
"oh ini calon menantuku cantik sekali" ucap Alex melihat laila
laila tersenyum dia melihat Alex
*oh jadi ini dia* batin laila
"oh pak Alex perkenalkan saya kriss
ayah dari laila" ucap kriss sambil menunjuk laila
"oh ternyata sudha kenal dengan saya" ucap Alex diapun tersenyum
"tentu saja wiliam melamar anak saya dengan baik" ucap kriss
laila agak bingung kok sikap ayahnya jadi baik merekapun juga bingung kenapa bisa ayahnya merestui wiliam
Fatimah pun maju diapun memeluk laila laila pun juga memeluknya
"makasih ya soal kemarin" ucap laila melepaskan pelukannya
"hem ya tapi maaf aku gk bisa nyelamatin kamu" ucap Fatimah
diapun menatap ke arah wiliam dengan dingin
"kau itu sangat menyebalkan" ucap geram Fatimah melihat itu wiliam dan juga brain tersenyum kecut karna sikap Fatimah yg bukannya terlihat seram malah menggemaskan
Fatiamh yg tadinya ingin pergi di tarik oleh wiliam dan dia peluk Fatimah dan juga yg lain terkejut
"aku tidak akan melupakanmu adikku" ucap wiliam membisikkan Fatimah
mereka yg mendengar gumanan itu terkejut
"adik?" ucap hiroo, natan, laila dan brain
sebenarnya Aska yg berada di dekat sana juga terkejut tapi dia berusaha menyembunyikan rasa itu
Fatimah pun tersenyum
melepaskan pelukannya
"ternyata kau masih ingat" ucap Fatimah
"tentu saja mana mungkin aku melupakanmu" ucap wiliam
mereka bingung apa yg di bicarakan oleh wiliam dan Fatimah
Fatimah adalah adik tiri wiliam ketika di daindong
flack back onn
ketika wiliam datang ek daindong dia menginap di rumah Fatimah
"Fatimah aggaplah dia seperti kakakmu karna dia akan tinggal di sini" ucap ayah Fatimah
"kakak? baiklah ayah" ucap Fatimah yg masih kecil ayahnya pun meninggalkan mereka berdua
"kak namamu siapa?"
Fatimah bertanya tetapi wiliam dengan dinginnya mengabaikannya
"hihh masih kecil sikapnya dah dingin bae" ucap Fatimah kesal
_____
"Fatimah mulai saat ini kamu jangan deket deket sama dia dia itu terkutuk" ucap ayah Fatimah lalu Fatimah di tarik meninggalkan wiliam sendirian
di saat itu wiliam di bawa ke hutan untuk di bunuh tapi dia berhasil keluar dengan ebrdarah tanpa ia sadari Fatimah melihat itu
dia menarik wiliam pergi wiliam tadinya agak terkejut
Fatimah menyuruhnya duduk diapun membuka tas yg dia bawa lalu mengobati luka wiliam
"kenapa kau masih peduli terhadapku?" ucap wiliam
"walaupun kakak bukan kakak kandungku tetapi kamu orang yg baik terhadapku kamu juga ajrkan aku beberapa bahasa kerajaan" ucap Fatimah kesal dia mengobati luka wiliam
mendengar itu wiliam tersnyum
__ADS_1
"kakak hebat sekali
itu pasti sakit kan
aku tidak tahu padahal ayah islam tapi dia percaya dengan mitos itu"
"kau ikutlah dengan ayahmu kau harus berbakti kepadanya dan tuhanmu"
"mulai sekarang aku harus pergi
tempat ini sudaah berbahaya untuk ku tinggali kau jaga diri baik baik"
"jadi kakak mau pergi selama lamanya?"
"huuffhem maafkan aku jika nanti aku menjadi orang yg berbeda"
"terimakasih sudah merawatku" ucap wiliam diapun tersenyum dan pergi Fatimah yg di saat itu berumur dua tahun lebih muda dari wiliam hanya bisa melihat kepergian wiliam karna dia tau di sana sudah bahaya bagi wiliam
"he he he aduhh baru kali ini dia meminta maaf dan berterima kasih tersenyum lagi dulu kan tidak penah ah momen langka"
flack back off
"tapi aku mohon jaga dia baik baik" ucap Fatimah
"ya aku akan bersikap baik kepadanya kalau dia nurut"
"ah menyebal sekali"
ucap Fatimah
"kau tidak terluka kan
dengan seranganku?"
mendengar itu Fatimah berbalik menatap wiliam
diapun menggeleng lalu pergi
di sana pun giliran Aska dia melihat ke arah laila laila pun juga manatap ke arahnya
giliran hiroo dan natan
"laila laila apa kau sekarang beneran nikah" ucap hiroo
"eh tolong dong jangan masih tau ke siapa siap ya pliss" ucap laila
"tenang saja lagian kalo kita bongkar kita juga yg di kasih hukuman" ucap natan
"kak kau cepat sekali nikah" ucap hiroo kepada wiliam
"kau kapan mau menikah"
"ah mungkin nanti" ucap hiroo tersenyum senyum di tanya seperti itu membayangkan wajah cecen
tak lama setelah itu datanglah memelia dan Leo yg telat
"laila! ini beneran kamu
sumpah sumpah kak wiliam!" ucap memelia yg tidak tahu harus berkata apa melihat ini semua mulutnya terasa tak bisa berbucara
wiliam hanya memasang muka datarnya
laila pun memasang muka pasrah
"heh heh"
"kau berbohong kepadaku lia
dia kakakmu kan aku sudah tau semuanya" ucap laila
"a apa emm
hehe maafkan aku ya telah membohongimu tapi kalau aku tidak bohong bisa bisa hancur hidupku"
"iya deh demi sahabatku"
"tapi tapi tapi aku belum tau dah kenapa tiba tiba kalian bisa nikah kayak gini padahal kan baru ketemu lagian tuh kalian masih sekolah satu kelas lagi" ucap memelia yg bingung
__ADS_1
"dia memang gila" ucap laila
menyindir wiliam semua yg berada di dekat mereka tertawa mendengar omongan laila
malam hari tiba....
di malam hari laila sudah berada di kerajaan Damon kingdom dan dia sudah berada di kamarnya wiliam
sekarang dia sudah tau letak dan bangunan bangunan yg ada di kerajaan itu laila hanya diam di kasur hp nya pun tak ada
"gabut sekali gk ada hp" ucap laila
wiliam keluar dari kamar mandi sudah berpakaian rapi
"ingat jangan pernah kau beri tahu
letak kerajaan ini kepada siapapun termasuk keluargamu" ucap wiliam dingin
"kenapa aku tidak boleh mmeberitahunya?" ucap laila
"nanti aku sendiri yg akan memberi tahunya"
"kalo kau ingin menyembunyikannya kenapa pada akhirnya harus di bongkar?"
"karna aku mempunyai rencana sendiri
untuk semua ini"
wiliam pun mendekatkan dirinya kepada laila
laila menjauh
"mau ngapain"
"tentu saja melakukan malam pertama bukankah kau sudah istriku"
"ihh tapi kan di kontrak gk ada itu"
"tapi di sana tertulis kau harus mematuhi perintahku dan omonganku"
"ihh gk ah gk mau
lagian kita tuh nikah kon" ucap laila terhenti karna wiliam langsung men*ium laila dan mel*met bibirnya laila terkejut dia berusaha melepaskan tapi wiliam
mendorongnya sehingga laila jatuh ke tempat tidur wiliam pun langsung naik ke tempat tidur dan menyelikuti diri mereka
tanpa sadar
Aska melihat itu sekua dia melihat bayangan dari mereka
"kau sekarang bukan milikku lagi
aku tidak bisa menyelamatkanmu maaf
maaf" guman Aska
hatinya sakit sekali melihat itu semua diapun akhirnya pergi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung
__ADS_1