"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
luka di tubuh tidak artinya dengan luka di hati


__ADS_3

"hhaiissyy lagi lagi motorku di pake


hhuuff keadaanmu masih belum membaik wiliam" ucap Fatimah yg kesal


diapun mencari cari cari keberadaan wiliam lagi tapi tidak ketemu


"di mana aku harus menemukannya?" ucap Fatimah dia sudah bingung harus mencari wiliam kemana lagi


_________


"beraninya kau melakukan ini kepadanya"


bbukk!


wiliampun amsih terus menghajar mereka


"ampun ampun tuan saya tidak akan menghajarnya lagi ampun tuan" ucap mereka semua meminta ampun tapi tetap saja wiliam memukulinya


walaupun dia sempat kalah tapi wiliam tidak mudah di kalahkan mungkin memang keadaanya sempat keritis


tapi dia sangatlah kuat


"aku tidak akan mengampuni kalian


kalau kau ingin memalak orang cari tau dulu siapa dirinya" ucap wiliam


ketika dia ingin memukulinya


"tunggu!" ada suara yg membuat tangannya berhenti


wiliam tau suara siapa itu diapun menghempaskan bos nya itu mereka sudah tak kuat berdiri dan tertepar di jalanan kelelahan hampir mati


Fatimah langsung menghampiri wiliam


"wiliam! apa yg kamu perbuat


kau hampir membunuhnya"


"kenapa kau datang ke sini hah!?


kau sedang sakit jangan membuat keributan lagi" ucal Fatimah tapi wiliam mengabaikannya dengan muka dingin diapun pergi tanpa memperdulikan Fatimah


Fatimah merasa kasihan dengan preman preman itu mereka terlihat babak belur dan bonyok bahkan hampir mati


Fatimahpun menghampiri wiliam


wiliam berjalan dengan kaki yg pincang


dia berjalan dengan muka dinginnya di tengah tengah kegelapan


Fatimah menghampirinya


"wiliam!" ucap Fatimah menghentikannya


wiliam berhenti dia menatap Fatimah


"ya allah


ya ampun wiliam kepala kamu berdarah ini gk baik buat kamu kamu bisa aja mati tau gk" ucap Fatimah


wiliam tidak peduli diapun pergi tanpa menjawab kata kata Fatimah dia pergi memakai motornya


Fatimah melihat


"ada apa sih


aku bingung dah dengan sikapnya udah tau lagi kristis lagi sakit masih tetep aja berkela ya allah ihh" ucap Fatimah diapun ikut menyusuk wiliam yg pergi


wiliam kembali ke rumah sakit diapun duduk di ranjangnya Fatimah yg melihat itu menghampiri wiliam dengan dokter yg ia panggil sekarang terlihat jelas kapala wiliam yg berdarah


dokter pun langsung mengobati wiliam sementara wiliam hanya diam


"hhuuff keadaanmu sepertinya semakin parah jahitannya terlepat tapi untungnya hanya sedikit kau begitu kuat" ucap dokter itu dia kagum kepada wiliam yg kuat jahitannya sudah terlepas tapi dia masih bisa bertahan


dan dengan keadaan normal


dokter itupun pergi wiliam hanya bermuka datar dan dingin Fatimah menghampiri wiliam


"kamu kenapa sih

__ADS_1


kan kamu lagi sakit aturan tunggu sembuh baru berantem" ucap Fatimah lembut dia tak mau membuat wiliam marah


dia sangat cemas dengan keadaan wiliam


wiliam menangis dia menyandarkan kepalanya di pundak wiliam


"hhiiskk hhiiskk


hehahahahahehehe hhiiskk hhuuff hhiiskk" ya wiliam menangis layaknya seorang lelaki


Fatimah terdiam melihat wiliam menangis


"hhuuff" dia menghela nafasnya


diapun melepaskan sandarannya


wiliam melihatnya dengan sedih


Fatimah menatap wiliam


"maaf" ucap Fatimah diapun pergi dari sana


wiliam memalingkan wajahnya dia mengigit bibir bawahnya


"heh heh" dipikirannya dia tau Fatimah tidak mau berbuat maksiat kepadanya


di sisi lain wiliam juga memikirkan dia juga tidak ingin menjadi pembunuh seperti ini dia sudah cape dia sudah lelah dengan semuanya tapi emosi yg ada di hatinya tak bisa di kuasai lagi


"heh hhiiskk hhiiskk"


diapun menangis sendiri di sana


Fatimah pergi dia menangis tiba tiba hujan datang dia menangis di pojokan rumah sakit


"maaf wiliam maaf kak aku gk bisa


aku masih mencintainya aku masih mencintai dia dan aku gk mau berbuat maksiat kepada allah aku gk mau menjadi hamba yg berdosa" ucap Fatimah dia menangis di rumah sakit sambil memandangi hujan


"kenapa harus ada dia yg datang


membawa cinta lalu pergi begitu saja meninggalkan luka"


"kenapa ya roob kenapa! hhiiskk" ucap Fatimah diapun menangis di bawah hujan yg lumayan deras


mereka sama sama menangis tak ada bahu untuk bersandar hanya ada kesedihan dan kekecewaan juga tak lupa dengan penyesalan yg tidak ada gunanya sekarang


malam itu berlalu dengan air mata


dua raga yg tak bisa bersatu karna alasan mereka tersendiri


sampai akhirnya keesokan harinya...


wiliam masih dengan wajah dingin dan datarnya itu sementara Fatimah sudah berganti pakaian sekarang jam lima pagi ia habis pulang dari sholat subuhnya


setelah sholat Fatimah pun kembali ke rumah sakit untuk menjenguk wiliam


Fatimah membuka perlahan pintunya di sana sudah ada wiliam dengan tatapan kosong


Fatimah menghela nafas


diapun masuk


dia melihat wiliam yg tak memperdulikannya dan hanya bermuka dingin tatapannyapun sangat kosong


Fatimah sudah berpakaian dengan rapih dia sudah memakai pakaian sekolahnya


"Fatimah bisa kah kau anggap aku kakak kandungmu?" ucap wiliam


"hhuuff in shaa allah


aku bisa cuman ada peraturannya" ucap Fatimah


"apa?"


"aku pernah denger ceramah ustad


walaupun kau kakaku tapi kau kakak tiri dan aku bukanlah mahrom mu jadi aku tidak boleh terlalu akrab denganmu"


"kenapa dulu ayahmu

__ADS_1


ingin menerimaku walau aku kafir?"


"ayah itu punya pemikirannya sendiri


aku memang tidak tahu asal usul kamu


karna memang sebelumnya ayah tidak memberi tahunya"


"hhuuff ya tapi kamu juga di buangkan oleh ayahku maafkan dirinya ya" ucap Fatimah


wiliam pun mengangguk pelan


"ya aku tau ini juga salahku


mungkin aku memang iblis" ucap wiliam


"jangan gitu


seseorang memang bisa saja menjadi iblis


aku juga bisa tapi ini bukan saatnya"


"aku akan pergi ke sekolah" ucap wiliam


"eh eh eh jangan dong


lagian kondisi kamu tuh lagi parah tau


kamu harus dirawat lagian kata dokter juga kmu belum boleh pulang"


"aku tidak suka di larang" ucap wiliam dingin


mendengar itu muka Fatimah langsung cemberut


"nyenyenyenye udahlah ah


lagi sakit juga masih aja ngebantah sikap kamu tuh gk berubah rubah ya" ucap Fatimah


flack back onn


"udah lagi sakit juga jangan ngeyel kalo di bilangin" ucap Fatimah diapun memberi semangkuk bubur kepada wiliam yg saat itu sedang terluka


di sana kepalanya terluka dan di perban


kakinya pun juga ikut terluka dan di perban


wiliam hanya diam saja tak menyentuh makanan itu sama sekali memandangnya pun tidak


Fatimah yg melihat itu cemberut diapun menghela nafas panjang


"udah makan aja biar cepat sembuh"


"tidak aku akan mengambil air" ucap wiliam dingin


"yaelah kata ayah aja dia yg ngambil kamu di sini aja kamu kan lagi terluka kalo lukanya tambah parah gimana kan kita juga yg repot di kira kamu doang"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2