
"hhaiissyy lagi lagi motorku di pake
hhuuff keadaanmu masih belum membaik wiliam" ucap Fatimah yg kesal
diapun mencari cari cari keberadaan wiliam lagi tapi tidak ketemu
"di mana aku harus menemukannya?" ucap Fatimah dia sudah bingung harus mencari wiliam kemana lagi
_________
"beraninya kau melakukan ini kepadanya"
bbukk!
wiliampun amsih terus menghajar mereka
"ampun ampun tuan saya tidak akan menghajarnya lagi ampun tuan" ucap mereka semua meminta ampun tapi tetap saja wiliam memukulinya
walaupun dia sempat kalah tapi wiliam tidak mudah di kalahkan mungkin memang keadaanya sempat keritis
tapi dia sangatlah kuat
"aku tidak akan mengampuni kalian
kalau kau ingin memalak orang cari tau dulu siapa dirinya" ucap wiliam
ketika dia ingin memukulinya
"tunggu!" ada suara yg membuat tangannya berhenti
wiliam tau suara siapa itu diapun menghempaskan bos nya itu mereka sudah tak kuat berdiri dan tertepar di jalanan kelelahan hampir mati
Fatimah langsung menghampiri wiliam
"wiliam! apa yg kamu perbuat
kau hampir membunuhnya"
"kenapa kau datang ke sini hah!?
kau sedang sakit jangan membuat keributan lagi" ucal Fatimah tapi wiliam mengabaikannya dengan muka dingin diapun pergi tanpa memperdulikan Fatimah
Fatimah merasa kasihan dengan preman preman itu mereka terlihat babak belur dan bonyok bahkan hampir mati
Fatimahpun menghampiri wiliam
wiliam berjalan dengan kaki yg pincang
dia berjalan dengan muka dinginnya di tengah tengah kegelapan
Fatimah menghampirinya
"wiliam!" ucap Fatimah menghentikannya
wiliam berhenti dia menatap Fatimah
"ya allah
ya ampun wiliam kepala kamu berdarah ini gk baik buat kamu kamu bisa aja mati tau gk" ucap Fatimah
wiliam tidak peduli diapun pergi tanpa menjawab kata kata Fatimah dia pergi memakai motornya
Fatimah melihat
"ada apa sih
aku bingung dah dengan sikapnya udah tau lagi kristis lagi sakit masih tetep aja berkela ya allah ihh" ucap Fatimah diapun ikut menyusuk wiliam yg pergi
wiliam kembali ke rumah sakit diapun duduk di ranjangnya Fatimah yg melihat itu menghampiri wiliam dengan dokter yg ia panggil sekarang terlihat jelas kapala wiliam yg berdarah
dokter pun langsung mengobati wiliam sementara wiliam hanya diam
"hhuuff keadaanmu sepertinya semakin parah jahitannya terlepat tapi untungnya hanya sedikit kau begitu kuat" ucap dokter itu dia kagum kepada wiliam yg kuat jahitannya sudah terlepas tapi dia masih bisa bertahan
dan dengan keadaan normal
dokter itupun pergi wiliam hanya bermuka datar dan dingin Fatimah menghampiri wiliam
"kamu kenapa sih
__ADS_1
kan kamu lagi sakit aturan tunggu sembuh baru berantem" ucap Fatimah lembut dia tak mau membuat wiliam marah
dia sangat cemas dengan keadaan wiliam
wiliam menangis dia menyandarkan kepalanya di pundak wiliam
"hhiiskk hhiiskk
hehahahahahehehe hhiiskk hhuuff hhiiskk" ya wiliam menangis layaknya seorang lelaki
Fatimah terdiam melihat wiliam menangis
"hhuuff" dia menghela nafasnya
diapun melepaskan sandarannya
wiliam melihatnya dengan sedih
Fatimah menatap wiliam
"maaf" ucap Fatimah diapun pergi dari sana
wiliam memalingkan wajahnya dia mengigit bibir bawahnya
"heh heh" dipikirannya dia tau Fatimah tidak mau berbuat maksiat kepadanya
di sisi lain wiliam juga memikirkan dia juga tidak ingin menjadi pembunuh seperti ini dia sudah cape dia sudah lelah dengan semuanya tapi emosi yg ada di hatinya tak bisa di kuasai lagi
"heh hhiiskk hhiiskk"
diapun menangis sendiri di sana
Fatimah pergi dia menangis tiba tiba hujan datang dia menangis di pojokan rumah sakit
"maaf wiliam maaf kak aku gk bisa
aku masih mencintainya aku masih mencintai dia dan aku gk mau berbuat maksiat kepada allah aku gk mau menjadi hamba yg berdosa" ucap Fatimah dia menangis di rumah sakit sambil memandangi hujan
"kenapa harus ada dia yg datang
membawa cinta lalu pergi begitu saja meninggalkan luka"
"kenapa ya roob kenapa! hhiiskk" ucap Fatimah diapun menangis di bawah hujan yg lumayan deras
mereka sama sama menangis tak ada bahu untuk bersandar hanya ada kesedihan dan kekecewaan juga tak lupa dengan penyesalan yg tidak ada gunanya sekarang
malam itu berlalu dengan air mata
dua raga yg tak bisa bersatu karna alasan mereka tersendiri
sampai akhirnya keesokan harinya...
wiliam masih dengan wajah dingin dan datarnya itu sementara Fatimah sudah berganti pakaian sekarang jam lima pagi ia habis pulang dari sholat subuhnya
setelah sholat Fatimah pun kembali ke rumah sakit untuk menjenguk wiliam
Fatimah membuka perlahan pintunya di sana sudah ada wiliam dengan tatapan kosong
Fatimah menghela nafas
diapun masuk
dia melihat wiliam yg tak memperdulikannya dan hanya bermuka dingin tatapannyapun sangat kosong
Fatimah sudah berpakaian dengan rapih dia sudah memakai pakaian sekolahnya
"Fatimah bisa kah kau anggap aku kakak kandungmu?" ucap wiliam
"hhuuff in shaa allah
aku bisa cuman ada peraturannya" ucap Fatimah
"apa?"
"aku pernah denger ceramah ustad
walaupun kau kakaku tapi kau kakak tiri dan aku bukanlah mahrom mu jadi aku tidak boleh terlalu akrab denganmu"
"kenapa dulu ayahmu
__ADS_1
ingin menerimaku walau aku kafir?"
"ayah itu punya pemikirannya sendiri
aku memang tidak tahu asal usul kamu
karna memang sebelumnya ayah tidak memberi tahunya"
"hhuuff ya tapi kamu juga di buangkan oleh ayahku maafkan dirinya ya" ucap Fatimah
wiliam pun mengangguk pelan
"ya aku tau ini juga salahku
mungkin aku memang iblis" ucap wiliam
"jangan gitu
seseorang memang bisa saja menjadi iblis
aku juga bisa tapi ini bukan saatnya"
"aku akan pergi ke sekolah" ucap wiliam
"eh eh eh jangan dong
lagian kondisi kamu tuh lagi parah tau
kamu harus dirawat lagian kata dokter juga kmu belum boleh pulang"
"aku tidak suka di larang" ucap wiliam dingin
mendengar itu muka Fatimah langsung cemberut
"nyenyenyenye udahlah ah
lagi sakit juga masih aja ngebantah sikap kamu tuh gk berubah rubah ya" ucap Fatimah
flack back onn
"udah lagi sakit juga jangan ngeyel kalo di bilangin" ucap Fatimah diapun memberi semangkuk bubur kepada wiliam yg saat itu sedang terluka
di sana kepalanya terluka dan di perban
kakinya pun juga ikut terluka dan di perban
wiliam hanya diam saja tak menyentuh makanan itu sama sekali memandangnya pun tidak
Fatimah yg melihat itu cemberut diapun menghela nafas panjang
"udah makan aja biar cepat sembuh"
"tidak aku akan mengambil air" ucap wiliam dingin
"yaelah kata ayah aja dia yg ngambil kamu di sini aja kamu kan lagi terluka kalo lukanya tambah parah gimana kan kita juga yg repot di kira kamu doang"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung....