
"eemm hhuuff kan sudah kubilang aku mau menjadi sahabatmu tapi aku tidak terlalu baik dan terkadang aku tidak seru" ucap laila
"apa kau tidak punya uang" tanya memelia
"eemm ya mungkin seperti itu" ucap laila agak kagok
"itu doang ahhh kalo masalah itu mah biar aku yg bayar tenang saja udah yg penting kamu mau ya ya ya" ucap memelia
"eemm bukan seperti itu
eemm aku masih ada urusna keluarga bagaimana besok saja" ucap laila
"yaahh eemm yasudahlah yg penting kamu mau hem hem" ucap memelia dia tersenyum laila pun juga ikut tersenyum merekapun akhirnya makan
......**********......
kkrringg krringg ( maaf ya bunyi itu aja outo gk tau harus bunyi kayak gimana maklumin oke)
bel sekolah pun berbunyi waktunya pulang sekolah
ada seorang bapak bapak sedang menyapu jalanan di area sekolah
tapi tiba tiba saja ada yg melemparkan botol kepadanya
bapak bapak yg sekitara umurnya 47 yg melihat itu terdiam diapun dengan sabar memumuti botolnya lagi ketika sedang memumut tiba tiba ada murid yg melempar botol sampah kepadanya
bapak itu menengok
"eh buang sampah tuh yg bener di kira nih prang tempat sampah heh" ucap laila tiba tiba datang dan menegur orang yg sudah membuang sampah sembarangan
"cih udah ah yuk pergi gk level sama dia"
"iya yukyuk"
merekapun pergi
"hhuuff"
laila menarik nafasnya lalu membantu bapak itu
"tidak usah tidak usah ini bukan pekerjaanmu nak" ucap bapak bapak itu
"Haaissyy tidak apa apa lagian bapak ini tidak lawan mereka sih" ucap laila agak kesla melihat kelakuan anak anak itu
"hhuufff apalah bapak ini hanya orang biasa tidak sebanding dengan anak anak itu" ucap bapak itu
"ya ya ya sekarang yg lebih terkenal kedudukannya lebih tinggi" ucap laila
merekapun bangun setelah memberekan semuanya bapak itu tersenyum
"kau sepertinya beda dari yg lain ya"
"ya tentu saja aku sudah mengalami semuanya dan aku tidak mau menyakiti orang berlebihan seperti mereka mereka itu sangat sombong" ucap laila
tiba tiba bapak itu menangis
laila bingung
"heh kenapa bapak menangis" ucap laila yg meliaht mata bapak itu berkaca kaca dan mengeluarkan air mata
bapak itu pun menghapus air matanya
"heh andai saja anak saya masih hidup pasti sekarang dia seumuran dengamu" ucap bapak itu
"apa anak ohhhhhh iya anak pabak emang meninggal karna apa" ucap laila
"anak saya meninggal karena penyakit mematikan saya sangat menyangi anak saya tapi dia sudah tidak ada"
"ohhh ya sudah anggap saja saya seperti anak bapak dan yaya saya juga dikit dikit sepi saya akan menggap bapak ayah saya bagaimana" ucap laila
"heemm apa boleh apa kau tidak malu mempunyai ayah seperti saya" ucap bapak itu
"tidak lagian saya orang biasa juga kok ya kayak seperti bapak lah eh maksudku ayah" ucap laila bapak bapak itu tersenyum laila juga ikut tersenyum
__ADS_1
"eemmm oh ya sini pak saya bantu nyapu nyapu" ucap laila
...__________...
"hhaissyy.... cape juga ya aduh punggungku" ucap laila setelah menyapu dia merasa punggungnya sangat sakit diapun duduk di bawah pohon yg besar
di samping pohon itu sudah di semen untuk orang duduk diapun duduk dan minum
lalu menengok ke samping
jeng jeng jeng dan di sana da seseorang yg sedang berdiri sambil memainkan hanponenya
"heh" ucap laila dia menaruh botol minumnya
"heh lu ya
heh sebenernya lu itu dari keluarga mana sih" ucap laila
wiliampun melihat ya dia wiliam diapun melihat sejenak dan memalingkan pandangannya ke hp nya lagi
"cih tatepannya
percuma ya ngadepin orang dingin kaya ngomong sendiri" ucap laila yg kesal diapun pergi
setelah beberapa menit kepergian laila wiliam akhirnya pergi menggunakan motornya
membutuhkan waktu yg cukup lama untuk sampai ke istana karena harus melewati hutan terlebih dahulu
wiliam sampai di depan gerbang dan di bukalah gerbang besar itu oleh para penjaga wiliampun masuk dengan motornya dan memarkirkannya
diapun turun dari motornya dan berjalan kamarnya
setelah berganti pakian dengan pakiaan hitam dan jas lalu diapun mengikatkan sebuah kain ke kepalanya lalu keluar dari kamarnya
...********...
tekkk
lalu vero mengambil panhanya lagi dan
teekkkk
"TEPAT SASARAN" teriaknya lagi dari arah kejauhan
wiliampun datang
dia lalu mengambil panahnya dan membidiknya dan
teekk
pria yg ada di sana diam
"heh sepertinya kau belum handal ya" ucap vero agak dingin yg melihat wiliam tidak tepat sasaran
"ya tentu saja kalian semua memang lebih hebat dariku karna aku di tempatkan di tempat yg rendah sehingga aku tidak sebanding dengan kalian" ucap wiliam
"kau pasti bingungkan
kenapa ayah mengirimu kesana" ucap vero sambil mengambil anak panah
dan membidiknya
"aku juga sering bertanya waktu kecil kita tidak pernah bertemu
ayah bilang aku akan mendapat kesialan karena bertemu denganmu" ucap veroo
tekk
"TEPAT SASARAN"
vero pun menatap wiliam
"kau akan tau semuanya nanti" ucap dingin wiliam
__ADS_1
"hemmpp" vero pun menaruh panahnya dan menepuk pundak wiliam lalu pergi wiliam diam di tempat
"seburuk itu ayah menilaiku aku akan bertanya kenapa dia kenapa tega melakukan semua ini" guman wiliam sambil mebidik sebuah apel yg masih berada di pohon
dan yak!!
dia membidiknya dengan sempurna tepat sasaran
wiliampun pergi ke kediaman raja
di buka kan pintu oleh dayang istana
Alex sedang duduk di singgasananya dengan santai diapun mengembangkan senyumnya
wiliam berjalan berlutut dan memberi hormat
"salam ayahanda" ucap dingin wiliam
"yaaa kenapa pangeran ketiga
oh ya soal kau pangeran disini semua orang di istana ini sudah tau siapa dirimu jadi kau tidak usah kkhawatir" ucap Alex
"ya aku di sini ingin bertanya kepada ayah" ucap wiliam
"kau ingin bertanya apa
tentang ibumu?" ucap Alex yg sudah menebak
"ya ini tentangnya aku mau bertanya secara langsung tentang ini ayah pasti tau" ucap wiliam
"hhuuff aku akan menceritakan semua dari awal hingga akhir" ucap Alex diapun bangun dari singga sananya melewati wiliam begitu saja dan pergi
wiliam bangun dan mengikuti Alex
Alex berjalan diikuti oleh beberapa dayang
wiliam pun mengkutinya
Alex masuk ke sebuah ruangan wiliampun ingin masuk
Alex duduk di lantai yg depannya ada meja kecil, pena, sebuah kertas kuno, dan juga tinta
wiliam juga ikut duduk di depan Alex
diapun melihat wiliam dan tersenyum
"tinggalkan kami" ucap dingin Alex kepada salah satu lelaki pengwalnya diapun mundur dan meninggalkan Alex dan juga wiliam
Alex mengambil pena dan juga memasukkannya ke dalam tinta
.
.
.
.
.
.
.
.
.
berasambung.....
**Hai temen temen minta dukunganya ya jangan lupa like, shere, comen, vote, and tambah ke favorit okeh👌👌👌 terima kasih semua😊🤗🤗
...***TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA*****...
__ADS_1