"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
orang yg selalu bersama pasti ada rasa


__ADS_3

"di kira kamu doang"


"udah makan


emm apa mau aku suapin?"


"aku tidak suka di bantah!" gertak wiliam


"yaelah masuh kecil juga dah belagu aje" ucap Fatimah dia yg masih berumur sembilan tahun bingung dengan sikap wiliam yg sangat dingin dan tadar padahal umurnya juga baru sebelas tahun tak jauh beda darinya


tapi sikapnya sudah seperti itu


Fatimah pun duduk tapi wiliam langsung berdiri dan pergi dari sana


"eh wiliam eh kak wiliam!


ih ngeselin banget dah" ucap Fatimah diapun terlihat kesal


flack back off


itulah kejadian yg mereka ingat waktu dulu wiliam tetaplah wiliam


"aku tetaplah diriku sudah aku ingin pergi ke sekolah" ucap wiliam yg ingin keluar dari ranjang tapi langsung di tahan oleh Fatimah


"et dah sekali ini aja bisa gk sih nurut dikit aja


kamu tuh lagi skait tau gk sakit nih liat nih nih nih di perban semuanya lama lama jadi mumi dah" ucap Fatimah menunjuk luka luka yg di perban hampir semua tubuh wiliam di perban


wiliam masih dengan tatapan dinginnya


"aku tak peduli dengan luka ini" ucap wiliam


"au dah serah dah serah


udahlah cape aku" ucap Fatimah dan pada khirnya


_________


wiliam pergi ke sekolah dengan kepala yg di perban msih memakai topeng rambut terurai diapun memakai topinya


lalu dengan tangan yg di perban


dia berjalan seperti biasa dengan muka dingin dan datar di sekolah


Fatimah dan wiliam berjalan masuk ke kelasnya tapi di tengah tengah perjalanan mereka menemukan


laila dan juga Aska yg berboncengan Aska dan laila turun


melihat itu wiliam langsung pergi ke sana ketika Aska ingin berbicara kepada laila wiliam langsung menarik tangan laila


"eh" ucap laila yg terkejut dia pun makin terkejut karena yg menarik tangannya ada wiliam


"wiliam" ucap laila yg terkejut


sementara Aska hanya biasa biasa saja


"jangan dekat dekat dengan istriku" ucap wiliam menekan kata istriku Aska menghela nafasnya


"ya syukurlah kau selamat" ucap Aska


"cih heh


bukankah kau menantikan aku mati?" ucap wiliam berdecih


"ya aku menantikannya


aku menantikan semua itu" ucap Aska diapun langsung pergi dari sana


"wiliam kamu gk kenapa napa?" ucap laila


"kau akan mendapat hukumannya nanti


sudah ku bilang kau tidak boleh dekat dekat dengan para pangeran"

__ADS_1


"enggak Aska kan cuma nganterin aku ke sekolah doang"


"tapi kamu gk apa apa kan?"


"itu bukan urusanmu" ucap wiliam melepaskan tangannya ingin pergi tapi di halang oleh laila


wiliam pun menengok ke arah laila


"terimakasih" ucap laila wiliam terdiam mereka sama sama terdiam


"yaaa terima kasih karna sudah menyelmatkanku malam itu" ucap laila


"aku tidak mau kau mati sia sia" ucap wiliam diapun akhirnya pergi laila berfikir sejenak apa yg di maksud wiliam diapun tak memperdulikannya dan pergi menyusul wiliam ke kelas


sementara Fatimah sudah berada di bangkunya


kelas terlihat sepi


laila pun akhirnya bertanya kepada wiliam


"kamu gk papa kan?" ucap laila tapi wiliam malah mencuekkannya


laila pun menatap ke arah Fatimah


Fatimah yg tau apa arti tatapan laila pun bilang


"keadaan udah mulai baik


imunnya kuat kok tenang aja dia baik baik aja


memang padahal sih masih sakit tapi maksa ke sekolah" ucap Fatimah


"ohh yaudah kalau begitu


kamu dah sarapan wiliam?"


"belum" ucap wiliam dingin


"makan yuk yaa numpung masih jam seginilah dari pada sakit lagi"


"kenapa kau jadi perhatian terhadapku?"


"yaa sekarang aku mau bersikap baik saja


ku kira kau itu orang yg jahat ternyata aku salah"


"jadi kau baru menyadarinya"


"iya aku baru sadar thansk untuk yg semalem dan maafin aku mungkin ini juga salah aku yg gk berhati hati"


"yaudah makan yuk" ucap laila masih terus mengajak


"udah makan aja wiliam


sakit tuh gk enak" ucap Fatimah


wiliampun akhirnya mau mereka berduapun akhirnya pergi ke kantin


Fatimah berdiam di kelas diapun memasang headphones lu pergi ke suatu tempat


di pagi hari yg sejuk ini dia pergi ke atap sekelah numpung bel masih lama berbunyi Fatimah memilih menyendiri


sambil mendengarkan musik yg sunyi indah dan merdu memandangi pemandangan sekolah dari atas


hidup yg penuh derama dan kekecewaan akan ia tuntaskan pagi ini


"kamu udah nikah sama laila


heh hidup ini sudah gila ya allah


pernikahan dianggap permainan ini seperti drama"


"hhhuuff tapi ini adalah kehidupan yg sebenarnya yg harus ku jalani dengan penuh rasa aku tak tahu harus gimana dosa dosaku sudah terlalu banyak aku tak tahu kedepannya akan seperti apa"

__ADS_1


"hhuuff ku harap kedepannya akan lebih baik" ucap Fatimah dia berbicara sendiri di atap sekolah sambil menikmati sejuknya angin pagi


"apa yg terjadi dengan wiliam" tiba tiba suara dingin terdengar


Fatimah yg mendengar itupun menengok ke bekalang dan itu adalah Aska


Fatimah langsung melepaskan headphonesnya


"hah? kenepa?" ucap Fatimah


"bagaimana dengan keadaan wiliam?" ucap Aska mengulangi bicaranya lagi


"tadinya keadaanya memang kristis tapi dokter bilang setelah di oprasi keadaannya sudah membaik memang dokter tidak memperbolehkannya untuk keluyuran luka jahitan yg di jahit juga terbuka tapi dia tetap memaksa dan yaa tak ada yg bisa menghentikannya" ucap Fatimah


"emm Aska


apa kau masih mencintai laila?" tanya Fatimah


"hhuuff" Aska menghela nafasnya


"aku tidak tahu


hhuuff tapi sekarang aku sudah berusaha untuk meikhlaskan dan melupakannya"


"apa menurutmu wiliam menyukai laila dan laila mulai menyukai wiliam?"


"seseorang yg sering bersama pasti akan meninggalkan rasa wiliam sudah menyelamatkan laila mungkin laila menjadi luluh" ucap Aska


"hati wanita memang mudah luluh kalau lelaki itu baik tapi sekalinya lelaki itu menyia nyiakannya jangan berharap dia akan mengejarmu lagi" ucap Fatimah


"Aska" ucap Fatimah Aska menatapnya


"kalau memang kau masih cinta


perjuangkan jangan bikin orang yg kau cinta mencintai orang lain"


"kalian ini sudah saling cinta


kalian seharusnya bersama kalau kamu tidak usaha dia tidak akan bisa menjadi milikmu setidaknya kau berusaha untuk menjaga hatinya untukmu walaupun sekarang dia bersama orang lain"


"aku sudah berusaha


aku sudah berusaha untuk menyelamatkannya walaupun dia tidak bersamku tapi aku akan berusaha untuk menyelamatkannya dan membuatnya bahagia"


"hhuuff ya memang aku tau orang yg mencintai akan merelakan kalau ia hidup bahagia lalu apa denganmu dia tidak bahagia?"


"aku tidak tahu tapi


semenjak dia hidup bersamaku di terlihat tidak bahagia karna ada sesuatu yg menghalangi kita untuk bersama"


"tapi itu dulu


mereka sekarang sudah tau kebenarannya


kamu hanya perlu ngomong yg sebenarnya dan setelah itu urusan akan selesai"


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung...


__ADS_2