"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )

"Damon Kingdom" ( Kerajaan Iblis )
sang putih macan raja


__ADS_3

HALLO TEMEN TEMEN SEPERTI BIASA JANGAN LUPA LIKE, VOTE, COMEN, SHERE, AND TAMBAH KE FAVORIT BIAR AUTHOR SEMANGAT UP DATENYA OKE TANKSπŸ‘πŸ‘πŸ‘ŒπŸ˜ŠπŸ€—πŸ€—


...__SELAMAT MEMBACA__...


"mundur"


"aska"


laila agak terkejut tiba tiba ada macan yg besar dateng lailapun mundur


aska berusaha menghindar dia mengalihkan pandangan macan itu


bergerak dengan hati hati


perlahan dan pelan agar tidak menyerang dengan tiba tiba


aska berjalan dengan perlahan macan itupun berjalan perlahan melihat ke arah aska


laila bersembunyi di belakang pohon yg besar


aska terus mencari perhatian macan itu agar tidak menyerang laila


dan aska tiba tiba saja menginjak botol kaleng yg membuat suara keras


"AAUUNGGRR" macan itu tiba tiba menyerang


aska aska untungnya cepat menghindar lalu macan itu pun kembali menyerang aska


aska pun berusaha melawan macan itu


dia berusaha menghindar dan menyerang walau tanpa benda apa pun yg hanya bisa ia lakukan adalah menghindari serangan macan itu


macan itu sangat ganas


dan buas tak ada hentinya dia menyerang aska sampai ke walahan


"hhhuuff hhuuff


bagaimana ini hewan ini sangat kuat dan besar hhuuff" ucap aska yg sudah ngos ngosan dan


SRRETT....


baju dan juga perutnya tergores oleh macan itu


"aa!!!" aska kesakitan karena kuku macan itu sangat tajam


"hhhuufff hhuuff"


"ASKA!!" teriak laila yg melihat itu macan itupun melihat laila lalu ingin memangsa aska yg sudah kuwalahan


tapi tiba tiba


"AUNGGGRR"


tiba tiba datang macan putih yg sangat besar dan juga tatapannya sangat tajam


macan itupun melihat macan yg putih lalu mengenalinya dan kabur


aska melihat macan itu dan diapun tersenyum lalu macan putih itu pun pergi


laila yg melihat kedua macan besar itu sudah pergi langsung menghampiri aska


"aska kamu gk papa" ucap laila


"tidak apa apa ayo kita istirahat di sana ada sebuah rumah yg aku tempati ketika berlatih di sini ayo"


"tapi" belum laila selesai ngomong aska sudah pergi duluan laila pun akhirnya hanya bisa ikut aska


sampailah mereka di rumah bangunan yg masih layak untuk di tempati


aska pun masuk diikuti oleh laila


di rungan itu hanya tersedia karpet kasur tipis obat obatan dan benda untuk memasak


lailapun melihat lihat ruangan itu

__ADS_1


"dulu aku pernah di uji oleh ayahku untuk


tinggal di sini selama tiga puluh hari jadi aku membuat rumah ini untuk tinggal ya walaupun kecil dan kumuh tetapi ini bisa di tinggali untuk bertahan"


"kau pernah tinggal di sini?


tiga puluh hari?" ucap laila


"hemm aku pernah tinggal di sini


di sini aku sangat lelah cari makan pun susah


banyak binatang buas yg menyerang dari mulai ular, serigala, macan, dan lain lain sangat sulit kalau bukan ahlinya mungkin aku sudah mati"


"eemm sepertinya hidupmu sangat sulit ya walaupun kita pernah pacaran tapi aku tidak terlalu tau dalam tentang keluargamu kau pun tidak mau kasih tau"


aska diam lalu duduk dan menyender ke tembok laila pun langsung mengambil obat obattan dan menghampiri aska


laila pun mengarahkan tangannya ke baju aska


"mau ngapain" ucap aska laila menatapnya


"ya mau obatin lukamu lah"


"oh"


laila pun membuka baju aska


terlihat roti sobek milik aska dan juga ada goresan besar yg cukup perih


"berbaringlah" ucap laila aska pun menurut dan berbaring perlahan lahan laila mengobati luka aska


aska tersenyum melihat laila yg teliti mengobati lukannya


"duduklah" ucap laila aska pun mengikuti perintah laila laila pun memperban luka aska


"dah selesai" ucap laila lalu mengembalikan peralatan yg tadi ia gunakan ke tempatnya yg semula


lalu menaruhnya kembali lalu berbalik


"duduk sini" ucap aska yg menunjuk kasur agak tebel dari karpet laila pun menurut dan duduk di sana


wajah yg tampan putih pucat, lelah dan pasrah dengan kehidupan itu


laila pun perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah aska


tanpa laila duga aska langsung menciumnya dan melu*et nya dengan ganas


"eemm as.." laila terkejut tapi perlahan mulai menikamatinya dia pun membalas ciuman aska


merekapun berciuman cukup lama


aska pun melepaskan ciumannya


"boleh aku melakukannya" ucap aska menatap laila serius


"hah!! emm bu bukankah ini terlalu cepat" ucap laila dia agak gugup


"ya kita masih terlalu muda" ucap aska lalu diapun bangun dia mencari sesuatu lalu diapun mengambil air aqua yg ada di dekat meja dia menyimpannya waktu itu


aska pun meminumnya dengan cepat


dia sangat haus dan botol itu habis


"aahhh hhhuuff"


aska pun membuang botol itu ke tempat sampah


lalu aska pun kembali berbaring kasur yg lumayan empuk dan palanya masih berada di paha laila


diapun membuka matanya dan menatap laila


"apa kita akan berpisah selamanya"


"kemungkinan besar itu iya!

__ADS_1


hhuuff jadi lebih baik kau melupakanku sebelum tersakiti"


"aku tidak bisa! andai saja aku bisa aku pasti sudah melakukannya


tapi mungkin aja bisa" ucap aska


"emang kau tau bagaimana caranya"


"bagaimana kalau kita melakukannya dan kau hamil lalu kita menikah karena di paksa kan selesai kita bersama dah"


pleetak..


"aa!!!" ucap aska tiba tiba saja laial menyentilnya keningnya dengan kencang


"kau ini! aku tidak mau hamil muda susah tau hamil kau saja yg enak sekali ngomong"


"yaaa mau gimana lagi biar kita bersama lagi pula aku akan tanggung jawab"


"enak!! enak kau berkata seperti itu aku yg mengandung sembilan bulan aku yg melahirkan kau!! heh enak saja enggak enggak" ucap laila yg tidak setuju perkataan aska dan kesal dengan perkataanya


"terus bagaimana lagi"


"ya cara laian kek! yg penting jangan itu"


"ahh bagaimana kalau kamu pura pura hamil dan bilang bahwa ayahnya adalah aku lalu kita menikah setelah menikah kita pura pura kalo anak yg kamu kandung gugur bagaimana" ucap aska


"yaa emang bisa sihhhh


tapi emang mereka percaya kan ayah aku mah teliti banget dia akan mencari semua kebenarannya sebelum bertindak"


"ahhh susah sekali cara apa ya"


"ya pikir saja sendiri"


"ahh susah ya


hidup ini begitu susah hhhuuff andai saja


aku tidak terlahir dari keluarga ayahku"


"heh bukankah kau pernah bilang


tidak ada kata seandainya


sesuatu yg kita mau harus kita dapatkan!!" ucap laila


"ya! tadinya aku berkata seperti itu


itulah aku seseorang yg kaya, kejam, suka menghukum orang tanpa alasan bagiku semuanya adalah mainan yg aku mau harus ku dapatkan"


"tapi semakin aku dewasa aku mengerti semuanya sekarang semua tidak bisa di beli begitu saja"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung......


__ADS_2