
"di kira kamu doang"
"udah makan
emm apa mau aku suapin?"
"aku tidak suka di bantah!" gertak wiliam
"yaelah masuh kecil juga dah belagu aje" ucap Fatimah dia yg masih berumur sembilan tahun bingung dengan sikap wiliam yg sangat dingin dan tadar padahal umurnya juga baru sebelas tahun tak jauh beda darinya
tapi sikapnya sudah seperti itu
Fatimah pun duduk tapi wiliam langsung berdiri dan pergi dari sana
"eh wiliam eh kak wiliam!
ih ngeselin banget dah" ucap Fatimah diapun terlihat kesal
flack back off
itulah kejadian yg mereka ingat waktu dulu wiliam tetaplah wiliam
"aku tetaplah diriku sudah aku ingin pergi ke sekolah" ucap wiliam yg ingin keluar dari ranjang tapi langsung di tahan oleh Fatimah
"et dah sekali ini aja bisa gk sih nurut dikit aja
kamu tuh lagi skait tau gk sakit nih liat nih nih nih di perban semuanya lama lama jadi mumi dah" ucap Fatimah menunjuk luka luka yg di perban hampir semua tubuh wiliam di perban
wiliam masih dengan tatapan dinginnya
"aku tak peduli dengan luka ini" ucap wiliam
"au dah serah dah serah
udahlah cape aku" ucap Fatimah dan pada khirnya
_________
wiliam pergi ke sekolah dengan kepala yg di perban msih memakai topeng rambut terurai diapun memakai topinya
lalu dengan tangan yg di perban
dia berjalan seperti biasa dengan muka dingin dan datar di sekolah
Fatimah dan wiliam berjalan masuk ke kelasnya tapi di tengah tengah perjalanan mereka menemukan
laila dan juga Aska yg berboncengan Aska dan laila turun
melihat itu wiliam langsung pergi ke sana ketika Aska ingin berbicara kepada laila wiliam langsung menarik tangan laila
"eh" ucap laila yg terkejut dia pun makin terkejut karena yg menarik tangannya ada wiliam
"wiliam" ucap laila yg terkejut
sementara Aska hanya biasa biasa saja
"jangan dekat dekat dengan istriku" ucap wiliam menekan kata istriku Aska menghela nafasnya
"ya syukurlah kau selamat" ucap Aska
"cih heh
bukankah kau menantikan aku mati?" ucap wiliam berdecih
"ya aku menantikannya
aku menantikan semua itu" ucap Aska diapun langsung pergi dari sana
"wiliam kamu gk kenapa napa?" ucap laila
"kau akan mendapat hukumannya nanti
sudah ku bilang kau tidak boleh dekat dekat dengan para pangeran"
__ADS_1
"enggak Aska kan cuma nganterin aku ke sekolah doang"
"tapi kamu gk apa apa kan?"
"itu bukan urusanmu" ucap wiliam melepaskan tangannya ingin pergi tapi di halang oleh laila
wiliam pun menengok ke arah laila
"terimakasih" ucap laila wiliam terdiam mereka sama sama terdiam
"yaaa terima kasih karna sudah menyelmatkanku malam itu" ucap laila
"aku tidak mau kau mati sia sia" ucap wiliam diapun akhirnya pergi laila berfikir sejenak apa yg di maksud wiliam diapun tak memperdulikannya dan pergi menyusul wiliam ke kelas
sementara Fatimah sudah berada di bangkunya
kelas terlihat sepi
laila pun akhirnya bertanya kepada wiliam
"kamu gk papa kan?" ucap laila tapi wiliam malah mencuekkannya
laila pun menatap ke arah Fatimah
Fatimah yg tau apa arti tatapan laila pun bilang
"keadaan udah mulai baik
imunnya kuat kok tenang aja dia baik baik aja
memang padahal sih masih sakit tapi maksa ke sekolah" ucap Fatimah
"ohh yaudah kalau begitu
kamu dah sarapan wiliam?"
"belum" ucap wiliam dingin
"makan yuk yaa numpung masih jam seginilah dari pada sakit lagi"
"kenapa kau jadi perhatian terhadapku?"
"yaa sekarang aku mau bersikap baik saja
ku kira kau itu orang yg jahat ternyata aku salah"
"jadi kau baru menyadarinya"
"iya aku baru sadar thansk untuk yg semalem dan maafin aku mungkin ini juga salah aku yg gk berhati hati"
"yaudah makan yuk" ucap laila masih terus mengajak
"udah makan aja wiliam
sakit tuh gk enak" ucap Fatimah
wiliampun akhirnya mau mereka berduapun akhirnya pergi ke kantin
Fatimah berdiam di kelas diapun memasang headphones lu pergi ke suatu tempat
di pagi hari yg sejuk ini dia pergi ke atap sekelah numpung bel masih lama berbunyi Fatimah memilih menyendiri
sambil mendengarkan musik yg sunyi indah dan merdu memandangi pemandangan sekolah dari atas
hidup yg penuh derama dan kekecewaan akan ia tuntaskan pagi ini
"kamu udah nikah sama laila
heh hidup ini sudah gila ya allah
pernikahan dianggap permainan ini seperti drama"
"hhhuuff tapi ini adalah kehidupan yg sebenarnya yg harus ku jalani dengan penuh rasa aku tak tahu harus gimana dosa dosaku sudah terlalu banyak aku tak tahu kedepannya akan seperti apa"
__ADS_1
"hhuuff ku harap kedepannya akan lebih baik" ucap Fatimah dia berbicara sendiri di atap sekolah sambil menikmati sejuknya angin pagi
"apa yg terjadi dengan wiliam" tiba tiba suara dingin terdengar
Fatimah yg mendengar itupun menengok ke bekalang dan itu adalah Aska
Fatimah langsung melepaskan headphonesnya
"hah? kenepa?" ucap Fatimah
"bagaimana dengan keadaan wiliam?" ucap Aska mengulangi bicaranya lagi
"tadinya keadaanya memang kristis tapi dokter bilang setelah di oprasi keadaannya sudah membaik memang dokter tidak memperbolehkannya untuk keluyuran luka jahitan yg di jahit juga terbuka tapi dia tetap memaksa dan yaa tak ada yg bisa menghentikannya" ucap Fatimah
"emm Aska
apa kau masih mencintai laila?" tanya Fatimah
"hhuuff" Aska menghela nafasnya
"aku tidak tahu
hhuuff tapi sekarang aku sudah berusaha untuk meikhlaskan dan melupakannya"
"apa menurutmu wiliam menyukai laila dan laila mulai menyukai wiliam?"
"seseorang yg sering bersama pasti akan meninggalkan rasa wiliam sudah menyelamatkan laila mungkin laila menjadi luluh" ucap Aska
"hati wanita memang mudah luluh kalau lelaki itu baik tapi sekalinya lelaki itu menyia nyiakannya jangan berharap dia akan mengejarmu lagi" ucap Fatimah
"Aska" ucap Fatimah Aska menatapnya
"kalau memang kau masih cinta
perjuangkan jangan bikin orang yg kau cinta mencintai orang lain"
"kalian ini sudah saling cinta
kalian seharusnya bersama kalau kamu tidak usaha dia tidak akan bisa menjadi milikmu setidaknya kau berusaha untuk menjaga hatinya untukmu walaupun sekarang dia bersama orang lain"
"aku sudah berusaha
aku sudah berusaha untuk menyelamatkannya walaupun dia tidak bersamku tapi aku akan berusaha untuk menyelamatkannya dan membuatnya bahagia"
"hhuuff ya memang aku tau orang yg mencintai akan merelakan kalau ia hidup bahagia lalu apa denganmu dia tidak bahagia?"
"aku tidak tahu tapi
semenjak dia hidup bersamaku di terlihat tidak bahagia karna ada sesuatu yg menghalangi kita untuk bersama"
"tapi itu dulu
mereka sekarang sudah tau kebenarannya
kamu hanya perlu ngomong yg sebenarnya dan setelah itu urusan akan selesai"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung...