
setelah pulang dari sekolah wiliam mengantarkan laila ke kerajaan dan memperingatinya untuk tidak berbuat macam macam diapun juga di temani oleh para dayang termasuk dayang choi
sementara wiliam pergi ke markasnya untuk berkumpul bersama teman temannya
"gila lu ya
oh ya rencana lu selanjutnya apaan?" ucap Mj memang dia pikir sih wiliam gila gara gara nikah di umur yg jaman sekarang lumayan tidak wajar
"Heyy teman temanku sekalian" ucap Thomad dengan perban di tangannya dan kepalanya dia datang menghampiri mereka
"widihh temen kita dateng nih" jonathan
"iya lah oh ya sorry waktu itu gua sibuk" ucap Thomas merekapun berjabat tangan ya ala ala jaman sekarang lah Thomas pun duduk di sebelah wiliam
"oh ya gimana rencana lu wil?"
"berjalan dengan lancar
sesuai yg gua mau"
"terus lu udah bales dendam sama sih Aska itu" ucap jonathan
"tentu saja sudah dia terlihat lebih hancur sekarang laila adalah kelemahannya aku akan tetap menjaganya untuk kelemahan kak Aska"
"ya menyakitkan sih" ucap jonathan
"itu tidak sebanding dengan apa yg gua rasakan"
"ya gua ngerti apa yg lu rasain sabar ya bro
nanti ada waktunya lu bales dendam" ucap Mj
"Thomas kalo lu gk kuat mendingan lu istirahat aja kalo lu kenapa napagua merasa bersalah karna gua yg nyuruh lu kesana untuk mengambil tanah mereka" ucap wiliam
"ya is okey
gua sih baik baik aja sorry ya gua gk bisa bantu kalian waktu itu"
"yaudah gua pergi dulu" ucap Thomas diapun pergi karna masih ada urusan lain dan harus istirahat yg cukup
_________
laila melihat lihat kerajaan itu sambil di dampingi oleh dayang choi
"ini adalah air mancur yg indah biasa raja
menghias ini dengan sangat indah untuk permaisurinya" ucap dayang choi menjelaskan
laila hanya memakai gaun putih yg indah tak baju zaman dulu
diapun sedang berkeliling ke istana
"emm raja itu ayahnya wiliam ya?"
"iya benar dia raja di kerajaan ini
suatu hari nanti jika putra mahkota sudah berumur dua puluh satu tahun dia akan belajar untuk menjadi raja dan nanti ketina raja sudah pensiun putra mahkota yg akan menggantikannya"
"siapa putra mahkota?" ucap laila menatap dayang choi
"putra mahkota itu adalah pangeran Aska karna dia anak pertama sebenarnya dia itu anak kedua"
"anak kedua?
lalu siapa anak pertama?"
"waktu dulu ada pangeran pertama bernama pangeran Lucas tapi dia sudah mati karna tenggelam jadi pangeran Aska yg anak kedua yg menggantikan kedudukannya"
__ADS_1
"ohh" laila pun
mengangguk angguk diapun kambali berjalan jalan keliling istana
tiba tiba dia melihat
seseorang yg berada di dekat batu batuan yg besar dan ada danau yg lumayan agak dalam kalo ke tengah seseorang itu memakai jubah hitam dan memakai tali hitam di kepalanya
dari belakang laila sudah mengenali dengan jelas bahwa itu adalah Aska
Aska sedang duduk di sana sambil memandangi suatu danau yg ada di dekatnya
laila berhenti diapun melihat Aska
Aska dengan tatapan kosong melihat ke arah danau itu
diapun mengambil batu kecil lalu melemparkannya
"pangeran Lucas tenggelam di danau itu
pangeran Aska dulu bersahabat dengan pangeran Lucas pangeran Aska memang suka menyendiri di sana" ucap dayang choi
laila mendengarkan
*kalau memang tenggelam di sana kenapa dia harus ke sana terus pasti dia sedang mengenang masanya dengan kakaknya itu* batin laila
"menurutku nasib pangeran Aska memang buruk diapun menjadi sangat dingin di bandingkan adik adiknya dia dingin semenjak kakaknya Lucas meninggalkannya" ucap dayang choi
"dayang choi bisakah kau ceritakan apa yg terjadi"
"bisa tapi hanya sedikit ya
soalnya kalau banyak banyak terus ketahuan kita berdua bisa di hukum"
"iya tidak apa apa ceritakanlah"
"jadi pangeran Aska
"memang malang nasipnya pangeran Askapun sering menyendiri dia juga membenci dan suka menyindir adiknya pangeran wiliam"
"apa suka penyindir"
"iya pas pangeran wiliam datang ke kerajaan ini Aska langsung menyindir bahwa wiliam itu lemah dan tidak sebanding dengan adik adiknya yg lain"
*ohhh pantesan* batin laila
laila pun ingin menghampiri Aska tapi di jegat
"jangan nona nanti nona tidak boleh terlalu dekat dengan lelaki lain"
"ah enggak deket deket kok"
"ah yasudahlah kalau begitu tapi nona jaga jarak ya"
"iya tenang saja" ucap laila diapun akhirnya menghampiri Aska dia duduk di samping Aska
Aska yg melihat itupun hanya mengabaikannya
"maafkan aku tidak bisa menyelamatkanmu dari wiliam" ucap Aska
"hhuuff tidak apa apa
maafkan aku juga yg sudah menyakiti hatimu" ucap laila
Aska menatap laila diapun mengambil batu yg lancip lalu menggoreskan kepohon
diapun sibuk mengukir di sana
__ADS_1
setelah selesai diapun membuang batu itu
laila bangun dan melihat ukiran Aska
di sana tertulis namanya dan juga nama Aska
"ini kenangan terakhir kita
sekarang aku tak bisa menjadikanmu milikku"
"kau tau wiliam menggunakanku
hanya untuk balas dendam"
"tau"
"kenapa kau membiarkannya?"
"aku sudah cape dengan semuanya aku sudah lelah lagian suatu hari nanti aku dan wiliam akan bersama"
"sebeernya rencana kamu sama wiliam apa sih Aska"
"laila hhuuff kau hanya perlu mematuhi perintahnya agar keluargamu selamat dia itu berbahaya jangan pikirkan tentang aku keluargamu yg terbaik pikirkanlah dia turuti omongan wiliam dia tidak akan menyakitimu" ucap Aska
"apa maksudmu Aska
apa kau tau rencana wiliam?"
"aku tidak tahu jelas rencananya yg terpenting
nanti kami berdua akan bersatu untuk melakukan sesuatu yg sanagt di nanti nantikan" ucap Aska
"suatu hari juga aku akan mempunyai kejutan yg snagat spesial untuk adik kandungku wiliam selama ini"
"apa hadiah spesialnya?"
"kepo"
"ihhh"
"udah mendingan kamu pergi gih
tidaak baik bagi seorang istri pangeran mendekati kakaknya"
"ihh ngusir yaudah deh iya iya yaudah aku pergi bay" ucap laila diapun akhirnya pergi diikuti oleh dayang choi
"dia imut" guman Aska
diapun akhirnya kembali merenung dan mengingat masa lalunya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung....