
"hhuuff"
sementara Fatimah lagi merenung di taman belakang dia menyetel musik di radio yg ada di sana
sambil menikmati angin sepoy sepoy
dengan lagu yg merdu dan indah
sambil memejamkan matanya
brain melihat Fatimah dari atas balkon mengingat kejadian malam itu
___
kamu jahat!!
___
kata kata itu selalu ada di pikirannya
"kenapa kau bilang aku jahat
apa aku pernah menemuimu" ucap brain kepada dirinya sendiri diapun masih mengingat momen malam itu
diapun memperhatikan Fatimah
sementara Fatimah di bawah
hanya menatap kosong
"apa yg harus ku lakukan
apa aku harus mengikut campur kepada mereka ha Rob"
"bagaimana ini?
aku sebenarnya tidak ingin mencari masalah terus menerus tapi aku juga tidak bisa menghentikan mereka"
"hhuuff
tapi bentar bentar
sumpah aku tuh bingung sama pemikirannya Aska gimana bisa sih dia pikir panjang panjang"
"padahal kan nanti jadinya itu itu juga
pake di perpanjang padahl dia tinggal bilang begini begini begini pake di percapanjang ngeselin banget"
"hadehh kalo aku boleh kasih tau
udah dah kelar semua masalahnya ini algi hadehh bikin emosi jadi hilangkan sedihnya hhuuff!" ucap Fatimah tidak jelas ngomel ngomel sendiri kepada dirinya
dia mengingat tentang semua yg di ceritakan oleh Aska mengingat itu dia sangat kesal atas pemikiran Aska
tapi Fatimah tidak bisa berbuat apa apa
dia sudah berjanji terhadap Aska dan dia cukup kasihan terhadapnya
"heh kenapa dengannya
ngomel ngomel tidak jelas" ucap brain dari atas yg melihat Fatimah ngomel ngomel tidak jelas
_________
laila sedang berkeliling di kerajaan tiba tiba raja datang melihat itu laila pun langsung memberi salam ala kerajaan yg dia tau
"salam ayahanda" ucapnya sopan
"kau sopan sekali
baguslah kau cepat mengerti
emm sedang apa kau ada di sini?" ucap Alex
"aku sedang berkeliling
untuk mengenal kerajaan ini
kerajaan ini sangat besar takutnya aku tersesat dan aku di temani oleh dayang choi agar aku bisa lebih mengenal dan mematuhi semua peraturan di sini" ucap laila
"oh ya sudah lanjutkan lanjutkan" ucap Alex diapun pergi laila dan juga dayang choi menunduk ketika raja lewat
merekapun melanjutkan perjalanan
di tengah tengah perjalanan
__ADS_1
wiliam datang dengan jubah biru tuanya itu memakai topeng setengah setengahnya itu
dan memakai tali yg diikat di kepalanya dia terlihat tampan dan gagah
wiliam pun berjalan ke arah laila
laila menghentikan jalannya ketika melihat wiliam menghampirinya
wiliam berhenti
"tinggalkan kami" ucap wiliam dingin kepada dayang choi
dayang choi yg mendengar itu langsung
tunduk dan pergi
wiliam dan laila pun saling pandang
"ada apa?" ucap laila
"kau sudah berjalan jalannya?"
"sudah"
"jangan mencoba untuk kabur dariku
karna kau tidak akan bisa kabur dariku"
"lagi pula kerajaan ini di tengah tengah hutan
aku akan tersesat tenang saja aku tidak akan kabur"
"ikut denganku" ucap wiliam dingin diapun memutar balik dirinya dan berjalan laila mengikuti wiliam dari belakang
wiliam mengarahkan laila ke kamarnya
merekapun masuk wiliam menutup pintu kamarnya
diapun menyuruh para dayang dan penjaga yg ada di luar untuk pergi ke tempat yg agak jauh
"ingat jangan terlalu dekat dengan pangeran pangeran di sini" ucap wiliam
"apa kau cemburu?"
"heh cemburu
tidak ada guna aku melarangmu agar tidak terjadi gosip yg aneh tentang dirimu"
"kamu kenapa sih ngelakuin ini?"
"sudahku bilang aku ingin balas dendam"
"balas dendam kepada Aska maksudmu untuk membuatnya cemburu?
dengan cara menculikku begitu kau ingin balas dendam atas semuanya yg Aska lakukan kepadamu"
"walaupun kau sudah membalaskan dendam
tapi ingat! semua yg sudah pergi tidak akan pernah bisa kembali"
"DIAM!!" teriak Aska yg emosi mendengar kata kata laila laila yg di bentak takut dengan tatapan wiliam diapun diam
"memang!
memang semuanya tidak akan kembali
tapi setidaknya itu bisa membuat hatiku lega
karna aku telah membalaskan semuanya walaupun itu tidak akan kembali" ucap wiliam sambil menahan air matanya
"aku tau
aku tau!
semua pasti tidak bisa kembali seperti sebelumnya aku hanya ingin membalaskan dendam yg ada di hatiku"
"lalu ketika kau membalaskan dendam
kau ingin menjadi apa?" ucap laila dia ketakutan karna wiliam membentaknya dengan sangat keras nan tegas sehingga air matanya jatuh
"aku akan mencari kehidupan yg lebih baik
dengan sahabatku aku akan tinggalkan semua keburukan ini kehidupan yg kelam ini dan aku akan memperjuangkannya" ucap wiliam
"kau pikir setepah kau mencari musuh
__ADS_1
dan membuat semua orang menjadi musuhmu kau akan hidup bahagia tidak
tidak wiliam karna musuhmu akan menghabisimu perlahan lahan"
"aku tidak peduli akan ku lawan dia akan ku lawan apa pun yg terjadi aku tau aku tidak bisa melawannya sendiri tapi ada dia yg selalu menyemangatiku ada dia"
"kenapa kau mempergunakanku
apa untuk menjadi kelemahan bagi Aska" ucap laila
"Aska juga merasa kehilangan wiliam
dia juga ngerasa kehilangan bukan kamu doang dan berkat kamu aku dan Aska merasakan kehilang untuk kesekian kalinya
kalau kau benci kehilangan jangan membuat orang kehilangan"
"DIAM!!" teriak Aska sekali lagi membuat laila takut dia sangat takut karna wajah dan tatapan wiliam yg menyeramkan
"mauku mauku
caraku caraku
ini rencanaku tarserah aku terserah diriku
kau tidak perlu ikut campur! ini sudah menjadi rencanaku"
"tapi gk gini rencananya!" ucap laila wiliam yg sudah terlnajur kesal dan marah langsung menarik laila mendekat dan menciumnya
diapun mencium laila dengan ganas
"emhh emmhh" laila berusaha melepaskan ciumannya itu tapi wiliam tetap memberontak dan men*iumnya lebih dalam lagi diapun menjatuhkan mereka berdua ke ranjang
"eemmhh hentikan
aku gk bisa nafas" ucap laila yg sudah ngos ngosan wiliam yg melihat itupun berhenti
"hhuuff hhuff" mereka berduapun sama sama ngos ngosan
wiliam sadar
"Aakkkhhhhh" diapun menjambak rambutnya sendiri
"apa yg aku lakukan" guman wiliam diapun langsung pergi dari sana
laila menghela nafas
"apa yg dia lakukan?" ucap laila bingung
sementara wiliam pergi diapun pergi ke lapangan memanah yg sepi
"AAAkkkkhhhh" teriak wiliam dengan emosi
untungnya tempat itu sepi
"hhuuff hhuff hhuuff
apa yg aku lakukan hhuuff hhuuff" ucap wiliam
bbuk!
tapi tiba tiba saja ada yg menonjoknya
wiliam jatuh karna pukulan yg tidak terduga itu
wiliam pun menatap orang itu
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung......