
keesokan siangnya
Alex, natan, veroo sudah sampai di kerajaan dengan cepat mereka langsung bersih bersih
dan Alex mengadakan pengadilan dan
menyuruh putra putranya untuk kumpul
setelah beberapa lama mereka bersiap siap mereka pun akhirnya pergi begitu juga dengan hiroo yg keadaanya sudah membaik
mereka semua berkumpul
"hiroo" ucap veroo yg melihatnya langsung memeluk hiroo
"hiroo" setelah veroo memeluknya sekarang giliran natan
"ahh kakak aku baik baik saja" ucap hiroo
"bagaimana kau baik baik saja lihat semua ini" ucap natan memalingkan wajah hiroo ke kanan dan kekiri melihat luka yg banyak
"siapa yg melakukan semua ini!!? akan ku beri pelajaran dia" ucap veroo kesal
sementara Aska dan wiliam hanya diam melihat drama mereka
Alex pun datang bersama sandra dan juga selir prak dan selir aisy
merekapun terdiam dan menunduk
Alex berjalan ke depan dia melihat hiroo
diapun langsung memeluknya dengan erat
"kau sudah besar" ucap Alex melepas pelukanya
"tentu saja ayah" ucap hiroo
Alex pun tersenyum kecut dan menepuk pundak hiroo
diapun naik ke singgasananya begitu juga dengan sandra dan para selir
"di sini saya akan bertanya untuk membuat keadilan" ucap Alex
mereka pun dengan serius mendengarkan
"wiliam apa benar kau yg menyelamatkan hiroo?" ucap Alex
"hhuuff
kau bisa bertanya sendiri ke hiroo di saat itu hiroo sedang di sekap oleh tiga penjahat aku menyelamatkannya" ucap wiliam dingin
"hiroo apa kah benar?"
ucap Alex memastikan mereka semua pada tegang dengan jawaban hiroo
"benar ayah
di saat itu aku sedang diikat oleh dua orang
beberapa hari lalu datanglah lelaki bertopeng aku tidak terlalu bisa mendengarnya karna aku di sana sangat lemah ayah dan datanglah kak wiliam dengan temannya berusaha menyelamatkan aku dan mengalahkan penjahat itu ayah tapi karna aku terlalu lelah aku pingsan dan setelah siuman aku sudah berada di kamar" ucap hiroo
"teman?" ucap Alex heran bagaimana mungkin bukankah wiliam semenjak ini tidak punya teman
wiliam yg mendengar itu memang panik tapi dia berusaha menutupi mukannya dengan muka santai dan dingin
"teman sekelas berusaha membantuku karna aku tau aku tidak akan bisa melawannya sendiri" ucap wiliam
Alex pun berhenti curiga jawaban itu masuk akal
"ayah
penjahat itu ku rasa sudah ahli
ketika aku ingin melepaskan ikatanku aku merabanya dan belum pernah aku mengalami ikatan itu semenjak pelatihan
tapi ada lelaki bertopeng bisa membuka ikatannya" ucap hiroo
"apa!!? lelaki bertopeng?"
"iya ayah disaat sebelum wiliam datang
dia datang duluan tapi aku tak mengenali wajahnya matanya sepertinya pake soplen ayah sehingga aku tidak bisa mengenali dengan jelas dia bisa membuka tali itu dengan sangat mudah"
"siapa laki laki bertopeng itu?" guman Alex
"okeh baiklah aku akan mencari tau siapa orang di balik topeng itu
__ADS_1
dan kau wiliam!"
Alex pun menatap wiliam
wiliam kembali menatapnya dengan serius mendengarkan Alex
"karna kau sudah menyelamatkan hiroo
aku akan mmeberimu hadiah seperti yg kau inginkan"
mereka yg mendengar itu pada menatap Alex mereka khawatir ada hal yg akan terjadi
"sekarang kau tinggal sebutkan apa keinginanmu wiliam" ucap Alex
wiliam tersenyum licik
"heh aku hanya ingin
menikah dengan seseorang tak peduli siapa dia dan aku akan tinggal di sini bersamanya dan kami akan berjanji untuk tidak memberi tahu tentang kerajaan ini" ucap wiliam
mereka semua pada melihat ke arah wiliam tak mengerti apa maksudnya kenapa hanya seperti itu
"menikah?
baiklah kalau gadis itu bisa menjaga privasi kerajaan" ucap Alex wiliam tersenyum singkat
"sesuai yg kita mau
kita akhiri sampai di sini" ucap Alex
merekapun mmeberi hormat dan langsung pergi
wiliam pergi dengan tersenyum puas
keesokan harinya
merekapun melakukan aktifitasnya seperti biasa dan pergi ke sekolah
setelah itu sampailah mereka di sekolah
wiliam seperti biasa hanya bersikap dingin
diapun melihat ke arah laila yg sedang duduk sambil memandangi pemandangan
"heh bersiap siaplah" guman hiroo sangat kecil
laila yg berjalan dengan wiliam di belakangnya di hampiri oleh pak guru olahraga
"hei hei hei
sini sini sini" ucap pak guru menyuruh laila dan wiliam mendekat wiliam dan laila dengan santainya pun mendekat
"ada apa pak?" ucap laila
"kalian bisa tolong bantu bapak tidak?
bapak minta ke anak murid tapi mereka tidak mau bapak mohon kalian tolongin bapak ya ya ya" ucap pak guru
"tolongin apa pak?" ucap laila
"tolongin beresinin buku di perpustakaan ya
nanti kalian gk usah ikut pelajaran olahraga gk papa deh nilai tetep sembilan"
"emmm"
lailapun mulai berfikir
"hehe boleh juga kalo begitu"
"hehe bagaimana dengan kamu wiliam?"
"ya aku ikut" ucap wiliam dingin
"heee kalian memang murid bapak yg terbaik
yasudah yasudah bapak pergi dulu ya" ucap pak guru olga itu lalu pergi
merekapun mengabaikannya dan langsung pergi ke ruang perpustakaan
merekapun masuk ek dalam perpustakaan
"lu kaya tapi mau aja di hasut sama guru" ucap wiliam
"heh terserah gua lah
__ADS_1
lagian lagi gabut aja kan lumayan jadi gk ikut pelajaran olahraga cape tau!" ucap laila
lailapun pergi dan merapihkan beberapa buku yg berantakkan
memang tidak terlalu banyak juga ruangan perpustakaan itu sangat sepi
"kenapa ruangan ini sangat sepi" ucap wiliam melihat lihat
sementara laila sibuk membenarkan buku
"mereka biasanya membaca sehabis pulang sekolah kalau istirahat waktunya bersenang senang"
"cepatlah lebih baik kau bantuin beresin enak banget cuman keliling liling" ucap laial ngomel ngomel wiliam pun hanya muka datar dan memberekan buku yg berantakan dan menaruhnya ke tempatnya
"eh eh eh" ucap laila yg olenf karna kursi yg dia naiki tidak seimbang sehingga ingin jatuh
"aaa!!" dia teriak ketika ingin jatuh
tapi sett
dengan cepat wiliam datang menangkapnya
mereka saling bertatapan
wiliam yg menyadarinyapun langsung menjatuhkan laila
bruukk
"aa!! aduhh hehe aduhh pungung gua ngapa lu lepas sih tunggu gua bagun kek!" ucap laila marah marah wiliam hanya bermuka datar dan ingin pergi
tapi ada buku yg mebuatnya terpeleset dan akhirnya...
bbruuk
wiliam pun jatuh di atas laila
laila terkejut wajah mereka dekat sekali tapi wiliam masih bisa menahan lengannya agar mereka tidak ciuman
wiliampun berfikir dan tersenyum licik
dia memang masih memakai topengnya
wiliam pun tanpa aba aba
langsung mencium dan mel*met bibir merah laila
laila terkejut dia sangat terkejut dengan hal ini
diapun berusaha melepaskan ciuman itu tapi tentu saja tenaga wiliam lebih besar dari dirinya
tiba tiba
bruukk
tak sengaja ada yg menjatuhkan buku
sehingga wiliam menghentikan ciumannya dan melihat siapa itu
dan ternyata itu adalah
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung.....