
wiliam pun menatap orang itu
dia tidak siap dengan pukulan itu
tapi dia melihat yg memukulnya adalah
yap itu adalah Aska dia dengan penuh emosi memukul wiliam
Aska pun menaruk baju wiliam
agar dia berdiri wiliam pun berdiri pukulan keras itu sangat keras membuatnya agak pusing beberapa saat tapi dia berusaha mengembalikan dirinya sendiri
bbuk!
Aska kembali memukulnya dan lagi lagi wiliam terjatuh
Askapun kembali menarik kerah baju wiliam
"hhuuff hhuuff
kau boleh mengambilnya dariku
tapi jangan sakiti dia"
"kau noleh mangambilnya dari keluarganya tapi jangan hianati dia aku merelakannya untukmu tapi kau! jangan berbuat kasar terhadapnya" ucap Aska dengan tatapan tajam
wiliam emnghampaskan tangan Aska yg memegang bajunya
"dia sudah menjadi istriku
aku bisa berbuat seenaknya karna dia! sudah menjadi milikku"
"hhuuff aku tau
aku tau! dia sudah menjadi milikmu aku terma semua ini tapi aku tidak terima jika dia di kasri olehmu" ucap Aska dan
buk!
Aska pun kembali menonjok wiliam
wiliampun tak tinggal diam diapun kembali menonjok Aska
buk!
buk!
buk!
merekapun saling berkelahi
tak di sangka veroo melihat perkelahian mereka diapun langsung pergi ke arah sana dan memisahkan mereka berdua
"apa yg kalian lakukan!!?" ucap veroo
dia melihat ke arah wiliam lalu kearah Aska
muka mereka terlihat kesal dan penuh emosi
"kau tidak perlu tau ini bukan urusanmu" ucap Aska
"Aska" ucap veroo tak di sangka Aska bilang seperti itu kepadanya diapun menatap wiliam
wiliam langsung menghempaskan tangan veroo yg menghentikan mereka agar tidak kembali diaoun merapihkan jubahnya dan pergi
"hehuuff Aska apa yg kau lakukan?" ucap veroo
Aska terdiam diapun menjatuhkan dirinya
veroo menatap Aska
"hhuuff
hhiiskk hhiskk" Aska tak dapat lagi menahan air matanya dia melihat semua kejadian yg di lakukan wiliam terhadap laila
veroo pun langsung duduk dan memegang bahu Aska
"Aska!"
"kau seharusnya tidak berbuat seperti ini
kalau ada yg melihatmu dan melaporkan kepada raja kau bisa dalam masalah"
"hhuuff Aska apa dia melakukan sesuatu lagi?" ucap veroo
Aska memalingkan wajahnya
"hhuuff aku tidak bisa menyelamatkannya ketika dia ketakutan aku tidak bisa menyelamatkannya dia terlihat sangat ketakutan" ucap Aska menahan air matanya walaupun tetap jatuh
veroo mengerti apa yg Aska maksud
"apa dia berbuat sesuatu terhadap laila?"
Aska bangun meskipun dadanya sesak dan hatinya lemah
__ADS_1
"dia adalah orang yg aku cinta sampai sekarang dia yg menjadi kelemahanku
sekarang aku tak bisa berbuat apa apa" ucap Aska yg rapuh
"Aska
sepertinya kau harus melupakannnya"
mendengar itu Aska menatap veroo
"kau tidak bisa terus terusan menjadi seperti ini lihat dirimu ini kau tidak berdaya
kau lemah seperti ini ingat kau yg nanti akan menduduki singgasana dan kau yg akan menjadi raja" ucap veroo
"tidak tidak!
sebelum aku menjadi raja keadaannya sudah sangat kacau aku tidak akan menjadi raja di kerajaan ini" ucap Aska diapun pergi
"apa maksudmu?"
veroo bertanya kepadanya tapi Aska mengabaikannya dan tetap pergi
_______
"waww dia cantik sekali" guman hiroo
dia melukis cecen yg sedang mengambil obat obat alami di tumbuh tumbuhan
dia terlihat sangat cantik
"kau sedang apa pangeran?" ucap cecen yg melihat hiroo daris tadi memperhatikannya
"lihat aku menggambarmu baguskan"
ucap hiroo menunjukkan gambarnya
cecen tersenyum kecut karna yaaa bisa di bilang gambar bocil jelek lah
"kenapa?
kenapa kau menertawakannya"
"hehemm maaf pangeran bagus kok" ucap cecen berbohong dari pada di hukum kan
"ah hehe memang sih aku belum ahli"
hiroo menggaruk kepalanya yg tidak gatal merasa malu dengan gambarannya sendiri
belajar terus nanti juag bisa dan gambarnya perlahan akan bagus"
"jadi memang benar tidak bagus ya" ucap hiroo mukanya menjadi cemberut cecen yg melihat mukanya hiroo yg lucu kembali tertawa
"hehehe enggak kok pangeran
bagus yasudah pangeran aku ingin mengambil beberapa obat obatan" ucap cecen hiroo pun mengangguk
cecen pun mengambil
daun daunan yg bisa menjadi obat
"senyumnya indah sekali" guman hiroo
cecen yg tersenyum membuatnya semangat diapun kembli menggambar walaupun gambarannya standar standar saja tapi tetap berusaha agar gambarannya bagus
yaaa numpung di semangatin sama cewek cantikkan susah di tolak
_______
"aahh Leo apakah tidak ada yg lain gitu yg menusiawi" ucap memelia yg mengeluh
ketika dia di suruh mengecat tembok di dinding dengan lipstik
"kalau kau ingin pulang kau harus melakukannya sampai selesai kalau tidak kau tidak akan bisa pulang" ucap Leo dingin
"yg benar saja
ini masalahnya ngecatnya bukan pake kuas cat bukan pake pengecat tembok ini pake lipstik kapan kelarnya tahun jebot ah" ucap memelia dia emosi dan sudah lelah
diapun akhirnya menyerah dan duduk di sofa samping Leo
mereka sekarang ada di kamar
"apa gk ada yg lain gitu selain ngecat tembok pake lipstik"
"gk"
"ihh tapi kan aku pengen banget pulang
aku itu pengen main gk mood di sini gk ada temen sendirian"
"kau ini sudah besar jangan main terus"
"ya maksudnya
__ADS_1
hadehh ih kenapa coba aku harus di jodohin sama orang sedingin kamu kalo aja aku gk di jodohin sama kamu pasti aku bisa kemana mana seperti biasa"
"balapan boleh, berantem boleh
pulang telat boleh, jadi kelompok gengster boleh tapi sekarang"
"jangan menghayal
kalau kkau ingin pualng cepat selesaikan pekerjaanmu"
"ih tapi gk gini juga
leherku udah pegel lagian gk manusiawi banget masa ngecat tembok pake lipstik udah gede lagi temboknya kapan kelarnya"
"yasudah kalau tidak kelar kau tidak boleh ke rumahmu" ucap Leo dia tidak peduli dengan memelia yg mengeluh dia hanya
memainkan hanya sibuk hp nya
dan bersikap dingin
"ihhh
kenapa hidup ini begitu susah
ahhhkk"
memelia pun mengeluh diapun menghela nafas panjang dan tak menyerah diapun terus mengecat tembok itu
walau lama
lehernya sudah sangat pegal dari tadi mengecat
"udah dapet cowok dingin suruh ngecat pake lipstik emang gk punya otak
kasihanilah sedikit kek aku ini heh" guman memelia mengumpat Leo
"aku mendengarnya" ucap Leo yg tau memelia sedang membicarakannya dari belakang
"ya lebih baik dia mendengarnya" ucap memelia dia sudah kesal
dengan perlakuan Leo yg
sangat yaaa kejam lah menurutnya
sampai sampai memelia tertidur di lantai
karna kecapean dia tertidur di lantai dengan lipstik yg masih ia pegang
Leo yg melihat itu pun menghampiri memelia yg terlelap diapun merasa kasihan
"cewek ini mau aja ngejalanin semuanya
sepertinya dia ingin sekali pulang" guman Leo dia yg merasa kasihan lalu mengambil lipstik di tangan memelia dan menggendong memelia diapun meletakkannya di ranjang
cup
cup
cup
diapun memberi kecupan hangat di jidat hidung dan juga bibir diapun mengelus rambut memelia
"heh kau lama lama bisa membuatku jatuh cinta" guman Leo diapun berdiri dan meninggalkan memelia yg tidur
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersaambung....
__ADS_1