
HALLO TEMEN TEMEN BIASA CUMAN NGINGETIN SEBLUM BACA JANGAN LUPA LIKE, COMEN, VOTE, SHERE DAN JUGA TAMBAH KE FAVORIT YA OKE ππ SIP TANKSππππ
...__SELAMAT MEMBACA__...
tik... tik tik..
tiba tiba saja gerimis
"gerimis" ucap mereka
aska pun berlari diikuti oleh mereka
merakapun sampai di sebuah gubuk merekapun akhirnya menduh di sana
"pake ujan lagi aduhh semoga aja ujannnya cepet reda deh" ucap memelia
"tapi sepertinya ujannya hanya sebentar" ucap natan
"bagaimana kau tau" ucap laila
"iklim cuaca sudah di tentukan tdk mungkin pak guru mengajak kita ke hutan kalo akan hujan lebat sepanjang hari bukan" ucap natan
"ohh betul juga sih"
"berteduhlah dulu sementara sampai hujan reda habis itu kita lanjutkan perjalannya" ucap aska dingin
merekapun akhirnya hanya bisa menunggu
"hehhehh" laila menggigil dan mengusap tubuhnya dengan tanganya hujannya cukup lebat
wiliam yg melihat itu
wiliampun membuka jaket hitamnya lalu memberikannya ke laila
"kau ini sangat tidak tahan dingin ya" ucap wiliam
"heh emang ngapa bukan masalahmu kan" bales laila
"sudah kau gesekan saja tanganmu seperti ini dan usapkan ke badanmu itu akan membuat mu hangat"
"ya aku tau"
"heh di bilangin" ucap wiliam
aska memperhatikan semua itu dengan mata yg agak kecewa diapun menghela nafas
kebetulan dia memakai handphone di lehernya lalu diapun memakainya dan mendengarkan musik dengan lagu yg sudah dia donwlout
aska pun akhirnya hanya bersender sambil memandangi hujan
natan yg melihat itu agak curiga
memelia yg melihat itupun melihat wiliam dan juga laila
*ada apa ini sepertinya kak aska galau sekali tapi waktu itu aku melihat kak aska menyelamatkan laila heh sepertinya ada sesuatu di antara mereka* ucap memelia dalam hati
*sebenernya aku curiga kak aska semakin hari semakin dingin dia juga sepertinya tidak suka melihat laila bersama wiliam apa ada sesuatu di antara mereka* batin natan
*tapi tapi tidak mungkin bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya apa aku tanya temennya saja ya ah tapi dia sangat susah untuk mengungkap rahasianya ada apa sebenernya* batin natan
aska pun hanya diam mendengarkan musik
*bagaimana apa aku harus diam
kalo seperti ini bagaimana dengan perasaanku tidak tidak boleh ini tidak boleh terjadi aku harus memperjuangkannya* batin aska
1 jam kemuadian....
1 jam kemudian hujan sudah berhenti merekapun melanjutkan perjalanannya
__ADS_1
aska menghentikan langkahnya
"tali pitanya ada di sini silakan kalian cari tetapi jangan terlalu jauh" ucap aska
"ah ayo cari cari"
"iya ayo cari"
"yg bener carinya"
merekapun mencari tali itu di sekitar dedaunan dan lain lain aska diam diapun melihat ke arah laila
..._______...
"hah heh aska" ucap laila aska menariknya ke sebuah tempat yg tdk terlalu jauh
askapun menghempaskan tangannya laila
"kenapa sih" ucap laila
"laila aku mohon jangan pernah suka apalagi jatuh cinta kepada lelaki lain selain aku" ucap aska tatapannya begitu serius
"emang km siapa aku"
"aska sadar kita itu bukan siapa siapa lagi
hhuuff kamu urusin hidup aku sendiri aku urusin hidup aku sendiri"
"kita memang bukan siapa siapa lagi tapi kali aja tuhan ngizinin kita buat bersama kan kita hanya butuh berjuang"
"berjuang? bejuang kata kamu? heh
gk guna gk guna aska lagian km gk bisa kan bersama aku gara gara kamu itu seseorang yg dari kerjaan sementara aku abang aku benci banget kamu as dia gk suka
kamu sama abang aku musuhan percuma percuma as" ucap laila air matanya mulai jatuh
"laila" guman aska dia tak tega melihat wanita yg dia cintai menangis apalagi karena dirinya
aku gk bisa ngilangin rasa ini sudah setahun aku gk bisa lupain kamu"
"udah aska cukup jangan bikin aku jatuh cinta lagi dan akhirnya tersakiti aku gk mau sakit aska sakit hiiskk...." ucap laila diapun pergi dari sana aska hanya bisa melihatnya dari kejauhan
air mata seorang yg dingin kejam nan tegas itu jatuh diapun menepuk nepuk dadanya tenggorokannya sakit menahan suara tangisan diapun menghapus air matanya berusha bersikap kembali seperti biasa
lalu pergi
tak di sangka kejadian itu di lihat oleh wiliam
"baguslah sekarang mereka sedang mertengkar peluang untuk menghancurkanmu semakin luas kak" guman wiliam dia sangat licik
sementara itu laila dan juga aska kembali dengan raut wajah yg biasa biasa saja
"ahh kak aku sudah menemukannya" ucap hiroo dia melihat tali pita yg tergantung di pohon lalu mengambilnya dan menghampiri aska
"baiklah simpan kita akan mencari yg lain" ucap aska dingin
"ah baiklah" ucap hiroo diapun menuimpannya di tasnya
lanjut berjalan merekapun melanjutkan perjalanannya menemukan pitanya lagi
sekarang ini lumayan agak jauh merekapun sudah ke walahan
mereka berhenti dan mengambil botol minum masing masing lalu meminumnya
"ahhh akhirnya"
"uhh sangat melelahkan"
"iya apa tidak boleh istirahat dulu"
__ADS_1
"sudah tidak ada istirahat kalian pun tidak memahami satu satu jalannya
di sini itu tidak boleh lambat lelet harus tepat waktu" ucap aska
"tapi apakah tidak boleh istirahat dulu" ucap hiroo
"tidak kalau kalian ingin beristirahat cepatlah selesai kan pekerjaan ini" ucap aska dingin
"ohhh baiklahh" ucap mereka semua pasrah
merekapun hanya pasrah dan melanjutkan perjalanannya mengikuti aska
oke skip tali pita kedua sudah di temukan merekapun melanjutkan babak ketiga di sana mereka sudah sangat lelah berjalan ya walaupun gk terlalu jauh sih tapi biasa lah konglomerat cih cih cih gk biasa jalan
aska pun berhenti di sebuah kabut ada banyak kabut yg menghalangi dua arah ya walaupun keliatannya sama bae
merekapun ikut berhenti dan melihat
"apa kau tidak bisa menunjukkan arahnya" ejek wiliam
"terakhir kali tidak ada kabut di sini mungkin karna hujan kabutnya sangat banyak tapi aku tidak bisa bedakan jalan yg benar kalau kau bisa silakan tunjukkan" bales aska wiliampun tersenyum licik dan maju
wiliam melihat tali merah yg tergantung di bambu
"ini adalah tali terakhir berarti ini jalan terakhir untuk sampai tinggal beberapa langkah lagi" ucap wiliam diapun mengambil peta dari tangan aska
wiliam melihat peta itu tak ada sama sekali petunjuk diapun melihat ke kanan dan ke kiri mencoba memahami jln yg benar
"ke sana"
ucap wiliam diapun menunjuk ke arah kanan aska melihat
"apa benar" ucap aska
"tentu saja" ucap wiliam diapun mengembalikan petanya kembali
"ya tidak ada salahnya coba kan" ucap hiroo memelia melihat aska
*jelas dia tau kenapa harus di sembunyikan* batin memelia
"ya sudah yuk jalan" ucap memelia merekapun akhirnya jalan ke arah kanan
"aahh aduhh pake jatoh segala lagi" ucap laila dia membersihkan botol minumnya
"hah kok kok mereka gk ada aduhh kemana nih aduhh ke sesat lagi yaaa" ucap laila yg menyadari semuanya sudha tidak ada dia hanya melihat dua arah yg berkabut
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
bersambung......