalu peka" ucap vero diapun kembali mendengarkan musik dan pergi
sementara itu.....
"ibundah" ucap memelia dia menghampiri ibundahnya yaitu selir prak
"sayangg" ucap prak
"bundah bagaimana ini aku tidak mau dijodohkan"
"tenang saja ya raja menjodohkan kamu dengan orang luar setelah kamu menikah kamu bisa hidup bebas bukankah ini yg kamu mau"
__ADS_1
"yaaa tapi gk begitu juga ibundahhh"
"iya ibundah tau kabar ini juga sangat mendadak kamu kan bukan pewaris tahta jadi kalau kamu sudah menikah akan megikuti suamimu nak"
"ibundah tapi kalau temen temen ku rata rata menikah umur dua lima dua tujuh dua puluh aku saja masih sekolah umurku saja masih lima belas thn masa dijodohin sih"
"hidup kerajaan memang gini sayang
kau taukan jaman dahulu malahan lebih buruk diumur sepuluh tahun kau sudah menikah jadi atasi saja dulu"
"tapi aku gk mau di jodohin" ucap memelia
"ah yasudah ibu ada ide numpung nanti malem datengnya ibundah akan memikirkan caranya mendingan sekarang kamu ngomong dulu sama raja oke" ucap prak
"yaudah dah oke" ucap memelia pasrah diapun akhirnya berjalan menuju ruang raja
memelia pun sampai di depan pintu mereka yg melihat itupun membuak pintunya sambil berkata
"Putri sudah datanggg"
memelia pun masuk berjalan mendekat ke arah raja raja duduk dengan meminum teh di singgasananya
memelia pun berhenti dan memberi hormat "salam ayahanda"
"ya kau sudah tau kan" ucap Alex
"sudah tapi
apakah tidak terlalu cepat aku ini masih kls sepuluh" ucap memelia
"hhuuff ayah tau lagi pula kau tidak langsung menikah lelaki itu akan menunggumu sampai lulus sekolah"
"sejujurnya memang kenapa ayah menjodohkan aku dengannya"
"kau ku jodohkan dengannya karna dia akan menyelamatkan kakakmu vero
perusahaan vero ingin bangkrut karna di serang oleh proyek lain dia ingin turun kedudukan tapi ada pria yg ingin membantu dan syaratnya adalah menikahi salah satu keluarganya" ucap Alex
"apa ayah melakukan ini karna tidak ingin kak vero turun kedudukan dan bangkrut" ucap memelia
"ya tentu saja ku harap kau jangan merepotkan kakakmu" ucap Alex
memelia menatap Alex
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung.......