
dan ya!! itu adalah Aska dia sangat geram melihat itu dia mengepalkan tangannya
laila yg melihat itu yg melihat wiliam lengah langsung mendorongnya dan merapihkan dirinya sementara wiliam masih dengan muka datarnya dengan santai dan memasukkan tangan ke saku celananya
Aska memalingkan mukanya dan geram sekali kepada mereka diapun akhirnya pergi
"A Aska" ucap laila yg tidak ingin Aska salah paham diapun akhirnya memutuskan untuk mengejar Aska
"sangat tepat!" ucap wiliam tersenyum licik
diapun sadar lalu dia memegang bibirnya
tentu saja itu adalah ciuman pertamanya
diapun hanya menghela nafas dan lanjut membereskan perpustakaan
sementara
laila berusaha mengejar Aska
"Aska" laila pun memanggil Aska
Aska pun akhirnya berhenti
laila ingin menghampiri Aska pas di tengah tengah dia berfikir
*kenapa denganku?
lagi pula kita tidak ada hubungan apa apa kenapa aku harus membujuknya?* batin laila dia merasa bimbang dan akhirnya diapun memutuskan untuk pergi saja sebelum menghampiri Aska yg masih diam di sana
"heh!!"
Aska yg tau laila pergi dia hanya tersenyum kecut
"sekarang memang kau tidak peduli lagi terhadapku" guman Aska
"kau pergi begitu saja tanpa memperdulikanku kenapa heh? kenapa kau seperti ini?"
setelah berbicara seperti itu Aska pun ikut pergi dengan kekecewaan yg ada di hatinya
setelah wiliam pulang sekolah dia masih berada di sekolah karna hujan dia menunggu sambil bersender di samping tembok sambil mendengarkan lagu
tiba tiba pas lagi enak enaknya dengerin lagu
ada yg menarik hansetnya wiliampun menengok ke arah orang yg melepaskan hansetnya
ternyata itu adalah Aska
"ikut aku " ucap Aska dingin
diapun pergi wiliam pun mengikutinya dengan muka datar
sampailah mereka di sebuah ruangan
kelas di sana sangat sepi Askapun menutup pintunya setelah mereka berdua masuk
Aska melihat wiliam
"hhhuuff" diapun menghembuskan nafas
"heh! apa kau cemburu?" ucap wiliam tersenyum kecut
"ku peringati jangan pernah kau mendekati kekasihku" ucap Aska yg sudah kesal
"kekasih? heh
bukankah kalian sudah putus
hubungan yg tidak akan di restui apakah akan berjalan lancar?"
"memang huhungan kami tidak di restui
tapi aku tidak butuh restu!"
"lalu kau akan membawanya lari
heh sungguh mengecewakan hubungan kalian"
"aku akan membawanya lari kau merebutnya dariku bukan karna cinta kan?"
__ADS_1
"kalau iya kenapa
apa kau masalah lalu kalau laila disruh memilih antara aku dan dirimu kak siapa yg akan dia pilih?" ucap wiliam Aska terdiam
dia pun masih dengan muka dinginnya tak menjawab
"kalau memang dia memilihmu
itu karna terpaksa dan ancaman bukan" ucap Aska
"aku tidak peduli mau ku ancam atau tidak yg jelas dia tidak akan memilihmu karna kau!! hanya masa lalunya" ucap wiliam dengan kesal mendengar itu Aska tambah kesal
"heh dan ingat dahulu ibundah! amila!! lebih memilih kak lucas dari pada dirimu" ucap Aska wiliam kembali mengingat semuanya
kenangan pahit yg dia dapatkan di mana ibundahnya lebih memilih kakaknya atas kebenaran di bandingkan dirinya
"hhuuff heh kau pikir kau lebih baik dari kak lucas" ucap Aska
"dia sudah mati!!
tidak perlu membahas tentang orang yg sudah mati" ucap wiliam
"coba saja kau tau kenapa dia mati
kau pasti akan menyesal!"
"heh untuk apa aku harus menyesal
dia sudah mati! dan itu bukan urusanku"
bbuukk
mendengar itu Aska sudah tak kuat menahan amarahnya diapun menonjok wiliam dan bangku hantam pun terjadi
wiliam terjatuh karna pukulan yg keras sehingga membuat bibirnya berdarah diapun mengelap darah di bibirnya dan bangun
"memang kau lebih kuat dariku kak tapi suatu hari nanti akan ku buktikan realita yg sebenarnya" ucap wiliam diapun tak mau berantem dan pergi
Aska kesal
"AAAAaaa!!!!"
bbruukk
sementara wiliam dengan santainya berjalan sambil menghapus darah yg keluar dari bibirnya
"ini belum waktunya" gumannya lalu diapun pergi
di malam harinya
di kerajaan mereka semua pada berkumpul di ruangan pangeran termasuk wiliam
Aska masih dengan muka kesalnya
"kak Aska kira kira siapa ya lelaki bertopeng itu?" ucap hiroo
Askapun melihat ke arah hiroo
"aku tidak menemukan indentitasnya dia menyamar sangat baik sehingga tidak ada jejak sama sekali mukanya tak bisa di kenali karna memakai topeng" ucap Aska
"aku juga belum bisa menemukan
siapa yg menculik hiroo
mereka memang ketahuan tapi tidak ada bukti sama sekali setelah mereka melarikan diri" ucap veroo
"sungguh penculik yg licik" lanjut natan
"lalu kalau dia menculikku lagi bagaimana kak?"
"tenang saja kau akan baik baik saja sementara ini kau tidak boleh keluar dari kerajaan setelah sembuh kau boleh keluar di temani oleh bodygrat yg terpilih" ucap Aska
"setiap hari?" ucap hiroo Aska mengangguk
"ahhh membosankan"
"itu demi keselamatanmu
kau tidak mau kan disiksa terus menerus sampai mati sia sia seperti itu" ucap natan
__ADS_1
"ah iya iya" jawab pasrah hiroo
"oh ya kak wiliam terima kasih ya aku lupa bilang terima kasih kepadamu" ucap hiroo
diapun berdiri dan berterima kasih
wiliam pun melihatnya dengan muka datar
"sama sama" ucap wiliam dingin
*?kalau penjahat itu ahli kenapa wiliam dengan temannya bisa menyelamatkan
hiroo?* batin veroo dia curiga dengan wiliam
"wiliam siapa temen yg membantumu?" ucap veroo wiliam pun melihat ke arah veroo
diapun tersenyum kecut
"dia james temen yg tidak sengaja aku temui di jalanan" ucap wiliam dingin
veroo pun hanya mengangguk angguk
*james?*
di pikirannya terlintas nama itu
"hiroo siapa yg melawan lelaki bertopeng itu?" ucap veroo bertanya lagi memastikan
hiroo pun meliaht veroo yg bertanya dengan serius
"kak wiliam aku baru melihat temannya pas pintunya terbuka tapi aku langsung pingsan" ucap hiroo
"tapi yg melawan dua orang yg menculikku
itu sepertinya temannya kak wiliam" lanjut hiroo
*heh seperti ada yg aneh
kenapa dia melaqan wiliam tapi membukakan ikatan untum hiroo?* batin veroo bertanya tanya lagi
"kak dari mana kau belajar bela diri
sepertinya kau bisa bertarung?" ucap natan
"aku sedikit belajar dari temanku james
yaaa walaupun pada akhirnya aku bonyok bonyok juga" ucap wiliam
"hehehe ohh begitu
ya ku rasa kita harus menerima kak wiliam dia telah menyelamatkan adim bontot kita" ucap natan
"tentu saja" ucap veroo dan hiroo sementara Aska diam mereka tersenyum dan bersenang senang Aska melihat ke arah wiliam
*bisa sekali dia berbohong
james heh siapa itu ada ada saja* batin Aska
entah dia tau soal apa merekapun bersenang senang walaupun ada pikiran yg bertanya tanya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung.....